-->

IKLAN SPESIAL

TELAH DIBUKA

KEDAI PENGETIKAN
"BUMI PENA"

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)
KOMISARIAT FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Menerima :

Pengetikan (Rp. 1.400,-/lbr)
Print BW (Rp. 350/lbr)
Print Colour (Rp. 1.500/lbr)
Desain Grafis (Harga Nego)

Office : Jl. Gembili II-1 Wonokromo, Surabaya
(Depan Komplek Muhammadiyah Gadung)
Cabang : Jl. Sutorejo Surabaya
(Depan Kampus UMSurabaya)

Contact Person : 0857 344 222 13
gravatar

SHOLAT BERKUALITAS, HIDUP BERKUALITAS.


“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) yang khusyu’ dalam sholatnya.”

(Al-Mukminun : 1-2) *)

Agungnya sholat

Seperti inilah buah ibadah. Ia mampu melahirkan keberuntungan bagi pelakunya. Pelaku sholat

dijamin dengan keberuntungan, sebagaimana janji Allah di atas. Sehingga pelaksanaan sholat

sangatlah besar peranannya dalam Islam, maka perlu untuk selalu diperhatikan dan ditegakkan. Jika

tidak, sholat hanyalah gerak badan tanpa makna. Kosong melompong dan berujung pada

kepayahan. Pada akhirnya hasilnya hanyalah kebosanan belaka.

Rosulullah bersabda mengenai betapa pentingnya sholat;

“Yang pertama-tama dipertanyakan (dihisab) terhadap seorang hamba pada hari kiyamat kelak

tentang amalnya adalah sholat. Apabila sholatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila

sholatnya buruk maka dia kecewa dan merugi” (HR. An-Nasa’i)

Rosulullah pernah berkata kepada Bilal; “wahai Bilal bahagiakan aku degan sholat”.Sholat

adalah sumber ketenangan jiwa dan kegembiraannya. Maka tidak heran nabi dan sahabat-

sahabatnya suka berlama-lama dalam sholat malam hingga membuat kaki beliau bengkak.3)

Apakah rahasia kebahagiaan sholat itu hanya mereka saja yang bisa rasakan sementara kita tidak?

Pembicaraan tentang sholat perlu terus pengulangan. Tidak boleh ada kebosanan, kelalaian, dan

acuh tentangnya. Karena sholat merupakan kewajiban yang sangat agung, kebaikan yang amat

terpuji dan bahaya yang luar biasa manakala meninggalkannya. Sholat merupakan tiang agama.

Barangsiapa yang meremehkan sholat berarti telah melalaikan pondasi agama.

Sholat merupakan obat hati yang bisa menyembuhkan ragam macam penyakit dan kejelekan

akhlaq. Bagaikan pelita cahaya yang menghilangkan pekatnya dosa-dosa. Sebagaimana firman

Allah:

“Dan dirikanlah sholat. Sesunggungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan

mungkar” (QS AL-‘Ankabut : 45)

Namun sholat yang bagaimana yang bisa mencegah kekejian tersebut? Bukankah ada orang yang

rajin sholat tapi gemar pula maksiyat, alias STMJ (=Sholat Terus Maksiyat Jalan). Sholatnya hebat

tapi menjadi tukang ghibah, namimah, pengidap sakit hati, iri, dongkol, kemalasan dan seterusnya.

Kalau seperti ini, tentu pasti ada yang error dalam sholatnya.

Sebagaimana sabda nabi ;

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai yang bersih di depan pintu salah

seorang kalian, dia mandi di sana lima kali sehari, apakah masih ada kotoran yang tersissa? Mereka

menjawab; “tidak ada kotoran tersisa sedikitpun” nabi bersabda,”demikianlah permisalan sholat

lima waktu, Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengan sebab sholat” (HR Muslim)

Begitulah agungnya sholat bisa membersihkan segala daki-daki kejelekan sampai rosulullah

menjadikannya sebagai batas antara kekafiran dan keimanan. Barang siapa yang menegakkan

sholat, dia muslim. Jika tidak, ya kafir. Sebagaimana rosulullah bersabda;

“Perbedaan antara muslim dan kafir adalah sholat” (HR .Muslim)

Kedudukan khusyu’ dalam sholat

Khusyu’ merupakan ruh sholat. Sebagaimana ruh bagi badan. Ia sangat cepat hilangnya dan sulit

mendapatkannya. Bahkan tidak jarang puluhan orang sholat berjama’ah mereka tidak khusyu’

dalam sholatnya hatta imamnya sekalipun. Inilah musibah. Terlebih lagi zaman sekarang ini. Tidak

dapat dan tidak berusaha menggapai khusyu’ merupakan musibah sangat besar.

Sehingga rosulullah berdo’a agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’. Rosulullah bersabda

bahwa yang pertama kali diangkat dari umat ini adalah khusyu’ sehingga hampir-hampir tidak

didapatkan seorangpun yang khusyu’ dalam sholatnya.

Sholat apabila dihiasi denag khusyu’ dalam ucapan, dan geraknya dihiasi dengan kerendahan,

ketulusan, ketenangan, ketundukan, cinta dan pengagungan maka sungguh pelakunya akan dapat

mencegah perbuatan keji dan mungkar. Hatinya kain berseri-seri, fikirannya jernih, keimanannya

meningkat, kecintaannya dalam berbuat kebaikan semakin bertambah, keinginannya untuk berbuat

jelek semakin sirna.

Dengan Khusyu’ munajat seorang hamba semakin mudah dikabulkan dan kedekatan kepada Allah

semakin terasa. Sehingga kenikmatan dan kesejukannya terasa usai sholat hingga sholat kembali.

Ketika ia memasuki sholat dengan penuh ketundukan, selama sholat ia munajat dengan penuh

ketakutan dan harap, maka setelah melaksanakan sholat seolah-olah ia melepaskan segala himpitan

beban dunia. Yang tertinggal di hatinya berupa kegembiraan dan ketentraman yang senantiasa

bersama.

Dari Hasan bin ‘Athiyah, bahwa rosulullah bersabda; “Sesungguhnya ada dua orang yang berada

dalam satu sholat perbedaan keutamaan diantara keduanya bagaikan langit dan bumi” (HR. Abu

Dawud)

Agar khusyu’ dalam sholat

Khusyuk memang mudah diucap, namun masing-masing belum tentu bisa. Namun. sungguh barang

siapa yang menempuh metode nabi dalam melaksanakan sholat tentu akan mendapatkan

kekhusyukan. Untuk dapat khusyu’ ada beberapa hal yang bisa membantunya, diantaranya

hendaknya segera menuju masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, memakai pakaian yang

bersih, badannya suci, mengkosongkan hatinya dari kesibukan dunia, semerbak wangi badannya,

meluruskan dan merapikan shof, tidak melihat ke atas atau ke samping, dan sebagainya.

Dan menjauhi segala apa yang bisa mengganggu kekhusyu’an seperti; bernyanyi-nyanyi di masjid,

membaca qur’an dengan keras disamping orang sholat, memakai baju bergambaratau tulisan-

tulisan grafity; Billabong, Dagadu, Repsol, UD.Makmur dan sejenisnya. Begitu juga suara-suara

gaduh musik, handphone, radio dan semacamnya.

Hal yang paling pokok agar dapat khusyu’ adalah kesempurnaan sunnah-sunnah dalam sholat

secara keseluruhan, seperti bacaan al-Qur’an yang fashih terutama imam dengan merenungi

maknanya.) Sebab realita yang terjadi ada sebagian bahkan kebanyakan masjid bacaan imam

sholatnya rusak luar biasa. Sulit dibedakan antara suara kompor dan bacaan Quran, antara bacaan

surat dan kidung jenaka. Wal’iyadzu billah.

Nabi telah memberi contoh bagaimana contoh sholat yang sempurna, sebagaimana yang disebutkan

hadits ‘Aisyah: “...... beliau shalat empat raka’at, jangan engkau tanya bagus dan panjangnya.....”.

(HR. Bukhari). 13)

Riwayat ini menunjukkan bahwa membaguskan shalatnya, maksudnya memperbanyak atau

memanjangkan bacaan-bacaan, tenang dalam gerakannya serta khusyu’. Shalat harus thuma’ninah,

yaitu tenteram dalam gerakan, baik ketika berdiri, ruku’, sujud, duduk antara dua sujud dan lain

seterusnya.

Rosulullah bersabda; “Apabila engkau akan melaksanakan shalat maka sempurnakanlah wudhu’,

kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah, dan bacalah apa-apa yang mudah dari Al-

Qur’an kemudian ruku’lah sehingga benar-benar ruku’, kemudian angkatlah kepalamu sehingga

engkau benar-benar berdiri, kemudian sujudlah dengan benar-benar sujud, kemudian angkatlah

(tubuhnya) sehingga rata dan benar-benar duduk, kemudian sujudlah dengan benar-benar sujud,

kemudian angkatlah sehingga benar-benar berdiri, kemudian lakukan semua itu di shalatmu

seluruhnya”. (HR Bukhari)

Dari Abi Hurarirah, ia berkata, bahwa rosulullah bersabda; “Sesungguhnya sejelek-jelek manusia

adalah pencuri yang mencuri shalatnya”. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah ! Bagaimana mencuri

shalatnya ? Ia bersabda : (Yaitu) tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujudnya”. (HR Al Hakim)

15)

Betapa jeleknya seseorang yang dicap sebagai maling. Pencuri yang mengambil hak manusia tanpa

hak sudah begitu jeleknya dalam pandangan masyarakat, apalagi dalam hal ini yang diambil adalah

haq Allah. Maka tidak heran rosulullah mengatakan sebagai sejelek-jekek manusia. Apalagi yang

tidak sholat. Maka sangat perlu untuk terus didakwahi.

Orang yang tertimpa musibah berupa kemalingan atau hartanya dijambret orang saja, kadang-

kadang tidak bisa tidur berhari-hari, resah ingin hartanya kembali, dan menyesali akan

keteledorannya. Namun aneh tapi nyata, giliran sholatnya dicuri syetan dengan mengingatkan hal-

hal yang menghilangkan kekhusyukan, atau ia justru menjadi malingnya sendiri, malah tenang-

tenang saja. **)

Dari ‘Amr bin Ash dan Khalid bin Walid dan Syarhabil bin Hasanah serta Yazid bin Abi Sufyan,

mereka berkata :

“Rasulullah melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya, dan mematuk dalam

sujudnya. Maka sabdanya : Seandainya orang ini mati dalam keadaan seperti ini, maka ia mati

bukan dalam millah Muhammad”. (HR. Baihaqy) 16)

Hadits ini menerangkan bahwa mereka yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud seperti burung

yang mematuk, atau ayam jago yang makan, berarti telah mengerjakan suatu amalan yang tidak

disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akhir kata

Tidaklah ada penyimpangan moral dan tindak kejahatan yang terjadi di tengah kaum muslimin

kecuali bersumber pada kelalaian mereka dalam menegakkan sholat. Sholat semaunya, secepatnya,

seingatnya, kalau toh mau sholat mereka bagaikan bangkai tanpa ruh. Sebatas gerak badan belaka.

Belum lagi dari segi pakaian yang sembarangan, shof yang kacau balau. Belum lagi penyempurnaan

syarat-syaratnya, rukun dan sunnah-sunnahnya, serta konsekuensi sholat itu sendiri. Justru

kadangkala lebih banyak bid’ahnya dari pada sunnahnya.

Semoga kita dijauhkan dari rusaknya sholat, semoga kita hidup bahagia dan berkualitas

sebagaimana kesempurnaan sholat kita, amin.






About Me

Foto Saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khoirot

Papan Ngobrol


ShoutMix chat widget