-->

IKLAN SPESIAL

TELAH DIBUKA

KEDAI PENGETIKAN
"BUMI PENA"

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)
KOMISARIAT FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Menerima :

Pengetikan (Rp. 1.400,-/lbr)
Print BW (Rp. 350/lbr)
Print Colour (Rp. 1.500/lbr)
Desain Grafis (Harga Nego)

Office : Jl. Gembili II-1 Wonokromo, Surabaya
(Depan Komplek Muhammadiyah Gadung)
Cabang : Jl. Sutorejo Surabaya
(Depan Kampus UMSurabaya)

Contact Person : 0857 344 222 13
gravatar

Terapi Hati

“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik maka baiklah semua tubuh,
tapi jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa itu adalah hati” (HR Bukhory)



Urgensi masalah hati
Begitu pentingnya hati, karena di sanalah tempat keimanan, keyakinan, harapan, takut, tawakkal,
cinta, semangat, niyat dan seuruh amalan hati berada. Juga tempat kekufuran, keraguan, dan
bisikan-bisikan jahat bersarang. Hanya hati yang selamatlah yang kelak pada hari kiyamat bisa
mendatangkan manfaat kepada pemiliknya di saat harta dunia tiada berguna.
Allah berfirman: “Sesunnguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai
pertanggung jawaban” (QS Al-Isro’: 36) 1)
Hati manusia itu ada yang hidup, ada yang mati, sehat dan ada juga yang sakit. Dalam hal ini, ia
lebih penting dari pada tubuh dan perkaranya.
Hati yang sehat
Indikasi hati yang sehat adalah adanya keinginan untuk berkhidmat kepada Allah, rindu untuk
selalu taat kepada-Nya. Si empu hati hanya ingin satu harapan: selalu mentaati Allah. Yahya bin
Muad berkata: barang siapa yang senang untuk berkhidmad kepada Allah, maka sesuatu akan
senang taat kepadanya, barang siapa yang tentram dan sejuk berkhidmad kepada Allah, maka
tentram dan sejuk pula hati semua yang memandangnya. 2)
Ciri berikutnya; sangat bakhil terhadap waktu. Menyesal jika terbung sia-sia. Pelitnya terhadap
waktu melebihi pelitnya kepada harta. Keinginannya untuk meraih manfaat sangat teramat tinggi.
Orang yang memiliki hati yang sehat, tampak jika masuk waktu sholat. Hilanglah segala kesusahan
terhadap dunia. Ia justru mendapatkan harapan baru, kelapangan, kesejukan, dan petunjuk hati
dengan sholat tersebut.
Dia tidak pernah letih berdzikir kepada Allah dan selalu ingin bersyukur kepada-Nya. Dia sangat
takut untuk menyeleweng dan berpaling dari Allah. Ia mencurahkan hatinya dengan ikhlas, ridho,
loyal, istiqomah, ittiba’, dan ihsan kepada-Nya. dia takut melalikan hak-hakNya. 3)
Terapi agar hati sehat;
1. Membaca alquran
Utsman berkata: andaikan hati itu bersih, niscaya kalian akan ringan untuk membaca al-Quran. 4)
Dengan membaca Al-Quran seorang muslim mendapatkan cahaya petunjuk darinya, obat jiwa dan
penawarnya yang penuh rahmat, sebagaimana Allah berfirman;
“Wahai manusia, telah datang kepadamu nasihat dari tuhanmu (:Al-Quran) dan obat untuk di dalam
dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman” (QS. Yunus: 57) 5)
2. Dzikir
Ibnu Taimiyah berkata: dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan apabila keluar
dari airnya? Demikian pula keadaan hati yang hampa dari dzikir kepada Allah, si empunya tentu
blingsatan tak tentu arah, terombang-ambing hawa nafsu.
Pertanyaannya; mengapa dzikir itu demikian penting? Karena dzikir adalah makanan pokok bagi
hati, sedangkan kelalaian adalah petakanya. Bayangkan jika tubuh tidak pernah mendapat makanan
pokok, bagaimana keadaannya. Demikian pula hati, jika tidak mendapatkan makanannya.
Selain itu, dzikir dapat mengusir syetan dan menundukkannya. Dzikir adalah penyebab datangnnya
kebahagiaan hati, kegembiraan, kelapangan dan cahaya. Dzikir adalah obat dari banyak jenis
penyakit hati. Diriwayatkan bahwa seseorang datang menemui Imam Hasan al-Bashri dan berkata:
aku mengadukan kerasnya hatiku. Maka Imam berkata: lunakkanlah ia dengan dzikir” Bukankah
Allah berfirman: “Ketahuilah bahwa dengan dzikir hati bisa menjadi tentram” (Ar-Ro’du: 28)
3. Qiyamul lail
Sesungguhnya Robbmu mengetahui bahwa engkau bangun (untuk sholat) kurang dari 2/3 malam,
dan (ada kalanya) ½ malam, dan (ada kalanya) 1/3 malam” (QS Al-Muzammil: 20) 7)
Apabila semua mata telah terlelap, Abdullah bin Mas’ud bangun dan terdengarlah dengungan
bacaan sholatnya bagai suara lebah karena sholat malam sampai subuh menjelang. 8)
Hasan al-Bashri ditanya: mengapa orang yang tahajjud malam itu wajahnya berseri-seri? Beliau
menjawab: karena Allah hadiahkan sebagian berkas cahaya-Nya untuknya”
Al-Hasan berkata: aku melakukan hanya 1 dosa, maka akupun terhalang untuk melaksanakan sholat
lail. Maka ada seseorang yang datang kepadanya dan berkata: aku tidak dapat bangun malam, maka
tunjukkanlah apa obatnya!” ia berkata: janganlah engkau bermaksiyat di siang hari, niscaya Allah
akan membangunkanmu di malam hari, insya Allah”
Imam Sufyan Ats-Tsaury berkata: aku benar-benar terhalangi tidak bisa melaksanakan qiyamullail
selama 5 bulan hanya gara-gara 1 dosa yang aku lakukan”
Abu Sulaiman berkata: kelezatan malam hanya bisa dirasakan oleh mereka-mereka yang rajin sholat
malam. Sungguh, andai saja tidak ada malam niscaya aku tidak ingin berlama-lama di dunia ini.
Ibnul Munkadir juga berkata: kelezatan dunia ini tingggal 3 perkara: qiyamullail, berjumpa dengan
kawan beriman, dan sholat berjama’ah di masjid kaum muslimin” 9)
4. Istighfar
“Dan mintalah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang
(QS Al-Baqoroh: 199)10)
Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah dengan lisan dan biasaya diikuti dengan taubat,
bahwa memohon ampunan Allah dengan anggota badan untuk tidak mengulangi kesalahan.
Hasan al-Bashri berkata: perbanyaklah kalian akan istighfar di manapun dan kapanpun. Di rumah-
rumah, di meja makan, di jalan-lajan, di pasar-pasar, di majlis-majelis kalian, karena sesungguhnya
kalian tidak tahu kapan ampunan itu datang”
Dari Abu Hurairoh, bahwa rosulullah bersabda;
“Demi Allah, aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70X
dalam sehari” (HR.Bukhori) 11)
5. Do’a
Do’a merupakan nikmat yang besar, yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Dimana Allah memerintahkan kepada mereka untuk berdo’a dan Allah langsung berjanji akan
mengabulkannya. Bukankah ini sebuah kenikmatan?
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.
Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka
dalam keadaan hina-dina”. (QS. Ghaafir: 60)
Do’a memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama. Karena dengan do’a seseorang akan dibukakan
pintu-pintu kebaikan dari apa-apa yang ia minta. Dan ditutup dari celah-celah keburukan. Karena
hampir tiada seorangpun yang berdo’a kecuali pasti meminta kebaikan dan supaya dihindarkan dari
kejelekan. Sehingga datanglah keberuntungan satu persatu, rejeki menghampiri silih berganti
selama do’a tadi hanya dimohonkan kepada Allah saja.
Allah maha dekat, Dia mendengar setiap untaian do’a hamba-Nya, berjanji akan mengabulkannya,
dengan firman-Nya;
“Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat, akan aku perkenankan
do’a orang yang berdo’a kepada-Ku” (Al-Baqoroh:186)
6. Amalan-amalan sunnah yag lain.
“Dan tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan yang lebih Aku cintai dari yang Aku
wajibkan padanya, dan tidak henti-hentinya pula hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan
yang sunnah-sunnah sehingga Aku mencintainya, maka apabila Aku mencintainya maka Aku
menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat
dengannya, menjadi tangannya yang ia menggenggam dengannya, menjadi kakinya yang ia berjalan
dengannya, dan jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan jika ia berlindung
kepada-Ku maka Aku akan melindunginya” (HR. Bukhori) 15)
Hati yang sakit
Indicator hati yang sakit adalah suka bergelimang degan syahwat dan syubhat. Dan penyebabnya
adalah suka mengkonsumsi racun; banyak memandang, banyak bicara, banyak makan, banyak
bergaul.
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya...” (Al-Baqarah:10) 16)
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak
sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit
tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati.
Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk.
Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan
keyakinan-keyakinannya yang batil. Sebab “Luka, tak akan dapat membuat sakit jiwa yang mati.”
Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya
obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hati, berpengaruh pada semakin sulitnya ia menelan
obat.
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia enggan memakan makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu
menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang
berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna
bagi hatinya adalah iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur’an. Masing-masing memiliki gizi
dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-
sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. 17)
Sesungguhnya Allah berfirman:
”Katakanlah: “Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan
orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbat, sedang Al-qur’an itu suatu
kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat
jauh.” (Fushshilat: 44) 18)
Al-qur’an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan
akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur’an sebagai obat. Kalau si sakit
mahir menggunakannya sebagai obat, 19)
Hati yang mati
“Apakah orang yang mati, maka Aku hidupkan dan Aku jadikan baginya cahaya yang dengannya ia
bisa berjalan de tengah manusia sama seperti orang dalam kegelapan yang dia tidak bisa keluar
darinya? Demikianlah aku hiasi bagi orang-orang kafir itu dengan apa yang mereka lakukan” (Al-
An’am: 122) 20)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup
dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi’at dasarnya ia pasti
menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak
dapat membedakan yang baik dan yang buruk. 21)
Sebagaimana yang Allah firmankan:
“Mereka tuli, bisu, buta maka mereka tidak bisa kembali” (QS Al-Baqoroh: 18) 22)
AKHIR KATA, semoga Allah menjadikan hati-hati kita selalu hidup dan sehat, dihindarkan dari
penyakit serta kematiannya. Amiin.



About Me

Foto saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khoirot

Papan Ngobrol


ShoutMix chat widget