<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145</id><updated>2011-09-12T13:20:46.008-07:00</updated><category term='Pribadi'/><category term='umum'/><category term='Islam'/><category term='Mahasiswa'/><category term='Agenda Kami'/><category term='IMM'/><category term='makalah kuliah'/><title type='text'>IMM Kom. FAI UMSurabaya</title><subtitle type='html'>Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Komisariat Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Surabaya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-1644696624627268587</id><published>2010-12-11T04:20:00.000-08:00</published><updated>2010-12-16T04:24:45.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Kami'/><title type='text'>Rencana Pendirian Pesantren Mahasiswa</title><content type='html'>Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah yang telah mengajarkan manusia tentang apa yang tidak diketahuinya dengan perantara Al Qolam, Sholawat teriring Salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta Keluarga, Sahabat dan Pengikutnya yang tetap setia memperjuangkan tegaknya Dinul Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi pandangan bersama (Common Sense) bahwa peran pemuda sebagai agen penerus kejayaan ummat sudah tidak terelakkan lagi. Pada masanya nanti, pemuda saat inilah yang akan menjadi tonggak kehidupan. Sebagai sosok agent of change sekaligus sebagai agent of social control, pemuda khususnya mahasiswa dituntut untuk menjadi manusia insan kamil agar benar-benar mampu menjadi sosok teladan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai tonggak religi universitas terus berkembang seiring perubahan zaman. Perbedaan latar belakang mahasiswa serta semakin berbaurnya mahasiswa FAI dengan mahasiswa umum menuntut adanya  pembinaan yang lebih intens. Hal ini merupakan salah satu perwujudan dari misi FAI UMSurabaya untuk mencetak kader dakwah penerus perjuangan muhammadiyah di Jawa Timur khususnya dan di Idonesia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah ungkapannya, Mohammad Natsir (1987) pernah menyatakan sebuah gagasan tentang penyatuan kampus, masjid, dan pesantren. Masjid dan pesantren mewakili institusi da’wah, baik kelembagaan maupun aktivitasnya, sedangkan kampus merupakan perwakilan kaum intelektual. Penyatuan tiga komponen ini sesungguhnya merupakan inti kompilasi dari tiga potensi kecerdasan manusia yang dikaruniakan oleh Allah SWT, yakni kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Oleh karena itu, keberadaan sebuah pesantren di kampus menjadi sangat penting. Ia bisa menjadi penyeimbang bagi ilmu akademis yang didapat di bangku kelas, yaitu sebagai penyedia ilmu agama. Sehingga mahasiswa mampu menyeimbangkan ilmu dan imannya dalam beramal, baik di dunia kampus sekarang, maupun di dunia masyarakat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari wacana tersebut, Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Surabaya sebagai putra mahkota FAI UMSurabaya merasa berkewajiban untuk turut serta membantu melaksanakan serangkaian program pendidikan dan pembinaan keagamaan untuk mahasiswa FAI UMSurabaya. Hal ini dilaksanakan selain untuk membantu mewujudkan kader dakwah sebagaimana misi FAI UMSurabaya, juga demi terus berlangsungnya kejayaan IMM FAI UMSurabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan program tersebut, maka IMM Kom. FAI UMSurabaya bermaksud mewujudkan Pesantren Mahasiswa sebagai sarana perkaderan dan pembinaan untuk mewujudkan kader dakwah yang siap mejadi pelopor ummat, sekaligus untuk memproteksi mahasiswa FAI UMSurabaya dari ideologi yang merusak perkaderan melalui pengajian yang akan diberikan dalam pesantren tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, diharapkan agar mahasiswa FAI UMSurabaya dapat memanfaatkan pesantren tersebut sebagai sarana untuk berwira usaha untuk membentuk kader yang bukan hanya sebagai kader berilmu tinggi, namun juga kader yang kreatif dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-1644696624627268587?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/1644696624627268587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/12/rencana-pendirian-pesantren-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1644696624627268587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1644696624627268587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/12/rencana-pendirian-pesantren-mahasiswa.html' title='Rencana Pendirian Pesantren Mahasiswa'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-2948822684364721644</id><published>2010-10-01T20:29:00.000-07:00</published><updated>2010-12-16T04:11:06.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>BERHIASLAH wahai wanitaku</title><content type='html'>Berabagai merek parfum, kosmetik dan jenis pakaian saat ini memiliki pangsa pasar yang cukup bagus yakni dengan menjadikan wanita sebagai objeknya. Di jalan-jalan, mal-mal, hingga di lingkungan formil mereka menebar sejuta pesona yang melekat dalam diri mereka. Lantas benarkah apa yang mereka tebarkan itu adalah pesona sedangkan sejatinya itu hanyalah fitnah belaka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhias atau tabarruj sudah merupakan hal yang lazim terjadi di dunia masa kini. Adapun makna dari tabarruj itu sendiri cukup banyak ulama’ yang mengartikannya dalam beberapa pengertian antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Az Zajjaj Abu Ishaq Ibrahim ibn Sirri Menerjemahkannya sebagai perbuatan yang menampakkan perhiasan dan segala yang mengundang syahwat laki-laki.&lt;br /&gt;2. Qatadah mengartikannya sebagai wanita yang keluar rumah dengan berjalan lenggak-lenggok dan genit.&lt;br /&gt;3. Ibnul Atsir memahaminya sebagai perbuatan yang menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang ajnab (Bukan Mahram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan keadaan lingkungan kita yang seakan dipenuhi wanita yang berjalan dengan penuh dihiasi perhiasannya. Mulai dari perhiasan berupa benda hingga perhiasan berupa kecantikan yang amat sangat mempesona bagi kaum lelaki tersebut? Jika kita mau menyisihkan sejenak waktu kita guna membuka Alquran, maka akan kita dapati di sana beberapa ayat yang melarang secara tegas perbuatan tersebut. Antara lain QS Al-Ahzab;33, QS An-Nur;60 ditambah beberapa Hadits Nabi. Apapun yang terjadi selama ini, mulai seorang muslimah yang “telanjang” dengan pakaiannya, hingga mereka yang menggunakan kerudung “Gaul”, dengan pernak-pernik, pendek, transparan, wangi, lalu berjalan-jalan di muka umum bersama cincin, gelang dan berbagai perhiasannya dengan bangga seolah berkata “pandanglah aku, lihatlah aku..”&lt;br /&gt;Satu hal yang selayaknya menjadiperhatian kita, adalah bahwasanya dosa besar akan diancam dengan tegas dalam Quran berupa siksaan dan azab. Sementara wanita yang keluar rumah dengan pakaian telanjangnya, dengan tabarrujnya, dan mereka menebarkan fitnah maka sudah dijelaskan bahwa mereka tidak akan mencium bau surga. Baunya saja tidadk dapat menciumnya, apalagi merasakan nikmatnya kehidupan surga?&lt;br /&gt;Apakah ancaman ditas bermakna tabarruj adalah hal yang remeh? Berhati-hatilah.&lt;br /&gt;Lantas dengan apa selayaknya mereka berhias??&lt;br /&gt;Dengan dasar Quran dan Hadits sudah jelas bahwa hanya ada 2 hal yang dapat menjadi perhiasan kita. Yani keimanan dan Ketaqwaan pada Allah SWT. Maka Berhiaslah hai wanitaku dengan perhiasan yang telah ditentukan oleh Allah dengan jalan menambah keimanan dan Ketaqwaanmu. Satu lagi perhiasan yang tidak kalah mahalnya, Yakni rasa malu. Perhiasan yang terakhir inilah yang pada akhirnya dapat melepaskankita dari kejelekan baik di dunia maupun di akhirat. Tetap berhias di bawah Ridla Allah, niscaya kecantikanmu menjadi kecantikan yang sewajarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-2948822684364721644?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/2948822684364721644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/02/berhiaslah-wahai-wanitaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2948822684364721644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2948822684364721644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/02/berhiaslah-wahai-wanitaku.html' title='BERHIASLAH wahai wanitaku'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-9137699454131910418</id><published>2010-09-13T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-12-16T04:07:18.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Belajar Menjadi Orang "GOBLOK"</title><content type='html'>Tertarik membaca sebuah buku berjudul “Murid Goblok ketemu Guru Goblok” karya Imam Supriyono. Ia mengisahkan perjumpaannya dengan seorang guru bernama Abdul Rachim dalam buku ini. Banyak hikmah dan pelajaran yang mampu diambil dari kisah perjumpaan kedua sosok goblok tersebut. Lantas sejatinya seberapa goblok-kah mereka?&lt;br /&gt;Buku tersebut adalah karangan Imam Supriyono yang ke-7. Jelas bukan sembarang orang “goblok” yang mampu menulis buku hingga sekian kali, sedang orang yang pintar saja belum tentu mampu mengisi secarik kertas dengan kalimat yang bermutu dan bermanfaat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Orang Goblok&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, setidaknya terdapat 3 tipe orang goblok. Pembagian tersebut berdasarkan kesadaran orang tersebut atas kegoblokannya. Tiga tipe tersebut adalah :&lt;br /&gt;Tipe Pertama, orang goblok yang sadar atas ke-goblok-annya. Tipe goblok seperti ini sepertinya disarankan oleh pengarang agar seseorang mau menyadari kekurangannya dan mau berbenah diri agar bisa keluar dari predikat goblok.&lt;br /&gt;Tipe Kedua, orang goblok yang tidak sadar atas ke-goblok-annya. Dengan ketidak sadarannya, maka orang tersebut tidak akan mau berbenah diri dan selamanya akan tetap berada dalam jurang kegoblokan. Inilah yang kemudian diistilahkan sebagai goblok statis atau goblok abadi.&lt;br /&gt;Tipe Ketiga, orang goblok yang tidak sadar atas ke-goblok-annya dan bahkan cenderung suka menganggap orang lain goblok. Ia akan marah jika dibilang goblok ataupun dinasehati atas kegoblokannya. Parahnya ia justru menggoblokkan orang yang menganggapnya goblok. Sedemikian rumitnya goblok tipe ini hingga banyak diistilahkan sebagai goblok sempurna, goblok total ataupun goblok absolut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDA MASUK GOLONGAN MANA??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-9137699454131910418?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/9137699454131910418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/09/belajar-menjadi-orang-goblok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/9137699454131910418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/9137699454131910418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/09/belajar-menjadi-orang-goblok.html' title='Belajar Menjadi Orang &quot;GOBLOK&quot;'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-8624462260924871159</id><published>2010-04-13T09:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T09:48:00.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>PERAN ULAMA’ DALAM FATWA HARAM ROKOK BERDASAR KAIDAH FIKIH DAN KOMPETENSI INTELEKTUAL “GRAMSCI”</title><content type='html'>Oleh Gandhung Fajar Panjalu&lt;br /&gt;(Pemikir dan Perokok)&lt;br /&gt;Fatwa haram rokok yang akhir-akhir ini mencuat kembali di permukaan sejatinya bukan hanya masalah dalil.Terbukti banyak kaidah fikih yang sama digunakan oleh dua pihak, yakni pro fatwa haram dan pihak yang kurang setuju dengan fatwa tersebut. Misalnya kaidah daf'ul mafasid muqaddam `ala jalbil masolih (menjauhkan kerusakan lebih didahulukan daripada merengkuh kemaslahatan), serta kaidah laa dlororo wa laa dlirooron (Tidak ada pihak yang membawa mudlarat dan tidak ada pihak yang mendapat mudlarat). Jika dalilnya sama lantas mengapa penafsirannya berbeda? Disini saya akan mencoba membuka perbedaan tersebut melalui konsep kompetensi intelektual yang dikemukakan oleh Gramsci.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antonio Gramsci, pada saat dipenjara oleh Mussollini pada dekade 1930 menulis sebuah catatan yang kemudian muncul dalam bukunya  berjudul Selections from the Prison Notebooks of Antonio Gramsci (1971). Dalam buku tersebut ia membagi intelektual menjadi dua, yakni tradisional dan organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelektual Tradisional adalah kategori yang bisa dikenakan kepada figur intelektual menara gading yang melakukan kongsi dan aliansi dengan kaum penguasa. Karena itu, intelektual kelompok ini cenderung konservatif terhadap perubahan sosial. Dalam bahasa kita, kelompok ini termasuk di dalamnya para guru, kyai, dosen serta pihak-pihak lain yang terkungkung oleh teori yang ada dan tidak mampu serta tidak mau melepaskan diri darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun intelektual organik merupakan kategori bagi figur atau kelompok intelektual yang mendedikasikan dirinya untuk perjuangan menuju kebaikan kelompok sosial masyarakatnya. Karena itu, mereka cenderung revolusioner dan tidak konservatif. Dalam bahasa kita, kelompok ini adalah para aktifis organisasi sosial, mahasiswa aktif, pekerja kasar dan orang-orang lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga dalam tubuh MUI maupun Majelis Tarjih yang telah memaparkan fatwa haram rokok terdapat dua golongan ini. Ada kalangan tradisional yang menggunakan kaidah tersebut secara pasti, jelas dan tegas. Adapula kaum organik yang membawa kaidah tersebut berputar-putar, njlimet dan sedikit ruwet sebelum akhirnya muncul keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum tradisional, melihat makna kaidah dan hubungannya dengan rokok tentu akan memvonis haram, hal itu ditinjau dari kandungan rokok, kesehatan, dan bahaya rokok serta menyimpulkan bahwa merokok lebih besar bahayanya daripada manfaatnya. Namun bagi kaum organik mencoba untuk menghubungkannya dengan dunia luar, para buruh pabrik rokok, devisa negara dan lain sebagainya yang akhirnya berfikiran bahwa memang rokok madlaratnya cukup besar, namun fatwa haram merokok akan membawa madlarat lebih besar lagi, akhirnya lahirlah kesimpulan bahwa merokok hukumnya makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus fatwa rokok, dan mungkin yang lainnya, tampak bahwa ulama memiliki fungsi sebagai intelektual organik sekaligus sebagai intelektual tradisional. Mereka bukah hanya mampu mengaji namun juga mengkaji. Bukan hanya bisa ndalil namun juga mampu memikirkan keadaan ummat dan memikirkan kebaikan pada masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas dimana kita berpijak dalam kasus rokok ini? Haramkah?? Makruhkah?? Atau hanya haram bagi golongan tertentu saja sedang yang lain makruh?? Jawabannya adalah “Kembali kepada hati nurani kita”. Mari berfikir dan menelaah dengan hati, bukan hanya dengan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-8624462260924871159?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/8624462260924871159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/04/peran-ulama-dalam-fatwa-haram-rokok.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8624462260924871159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8624462260924871159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/04/peran-ulama-dalam-fatwa-haram-rokok.html' title='PERAN ULAMA’ DALAM FATWA HARAM ROKOK BERDASAR KAIDAH FIKIH DAN KOMPETENSI INTELEKTUAL “GRAMSCI”'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-8844957945701650974</id><published>2010-03-23T19:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T09:51:33.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>VIRUS KAGETAN DAN MUTUNGAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Jika kader Muhammadiyah itu “Kagetan”, maka Muhammadiyah akan redup sinarnya, lalu mati.&lt;br /&gt;Jika kader Muhammadiyah itu “Mutungan”, maka Muhammadiyah akan redup pula sinarnya, lalu mati juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua baris kalimat di atas adalah kalimat sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Pemaknaan tersebut bukan hanya berkisar benar atau tidaknya kalimat di atas, namun juga berkaitan dengan posisi, apakah kita berada dalam salah satu golongan tersebut, ataukah kita masih berada di golongan yang lurus dan benar, ataukah justru kita membuat golongan sendiri yang baru dan berbeda, namun berujung sama, mematikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader kagetan merupakan istilah bagi seorang kader yang tidak dapat menempatkan diri pada posisi dimana ia berada. Baru menjadi ketua PCM saja sudah berfikiran bahwa pergerakan muhammadiyah berada di bawah kekuasaannya. Baru menjadi ketua IMM komisariat saja sudah merasa dirinya sebagai orang top di IMM. Di sisi lain, kader kagetan itu diartikan sebagai kader yang “lupa akan kulitnya”. Ketika ia menduduki jajaran penting, ia akan menjadi kaget, bingung, mencoba untuk eksis diselubungi kata totalitas, lantas melupakan ikatan dan persyarikatan. Biasanya, hal ini identik hubungannya dengan amal usaha. Ketika seorang kader sudah berada pada posisi nyaman di amal usaha, maka ghirohnya untuk berbhakti pada persyarikatan cenderung melemah. Apalagi amal usaha yang “profitable”, karena dirasa amal usaha tersebut lebih menguntungkan secara finansial daripada eksis di persyarikatan yang sifatnya sosial yang biasanya ia plesetkan menjadi “Ngo-sos &amp; sial”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kader Muhammadiyah tersusupi virus ini, maka ia hanya akan menjadi benalu di Muhammadiyah. Menghisap makanan dan bergantung hidup di Muhammadiyah, namun sejatinya ia justru akan melemahkan Muhammadiyah. Berapa banyak kader amal usaha kita yang lupa akan garis perjuangan Muhammadiyah (Apalagi memang sebagian pengurus amal usaha bukan orang Muhammadiyah). Hal inilah yang akan melemahkan Muhammadiyah di masa mendatang. Banyak kader, namun hanya kader numpang yang pada akhirnya malah mematahkan pergerakan Muhammadiyah itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kader mutungan adalah sosok kader yang merasa dirinya berjasa, namun ia merasa jasa tersebut kurang dihargai oleh orang lain maupun oleh persyarikatan. Karena merasa jasanya kurang dihargai, lantas ia menarik diri dan nyepi dari pergerakan atau bahkan mencari pergerakan lain yang ia anggap bisa lebih menghargainya. Biasanya, hal ini identik dengan majelis dan ortom. Bagaimana seorang ketua majelis dikdasmen yang sudah puluhan tahun membawa dan membina amal usaha pendidikan dengan sukses tapi koq tidak segera diangkat menjadi kepala sekolah misalnya. Atau tentang seorang mahasiswa yang memiliki kompetensi keilmuan dan konsep keilmuan yang matang, bahkan ia merasa telah berhasil mengajak banyak kader untuk bergabung di IMM, namun ia merasa setiap idenya tidak pernah disepakati teman-temannya, bahkan dipatahkan oleh kawannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus ini merupakan gabungan dari dua hal, yakni virus ‘ujub, dimana seseorang merasa wah dengan apa yang telah ia lakukan, lantas dibumbui virus suudzdzon, dimana ia menganggap kritikan orang lain sebagai unsur kebencian atas dirinya. Kedua virus ini mengakibatkan rasa jengah dalam pergerakan karena merasa tidak dianggap, lalu ia memilih untuk memutuskan hubungan dari pergerakan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap penyakit ada obatnya, setiap virus ada antivirusnya. Lantas apa yang dapat menjaga dan menyembuhkan kita dari kejangkitan dua virus diatas?. Jawabnya adalah dengan kembali kepada khiththah pergerakan, serta sering menghadiri forum internal yang membahas tentang pergerakan agar ideologi kita senantiasa bersih dan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-8844957945701650974?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/8844957945701650974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/03/virus-kagetan-dan-mutungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8844957945701650974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8844957945701650974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/03/virus-kagetan-dan-mutungan.html' title='VIRUS KAGETAN DAN MUTUNGAN'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-3689196240509071551</id><published>2010-02-01T12:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T12:27:00.780-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Sejarah dan Realita dibalik Valentine Day</title><content type='html'>Hari ini, banyak media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Warna merah mendominasi sebagian besar tempat tersebut. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. "selamat hari Valentine" menjadi kalimat wajib yang terucap dari setiap orang yang mengikuti perayaan tersebut, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta. Bahkan ada beberapa produk yang dijual dengan diskon atau dengan desain spesial untuk memperingati hari valentine.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan banyak ABG khususnya teman-teman kita, para remaja islam yang terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor budaya Barat atau budaya ritual agama lain akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Belakangan, Virus Valentine tidak hanya menyerang remaja bahkan orang tua pun turut larut dalam perayaan yang bersumber dari budaya Barat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Valentine&lt;br /&gt;Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani. Ketika ia ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati.&lt;br /&gt;Dalam versi kedua , Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengada-kan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani ber-sama 46 kerabatnya.&lt;br /&gt;Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkum-pul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan " dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini." Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat " dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil (dewa Cupid) dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Memperingati Hari Valentine&lt;br /&gt;Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ." (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu ke-mungkaran yang besar. Ibnul Qayyim berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutu-kan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah."&lt;br /&gt;Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah (tuntunan Allah dan Rasul-Nya). Tidak ada suatu bid'ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca,&lt;br /&gt;"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pu-la jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.&lt;br /&gt;Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang mempe-ringatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain!&lt;br /&gt;Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuktikan Cinta Menurut Islam&lt;br /&gt;Cinta dalam islam merupakan salah satu pilar penting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari rasa cinta akan terasa hampa.&lt;br /&gt;Sedangkan perasaan mencintai dapat dipupuk dengan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam :&lt;br /&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ&lt;br /&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku. (Q.S. Ali Imran: 31 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melakukan amalan fardhu dan sunat, Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;(( وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ : فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ ))&lt;br /&gt;" Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Kucintai daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya, maka apabila Aku telah mencintainya Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bekerja  dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi”. HR. Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sering membaca Al quran, dalam sebuah hadist Nabi:&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengutus seorang lelaki memimpin sebuah ekspedisi, dia selalu membaca sebuah (surat) ketika shalat mengimami para pasukannya dan menutup bacaannya dengan [قُل هو اللَّه أحد ] , tatkala mereka kembali, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Ia bersabda, "Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan hal tersebut? lalu mereka bertanya kepadanya, Ia berkata: “Karena surat tersebut (Al Ikhlash) menjelaskan sifat Ar Rahman, maka saya sangat cinta untuk membacanya,” lalu Rasulullah bersabda: “Beritahu dia bahwa Allah ta`ala mencintainya.” Muttafaq ’alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengucapkan assalamu'alaikum saat bertemu atau masuk rumah, sabda Nabi saw. :&lt;br /&gt;“Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai, maukah aku tunjukkan kalian tentang suatu hal jika kalian melakukannya, kalian akan saling mencintai, tebarkan salam di antara kalian”. HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Saling mengunjungi, sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Seorang lelaki menziarahi saudaranya di kampung lain, lalu Allah mengutus seorang malaikat mengawasi perjalanannya, tatkala ia sampai di kampung tersebut, malaikat berkata : “Mau kemanakah engkau?”, ia berkata : “Aku ingin mendatangi saudaraku di kampung ini”, malaikat berkata : “Apakah engkau mengunjunginya karena ingin mendapatkan manfaat duniawi?”, ia berkata : “Tidak, hanya karena aku mencintainya karena Allah”, malaikat berkata : “Sungguh aku adalah utusan Allah kepadamu bahwasanya Allah telah mencintaimu seperti engkau mencintai si fulan karena-Nya”. HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Ungkapkan rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan: " Aku mencintaimu karena Allah" dan yang diberi ucapan harus menjawab," semoga Allah mencintaimu". Sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Ada seorang lelaki di sisi Nabi shallallahu `alaihi wasallam, lalu seorang lelaki lewat maka yang di sisi Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh aku mencintai orang ini”, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukannya?”, ia berkata : “Tidak”, ia bersabda : “Beritahu dia”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata : “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”, lalu ia menjawab : “Semoga Zat yang engkau mencintaiku karena-Nya mencintaimu”. HR Abu Daud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjadikan kita orang- orang yang saling bercinta karena-Nya yang nanti dijanjikan Allah mendapat naungan 'Arsy di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.&lt;br /&gt;Akhirnya marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa sya'ir cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad shallallahu `alaihim wasallam :&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ&lt;br /&gt;(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada cinta-Mu, ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”. HR. Tarmizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-3689196240509071551?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/3689196240509071551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/02/sejarah-dan-realita-dibalik-valentine.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/3689196240509071551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/3689196240509071551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/02/sejarah-dan-realita-dibalik-valentine.html' title='Sejarah dan Realita dibalik Valentine Day'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-426874985291182292</id><published>2010-01-31T22:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T22:26:37.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Kupas Tuntas VAL-DAYS</title><content type='html'>Kehadiran hari valentine seakan lebih dinanti dan ditunggu melebihi hari maulid Nabi Muhammad SAW. Unik memang, namun itulah kenyataannya. Hari itu sebentar lagi akan akan tiba, 14 februari mendatang. Sebagai remaja muslim khususnya kader IMM, tentu kita harus mengetahui apa saja terkait hari tersebut, khususnya bagaimana pandangan islam terhadap peringatan valdays yang banyak dimeriahkan remaja saat ini&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VALENTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.&lt;br /&gt;Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.&lt;br /&gt;Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius.&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, namun jarang kepada teman pria lainnya. Kecuali kedua-duanya adalah kaum homoseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Hari Valentine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Kesuburan bulan Februari&lt;br /&gt;Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.&lt;br /&gt;Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Gereja&lt;br /&gt;Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:&lt;br /&gt;• seorang pastur di Roma&lt;br /&gt;• seorang uskup Interamna (modern Terni)&lt;br /&gt;• seorang martir di provinsi Romawi Africa.&lt;br /&gt;Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.&lt;br /&gt;Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.&lt;br /&gt;Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.&lt;br /&gt;Valentinius&lt;br /&gt;Guru ilmu gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep ... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan" ..." [1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era abad pertengahan&lt;br /&gt;Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa&lt;br /&gt;For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)&lt;br /&gt;Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)&lt;br /&gt;Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasanagan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:&lt;br /&gt;• Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".&lt;br /&gt;• Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.&lt;br /&gt;Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Valentine pada era modern&lt;br /&gt;Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Valentine di negara-negara non-Barat&lt;br /&gt;Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antarkekasih juga mulai muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia perayaan hari Valentine oleh orang Melayu dikecam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Arab Saudi, umat Islam di sana diharamkan untuk memperingatinya karena dianggap sebagai perayaan kaum Kristen yang penuh kekufuran [2].&lt;br /&gt;Pandangan Islam terhadap Valentine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar ulama Islam seperti Ibnu Qayyim dan Ibnu Taimiyah melarang umat Islam untuk ikut merayakan valentine.Menurut beliau, hari besar yang diharamkan untuk terlibat di dalamnya adalah semua jenis hari raya pemeluk agama lain selain Islam. Bahkan beliau meluaskan mengertiannya bahwa tidak hanya yang terkait dengan hari besar agama non Islam, tetapi hari raya apapun yang tidak ada dasarnya dalam Islam pun juga diharamkan untuk menjalankannya [3][4]. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur'an surat AlKaafirun ayat 6 :Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.&lt;br /&gt;Islam tidak mengenal hari kasih sayang. Kasih sayang dalam Islam bersifat universal, tidak dibatasi waktu dan tempat dan tidak dibatasi oleh objek dan motif. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad: "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari" HR. Muslim.[5] Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditinpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentinius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu datanglah Valentinus, ia yang percaya bahwa samudra dan keheningan sebagai permulaan dari segala sesuatu." -Quevedo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentinius, (juga dikenal sebagai Valentinus) (l.k. 100 - l.k. 153), adalah seorang teolog Gnostik Kristen yang paling terkenal dan berpengaruh dan untuk suatu masa tertentu paling berhasil. Ia mendirikan alirannya di Roma. Menurut Tertulianus dalam Adversus Valentinianos iv, pada tahun 143 ia adalah calon uskup Roma, namun ia dikalahkan oleh perbedaan suaru yang sangat kecil. Tertulianus juga megnatakan bahwa Valentinius dinyatakan penyesat pada 175, beberapa tahun setelah kematiannya. "Valentinus telah hilang, namun orang-orang ini adalah kaum Valentinian yang muncul dari Valentinus. Di Antiokhia saja hingga hari ini Axionikus menyimpan kenangan terhadap Valentinus dengan ketaatan penuh terhadap aturan-aturannya." (Tertulianus, AV). Melalui dia, Gnostisisme hampir diterima masuk ke dalam tradisi arus utama agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep ... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan" ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi&lt;br /&gt;Valentinius dilahirkan di Frebonis di Delta Nil dan belajar di Alexandria, sebuah pusat Kristen perdana penting dan kota metropolitan saat itu. Di sana diduga ia pernah mendengar filsuf Kristen Basilides dan kemudian jelas menguasai filsafat Platonisme Tengah Helenistik dan kebudayaan orang-orang Yahudi Helenis seperti alegoris dan filsuf Yahudi Alexandria, Filo Yudeus. Para pengikutnya di Alexandria mengklaim bahwa Valentinus adalah pengikut Teudas dan bahwa Teudas sendiri adalah pengikut St. Paulus dari Tarsus. Valentinius mengklaim bahwa Teudas mengajarkan kepadanya hikmat rahasia yang telah diajarkan Paulus secara pribadi kepada kalangan dekatnya, yang secara terbuka dirujuk oleh Paulus dalam hubungan dengan perjumpaan visionernya dengan Kristus yang bangkit (Roma 16:25; 1 Korintus 2:7; 2 Korintus 12:2-4; Kisah 9:9-10), ketika ia menerima ajaran rahasia daripadanya. ajaran-ajaran esoterik seperti itu tidak lagi begitu dipentingkan di Roma setelah pertengahan abad ke-2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentinius mula-mula mengajar di Alexandria dan kemudian pergi ke Roma sekitar 136, pada masa Hyginus menjadi Paus, dan tinggal di sana hingga masa kepausan Paus Anicetus. Ia menjadi begitu menonjol di antara komunitas Kristen sehingga, menurut Tertulianis Adversus Valentinianos iv, Valentinius menjadi kandidat untuk uskup Roma (sekitar tahun 143) dan bahwa ia kalah dengan perbedaan suara yang sangat kecil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Valentinius berharap menjadi uskup karena ia sangat cakap dan pandai berbicara, namun orang lain yang dipilih karena ia pernah menderita sebagai seorang martir. Karena marah oleh hal ini, Valentinius memutuskan hubungan dengan gereja yang sah." — [1] (Motivasi yang dijelaskan ini adalah bagian dari retorika sarkastik Tertulianus.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catholic Encyclopedia mengatakan Marcion mungkin juga menjadi salah satu kandidatnya pada saat yang sama. Tertulianus— yang mengembangkan kecenderungan-kencederungan ajaran sesat Montanis— melaporkan bahwa Valentinius dinyatakan sebagai penyesat pada sekitar 175 M. setelah kematiannya. Tertulianus juga menyatakan bahwa Valentinius secara pribadi bersahabat dengan Origenes. Tidak ada bukti bahwa Valentinius pernah digambarkan mengembangkan gereja Paulin yang ortodoks, namun ia memang kontroversial. Menurut sebuah tradisi yang belakangan, ia mengundurkan diri ke Siprus, dan di sana ia terus mengajar dan memperoleh pengikut. Ia meninggal mungkin sekitar 160 atau 161.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para heresologis (=penulis tentang ajaran sesat) Kristen juga menulis rincian-rincian kehiudpan Valentinus yang oleh komunitas ilmiah di masa kini dianggap tidak dapat diandalkan. Seperti yang disebutkan di atas, Tertulianus mengklaim bahwa Valentinus adalah seorang kandidat uskup Roma dan bahwa ia kalah dalam pemilihan dengan suara tipis, dan setelah itu ia berpaling kepada ajaran sesat karena kecewa. Epifanius menulis bahwa Valentinus meninggalkan iman yang sejati setelah kapalnya karam di Siprus dan menjadi gila. Selain tampaknya tidak mungkin, gambaran-gambaran ini juga kelihatan saling bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentinus adalah salah satu orang Kristen perdana yang berusaha untuk menghubungkan agama Kristen dengan Platonisme. Ia mengambil konsep-konsep dualis dari dunia Platonis tentang bentuk-bentuk yang ideal (pleroma) dan dunia bawah berupa fenomena (kenoma). Dari para pemikir dan pengkhotbah pertengahan abad ke-2 yang dinyatakan sesat oleh Ireneus dan oleh orang-orang Kristen arus utama yang belakangan, hanya Marcionlah yang menonjol secara pribadi. Perlawanan ortododoks yang sezaman terhadap Valentinus muncul dari Yustinus Martir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Valentinus masih hidup ia mempunyai banyak murid, dan sistem pemikirannya adalah yang paling menyebar dari semua bentuk Gnostisisme. Di antara para murid Valentinus yang lebih menonjol, yang betapapun tidak mengikuti pandangan gurunya secara membabi-buta, adalah Bardasanes, yang biasanya dihubungkan dengan Valentinus dalam rujuan-rujukan yang kemudian, serta Herakleon, Ptolemeus dan Marcus. Banyak dari tulisan-tulisan dari para tokoh Gnostik ini, dan sejumlah besar ringkasan dari tulisan-tulisan Valentinus, yang ada hanya dalam bentuk kutipan-kutipan yang diperlihatkan oleh para lawannya yang ortodoks, hingga 1945, ketika kotak tulisan-tulisan di Nag Hammadi mengungkapkan sebuah versi Koptik tentang Injil Kebenaran, yang, menurut Ireneus, adalah sama dengan Injil Valentinus yang disebutkan oleh Tertulianus dalam traktatnya Adversus Valentinianos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah teks yang dikenal seagai Pseudo-Anthimus, Valentinus dikutip pernah mengajarkan bahwa Allah terdiri dari tiga hypostasis (hakikat) (realitas-realitas rohani tersembunyi) dan tiga prosopa (pribadi) yang disebut Bapa, Anak dan Roh Kudus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengenai ajaran sesat para Ariomaniak, yang telah merusakkan Gereja Allah ... Maka ajarkanlah ketiga hypostasis ini, seperti halnya Valentinus si penghulu penyesat pertama kali ciptakan dalam buku yang diberinya judul 'Tentang Tiga Hakikat'. Karena dialah orang pertama yang menciptakan ketiga hakikat ini dan ketiga pribadi yaitu Bapa, anak dan Roh Kudus, dan ia ternyata telah mencurinya dari Hermes dan Plato." (Sumber: AHB Logan. Marcellus dari Ankara (Pseudo-Anthimus), 'On the Holy Church': Text, Translation and Commentary. Verses 8-9. Journal of Theological Studies, NS, Volume 51, Pt. 1, April 2000, hlm. 95 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Valentinus telah menggunakan istilah hypostases (hakikat), namanya muncul dalam pertikaian Arianisme pada abad ke-4. Marcellus dari Ankara, yang merupakan lawan keras Arianisme tetapi juga yang menolak kepercayaan kepada Allah dalam tiga hakikat dan menganggapnya sesat (belakangan ia dikutuk karena pandangannya ini), menyerang lawan-lawannya (Tentang Gereja yang Kudus, 9) dengan menghubungkan mereka dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Valentinus, sang pemimpin dari sebuah sekte, adalah orang pertama yang menciptakan pemahaman tentang tiga keberadaan (hypostasis) yang berkelanjutan, dalam sebuah buku yang diberinya judul Tentang Tiga Hakikat. Karena, ia menciptakan pemahaman tentang tiga keberadaan yang berkelanjutan dan tiga pribadi - bapa, anak, dan roh kudus." [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran ini belakangan diadaptasi dalam doktrin tentang Tritunggal dari Kekristenan Nicea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengecam Valentinus&lt;br /&gt;Tak lama setelah kematian Valentinus, Ireneus mulai menyusun bukunya yang tebal Adversus Haeresis dengan pandangan yang sangat bias dan negatif mengenai Valentinus dan ajaran-ajarannya yang mengisi sebagian besar dari buku pertamanya. Seorang peneliti modern, M.T. Riley, mengamati bahwa serangan Tertulianus yang bermusuhan, Adversus Valentinianos menerjemahkan kembali sejumlah alinea dari Ireneus, tanpa menambahkan bahan-bahan orisinal [3]. Belakangan, Epifanius dari Salamis membahas dan menolaknya (Haer., XXXI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan semua penulis Kristen perdana yang non-traidisonal, Valentinus dikenal umumnya melalui kutipan-kutipan dalam karya-karya para pengkritiknya, meskipun seorang pengikutnya dari Alexandria juga melestarikan sejumlah bagian yang fragmentaris dalam bentuk kutipan-kutipan panjang. Seorang guru Valentinian, Ptolemeus merujuk kepada "tradisi kerasulan yang kami pun telah menerimanya melalui suksesi" dalam suratnya yang bernama Surat kepada Flora. Ptolemeus dikenal hanya melalui surat ini kepada seorang perempuan Gnostik yang kaya yang bernama Flora, sementara surat ini sendiri hanya dikenal karena sepenuhnya dicantumkan dalam tulisan Epifanius Panarion. Surat ini menceritakan pandangan Gnostik mengenai Hukum Musa, dan situasi tentang Demiurgos yang berkaitan dengan hukum ini. Tidak boleh diabaikan bahwa ada kemungkinan bahwa surat ini dikarang oleh Epifanius, dalam bentuk pidato-pidato yang disusun yang seringkali dimasukkan oleh para sejarahwan kuno ke dalam mulut tokoh-tokoh mereka, sebagai cara yang singkat untuk membuat ringkasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injil Kebenaran&lt;br /&gt;Dalam keadaan ini, terbukalah bidang baru dalam studi-studi Valentinian ketika Perpustakaan Nag Hammadi ditemukan di Mesir pada 1945. Di antara kantung yang sangat campuran yang berisi karya-karya yang dicap "gnostik" terdapat serangkaian tulisan yang mungkin sekali berkaitan dengannya, khususnya teks Koptik yang disebut Injil Kebenaran yang secara spesifik pernah disebut sebagai karyanya oleh Ireneus (Adversus Haeresis 3.11.9). Ini adalah suatu pernyataan tentang nama Sang Bapa yang tidak dikenal. Bila seseorang mengetahuinya, maka orang tersebut akan mampu menembus cadar kebodohan yagn telah memisahkan semua makhluk dari Sang Bapa. Dan Yesus Kristus sebagai Juruselamat telah menyingkapkan nama itu melalui berbagai cara yang penuh dengan bahasa yang mengandung unsur abstrak. Clyde Curry Smith menyatakan "Pengertian ini akhirnya terlalu esoterik buat konsumsi umum, dan para pengikut Valentinus kemungkinan sekali hanyalah orang-orang yang berpendidikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem teologi&lt;br /&gt;Valentinus mengaku bahwa gagasan-gagasannya berasal dari Teodas atau Teudas, seorang murid dari St. paulus, namun sistemnya jelas merupakan upaya untuk melebur spekulasi-spekulasi Yunani dan Oeriental yang paling fantastis dengan gagasan-gagasan Kristen. Ia khususnya berutang kepada Plato. Dari Plato diambil paralel dengan dunia yang ideal (pleroma) dan dunia bawah berupa fenomena (kenoma). Valentinus secara bebas mengambil dari sejumlah kitab Perjanjian Baru, namun ia menggunakan sebuah sisten penafsiran yang aneh yang dengannya para penulis kitab suci itu dijadikannya bertanggung jawab atas pandangan-pandangan kosmologis dan panteistiknya sendiri. Dalam mengembangkan sistemnya ini, ia sama sekali didominasi oleh dualisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai awal permulaan dari segala sesuatu, ia mengambil bentuk Makhluk yang Pertama (Primal Being) atau Bythos, yang setelah selama berabad-abad membungkam dan melakukan kontemplasi, menyebabkan hadirnya makhluk-makhluk lain melalui proses pemancaran (emanasi). Rangkaian makhluk pertama, aeon, berjumlah tiga puluh, yang mewakili 15 syzygy atau pasangan yang cocok secara seksual. Melalui kelemahan dan dosa Sakla (atau Sofia), salah satu daeri aeon yang paling rendah, dunia bawah dengan ketundukannya terhadap materi pun diciptakan. Manusia, makhluk yang tertinggi di dunia bawah, ikut serta dalam sifat psikis dan hilis (materi), dan karya penebusan terdiri dalam pembebasan dari keberadaan yang lebih tinggi, yang rohani, dari perhambaannya kepada yang lebih rendah. Inilah firman dan misi Kristus dan Roh Kudus. Kristologi Valentinus teramat membingungkan. Ia tampaknya mempertahankan keberadaan tiga makhluk yang menebus, tetapi Kristus, Putra Maria, tidak mempunyai tubuh yang sesungguhnya dan tidak menderita. Sistem Valentinus sangat komprehensif dan dikembangkan untuk mencakup semua tahap pikiran dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentinian&lt;br /&gt;"Valentinian" adalah nama aliran filsafat Gnostik yang berasal dari Valentinius. Ini adalah salah satu gerakan Gnostik utama, yang menyebar di seluruh dunia Romawi dan menyebabkan munculnya berbagai tulisan oleh para heresiolog (=penulis tentang ajaran sesat) Katolik. Mereka mengajarkan bahwa materi atau benda itu jahat, khususnya tubuh manusia. Mereka bahkan seringkali digambarkan tak lebih daripada sebuah ajaran sesat di lingkungan agama Kristen, dengan pandangan negatif yang ekstrem tentang kebendaan. Tokoh-tokoh Valentinian yang terkemuka antara lain adalah Herakleon, Ptolemeus, Florinus, dan Axionikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine Day Sekadar Geliat Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman begitu cepat berubah seiring dengan geliat kehidupan manusia. Coba saja lihat setiap tahun pada 14 Februari ada sebagian dari kita latah ikut-ikutan merayakan Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day. Namun, ada juga yang menolaknya dengan alasan itu diadopsi dari budaya 'asing' dan kurang pas jika dikembangbiakan di tanah air kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine dianggap hari istimewa dan spesial. Di hari itu orang boleh mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Kapan dan siapa yang mempopulerkan kebiasaan ini di Indonesia ? Sepertinya pertanyaan ini tak perlu dijawab, sebab yang ikutan merayakan Cuma komunitas yang sangat sempit dan tidak berpengaruh pada perkembangan budaya bangsa. Karena itu, di kalangan kawula muda sendiri - Valentine eksistensinya sekadar hadir tanpa harus mengakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tingkah yang dilakukan sekelompok kecil untuk menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat seperti sang kekasih. Ada juga antar teman saling bertukar cindera mata atau membagi kado kasih sayang yang diekspresikan dengan bahasa cinta, melalui kartu ucapan atau lewat SMS di ponsel, atau merayakannya secara bersama-sama sambil menikmati makan kesukaan. Namun dalam konteks menjalin tali pergaulan sesama manusia, Valentine barangkali bisa diekspresikan sebagai wahana penyadaran diri akan pentingnya kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi semacam ini menjadi penting, apalagi disaat bangsa ini sedang dilanda perpecahan dan punya hobby baru bertarung dan saling gontok-gontokan. Nuansa saling serampang makin nampak setelah politisi membius rakyatnya untuk memilih wadah kecil-kecil dalam bentuk 240 partai yang sudah terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kasih sayang itu sebenarnya tidak harus spesial pada 14 Februari saja. Seyogianya kasih itu terus mengalir bagaikan Kasih Kristus yang tiada pandang bulu dan pandang waktu . KasihNya tiada henti walaupun orang kadang tidak menyadari bahwa pada setiap tarikan nafas, kasih itu mengalir sepanjang masa. Di masyarakat komunitas kasih harus diterjemahkan dalam kehidupan manusia yang memandang perlu hidup saling menghormati, saling mengasihi, dan saling berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Teologis.&lt;br /&gt;Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.&lt;br /&gt;Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat Budaya&lt;br /&gt;Di tanah air, perayaan Valentine’s Day mengundang banyak keraguan di kalangan masyarakat. Keraguan itu dikarenakan Valentine datangnya dari negara asing. Sementara, perkembangan tehnologi melesat begitu jauh dan meluncur ke depan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.. Sedangkan batasan tembok transformasi budaya sangat tipis dan bahkan tidak lagi ada sekat-sekat pemisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui saluran jarak jauh yang tidak lagi dihubungkan dengan kabel, membuat kehidupan manusia berubah sangat drastis. Dan kesadaran itu lahir, karena pada dasarnya manusia terus berkembang.. Melalui bahasa cinta, barangkali Valentine sebagai geliat budaya untuk membuka ajang perdamaian melalui ungkapan Kasih Sayang. Sebab bagaimanapun juga Valentine dalam perkembangannya dapat dijuluki sebagai Saint of Lovers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine’s Day, eksistensinya makin meluas. Bukan hanya melanda pada jiwa dan kebutuhan kawula muda, tetapi sudah merasuk pada sisi kehidupan secara massal. Terbukti, nilai kasih sayang itu tidak hanya tercipta dan untuk memperingati hari-hari istimewa saja. Melainkan, kasih sayang menjadi suatu dinamika dari kehidupan manusia yang sejak dulu hingga sekarang terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merayakan Valentine Day, Berarti Ikut Menuhankan Yesus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH VALENTINE DAY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.&lt;br /&gt;Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRADISI KIRIM KARTU&lt;br /&gt;Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPENTINGAN BISNIS&lt;br /&gt;Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESTA KEMAKSIATAN&lt;br /&gt;Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN&lt;br /&gt;Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.(Rz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-426874985291182292?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/426874985291182292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/01/kupas-tuntas-val-days.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/426874985291182292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/426874985291182292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/01/kupas-tuntas-val-days.html' title='Kupas Tuntas VAL-DAYS'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-2117849524021455805</id><published>2010-01-28T03:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T21:47:44.048-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah kuliah'/><title type='text'>HUKUM ACARA PERDATA</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Dalam pemeriksaan persidangan di pengadilan ada yang dinamakan dengan saksi, yang&lt;br /&gt;dimaksud dengan saksi adalah orang dapat memberikan keterangan penyelidikan, penuntutan,&lt;br /&gt;pemeriksaan dan penyidikan di sidang pengadilan baik mengenai tindakan pidana maupun&lt;br /&gt;perdata yang ia dengar sendiri, lihat sendiri dan alami sendiri. Sedangkan korban adalah orang&lt;br /&gt;yang mengalami penderitaan fisi, mental, atau ekonomi yang di akibatkan oleh tindak pidana. &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini juga menggambarkan tugas hakim yang diantaranya yaitu menerima,&lt;br /&gt;memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya.dan&lt;br /&gt;juga harus mendengarkan segala sesuatu yang ada di dalam persidangan missal, mendengarkan&lt;br /&gt;penuntut umum, saksi dan belaan dari terdakwa (orang yang jadi tersangka ) dalam kasus&lt;br /&gt;tersebut. Namun hakim juga harus berusaha mendamaikan antara kedua belah pihak yang&lt;br /&gt;berselisih. Dalam makalah ini juga membahas tentang bagaimana jalannya persidangan dalam&lt;br /&gt;pengadilan dan juga pemeriksaan di persidangan.&lt;br /&gt;Pemeriksaan dalam persidangan juga harus memperhatikan surat gugatan atau surat&lt;br /&gt;dakwaan yang bisa di ubah sebelum jadwal persidangan di tentukan oleh ketua pengadilan&lt;br /&gt;atau hakim itu sendiri, dan bagaimana tuntutan balik dapat dilakukan, Misalnya: penggugat&lt;br /&gt;menuntut dipenuhinya perjanjian, sedangkan tergugat menuntut diputuskannya perjanjian;&lt;br /&gt;dalam gugat konvensi dituntut pernyataan sah.&lt;br /&gt;Halaman : 2&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. Pemeriksaan Dalam Persidangan&lt;br /&gt;Bagi semua pengadilan, tidak hanya dalam pemeriksaan perkara perdata, UU pokok&lt;br /&gt;kekuasaan kehakiman No. 19 Tahun 1964 memuat pasal 12 yang berbunyi :&lt;br /&gt;1. Sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum, kecuali apabila dalam UU&lt;br /&gt;ditetapkan lain atau apabila menurut pendapat pengadilan yang disetujui oleh&lt;br /&gt;pengadilan setingkat lebih tinggi, terdapat alasan yang penting.&lt;br /&gt;2. tidak dipenuhinya ketentuan dalam ayat (1) mengakibatkan batalnya putusan menurut&lt;br /&gt;hukum.&lt;br /&gt;Dengan ini dijamin kemungkinan adanya social control atas pekerjaan para hakim. Pada&lt;br /&gt;umumnya dapat di anggap sebagai pokok asas bagi pemeriksaan perkara perdata bahwa hakim&lt;br /&gt;untuk mengambil keputusan yang tepat sebaik-baiknya mendengarkan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Akan tetapi tidak mungkin di tentukan, bahwa pendengaran kedua belah pihak ini harus selalu&lt;br /&gt;dilakukan, karena sulit memakssa para pihak untuk datang menghadap di muka hakim. Ini juga&lt;br /&gt;sesuai dengan sifat hukum perdata, yang pelaksanaannya pada umumnya diserahkan kepada&lt;br /&gt;kemauan yang berkepentingan sendiri ( Wirjono. 1982 : 74 ).&lt;br /&gt;Dalam sistem Reglemen Indonesia, hakim bersifat aktif dalam persidangan dari&lt;br /&gt;permulaan hingga akhir proses persidangan. Sistem Reglemen Indonesia bagi pemeriksaan&lt;br /&gt;perkara dalam sidang adalah bahwa pemeriksaan itu berjalan secara lisan. Hakim mendengar&lt;br /&gt;kedua belah pihak dan kedua belah pihak itu mengajukan segala sesuatu kepada hakim secara&lt;br /&gt;lisan. Sedang panitera pengadilan mencatat segal pemeriksaan dalam suatu catatan sidang&lt;br /&gt;( process verbal ).&lt;br /&gt;Menurut pasal 132 Reglemen Indonesia hakim akan memberi penerangan selayaknya&lt;br /&gt;kepada kedua belah pihak dan akan memperingatkan mereka tentang syarat-syarat hukum dan&lt;br /&gt;alat-alat bukti yang dapat dipergunakannya. Di antara tindakan-tindakan hakim dalam&lt;br /&gt;pemeriksaan perkara yang penting adalah pemanggilan dan pendengaran saksi. Pada pasal 121&lt;br /&gt;Reglemen Indonesia menentukan bahwa pada waktu kedua belah pihak dipanggil untuk&lt;br /&gt;menghadap di muka pengadilan negeri, maka perintahkan untuk membawa orang-orang yang&lt;br /&gt;Halaman : 3&lt;br /&gt;oleh mereka akan diajukan sebagai saksi.&lt;br /&gt;Pada permulaan sidang, dimana kedua belah pihak hadir, hakim diwajibkan untuk&lt;br /&gt;berusaha untuk mendamaikan mereka (pasal 130 ayat (1) Reglemen Indonesia ). Peraturan ini&lt;br /&gt;adalah kurang tepat, karena pada permulaan sidang, hakim belum dapat mengetahui bagaimana&lt;br /&gt;duduk perkara sesungguhnya. Baru setelah pemeriksaan perkara berjalan hakim dapat&lt;br /&gt;mempunyai gambaran tentang duduk perkara dan hakim akan dapat menemui waktu yang tepat&lt;br /&gt;untuk mendamaikan kedua belah pihak, dalam hal ini pada tiap-tiap waktu sampai berakhirnya&lt;br /&gt;proses perdamaian dapat terus diusahakan. Ini sesuai dengan pasal 36 ayat 3 ordomasi P. Adat.&lt;br /&gt;Di pengadilan negeri kemungkinan untuk mendamaikan kedua belah pihak sampai pada saat&lt;br /&gt;berakhirnya proses adalah suatu praktik umum. Dengan dicapainya perdamaian proses&lt;br /&gt;berakhir. Perdamaian tidak bersifat putusan yang ambil atas pertanggung jawaban hakim,&lt;br /&gt;melainkan bersifat persetujuan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Dari perdamaian tersebut, dibuat sebuah akte dimana kedua belah pihak diwajibkan&lt;br /&gt;memenuhi persetujuannya. Akte ini mempunyai kekuatan seperti putusan hakim dan dijalankan&lt;br /&gt;pula seperti putusan hakim. Ini sesuai dengan pasal 130 ayat (1) Reglemen Indonesia dan&lt;br /&gt;pasal 36 ayat (3) Ordonnansi P. Adat. Apabila usaha hakim untuk mendamaikan kedua belah&lt;br /&gt;pihak tidak berhasil, maka menurut pasal 131 Reglemen Indonesia hakim akan membacakan&lt;br /&gt;surat-surat yang dikemukakan oleh kedua belah pihak, misalnya surat gugat dan surat jawaban&lt;br /&gt;tergugat.&lt;br /&gt;Menurut pasal 1354 ayat (1) Reglemen Indonesia, hakim harus menyelidiki apakah&lt;br /&gt;terhadap gugatan yang akan diperiksa itu telah ada putusan hakim perdamaian desa. Jika ada,&lt;br /&gt;itu akan menjadi salah satu sumber penting untuk mengetahui bagaimana isi peraturan hukum&lt;br /&gt;adat tentang soal yang menjadi sengketa antara kedua belah pihak. Tetapi apabila tidak ada,&lt;br /&gt;sedang hakim memendang putusan itu akan berfaedah maka haikm akan menunda pemeriksaan&lt;br /&gt;perakara, sampai hari yang akan ditentukan kemudian, yaitu penggugat telah mendapatkan&lt;br /&gt;putusan hakim perdamaian desa seperti yang dikehendaki oleh hakim pengadilan negeri.&lt;br /&gt;Setelah hakim perdamaian desa memberi putusan, maka penggugat memberitahukan putusan&lt;br /&gt;itu pengadilan negeri, apabila ia ingin melanjutkan pemeriksaan gugatannya oleh hakim.&lt;br /&gt;B. Pencabutan dan Perubahan Gugatan&lt;br /&gt;Seseorang yang mengajukan gugatan bermaksud menuntut haknya. Kalau tergugat telah&lt;br /&gt;Halaman : 4&lt;br /&gt;memenuhi tuntutan penggugat sebelum perkara diputuskan, maka tidak ada alasan lagi untuk&lt;br /&gt;melanjutkan tuntutannya bagi penggugat. Oleh karena itu penggugat sepenuhnya berhak untuk&lt;br /&gt;mencabut gugatan atau tuntutannya. Kemungkinan lain sebagai alasan pencabutan gugatan&lt;br /&gt;ialah karena penggugat menyadari kekeliruannya dalam mengajukan gugatannya.&lt;br /&gt;Pencabutan gugatan dapat dilakukan sebelum gugatan itu diperiksa di persidangan atau&lt;br /&gt;sebelum tergugat memberi jawabannya atau sesudah diberikan jawaban oleh tergugat.&lt;br /&gt;Pencabutan gugatan tidak langsung menghentikan atau menunda tuntutan pidana selan tuntutan&lt;br /&gt;pidana berjalan. Maka tuntutan ganti kerugian dalam perkara perdata yang timbul dari&lt;br /&gt;perbuatan pidana tersebut terhenti atau ditunda. Menurut pasal 127 Rv perubahan daripada&lt;br /&gt;gugatan dibolehkan sepanjang pemeriksaan perkara, asal saja tidak mengubah atau menambah&lt;br /&gt;“onderwerp van den eis” (petitum, pokok tuntutan). Pengertian “onderwerp van den eis “ ini di&lt;br /&gt;dalam praktek meliputi dasar dari pada tuntutan, termasuk peristiwa-peristiwa yang menjadi&lt;br /&gt;tuntutan.&lt;br /&gt;C. Putusan Gugur&lt;br /&gt;Suatu perkara perdata dapat diputuskan secara contradictoir atau di luar hadirnya salah satu&lt;br /&gt;pihak yang berperkara. Perkara diputuskan secara contradictoir apabila kedua belah&lt;br /&gt;pihak hadir di persidangan pada hari sidang yang ditetapkan, sedsangkan kalau salah sastu&lt;br /&gt;pihak saja yang hadir maka diputus diluar hadirnya salah satu pihak. Dalam hal ini gugatan&lt;br /&gt;penggugat dinyatakan gugur serta dihukum untuk membayar biaya perkara (ps. 24 HIR, 148&lt;br /&gt;Rbg).. tetapi kepada penggugat diberi kesempatan untuk mengajukannya lagi dengan&lt;br /&gt;membayar biaya perkara.&lt;br /&gt;D. Putusan di Luar Hadir (Verstek)&lt;br /&gt;Kalau tergugat tidak datang setelah dipanggil dengan patut, maka gugatan dikabulkan&lt;br /&gt;dengan putusan di luar hadir atau verstek, kecuali kalau gugatan itu melawan hak atau tidak&lt;br /&gt;beralasan. Kata verstek itu sendiri berarti pernyataan bahwa tergugat tidak datang pada hari&lt;br /&gt;sidang pertama.&lt;br /&gt;Jika gugatan tidak bersandarkan hukum, yaitu apabila peristiwa-peristiwa sebagai dasar&lt;br /&gt;tuntutan tidak membenarkan tuntutan, maka gugatan akan dinyatakan tidak diterima (niet&lt;br /&gt;ontvankelijk verkaard ); jika gugatan itu tidak beralasan, yaitu apabila tidak ajukan peristiwa-&lt;br /&gt;Halaman : 5&lt;br /&gt;peristiwa yang membenarkan tuntutan, maka gugatan akan ditolak. Putusan verstek atau diluat&lt;br /&gt;hadir tergugat ini dijatuhkan kalau tergugat tidak datang hari sidang pertama. Kalau tergugat&lt;br /&gt;pada hari sidang pertama datang kemudian tidak datang, maka perkaranya diperiksa secara&lt;br /&gt;contradictoir.&lt;br /&gt;E. Pengaruh Keadaan Para pihak terhadap Jalannya Persidangan&lt;br /&gt;Kalau salah satu pihak meninggal dunia, maka pemeriksaan perkara, setelah kematian&lt;br /&gt;diberitahukan, terhenti (schorsong, ps. 248 Rv). Sejak terhentinya pemeriksaan maka segala&lt;br /&gt;tindakan-tindakan prosesuil tidak sah (ps. 250 ayat 3 Rv)/ gugatan kemudian dapat dilanjutkan&lt;br /&gt;oleh ahli warisnya. Meninggalnya wakil menyebabkan berhentinya jalannya pemeriksaan (ps.&lt;br /&gt;250 ayat 2 Rv). Tindakan wakil yang dilakukannya di dalam persidangan atas nama client&lt;br /&gt;yang diwakilinya, sedankan ia tidak mendapt kuasa dari yang diwakilinya untuk itu, akan&lt;br /&gt;menyebabkan berhentinya jalannya persidangan juga (ps. 256 Rv).&lt;br /&gt;F. Pengaruh Lampau Waktu Terhadap Jalannya Persidangan&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai sesuatu hak atau hubungan hukum dapat mengajukan tuntutan&lt;br /&gt;hak. Apabila seseorang tidak lagi mempunyai sesuatu hak, apbila haknya karena sesuatu hal&lt;br /&gt;lenyap, maka ikut lenyap pulalah tuntutan haknya. Menurut pasal 1967 BW semua tuntutan hak&lt;br /&gt;baik yang bersifat kebendaan maupun perorangan hapus (kadaluwarsa) setelah lampau waktu&lt;br /&gt;30 tahun, sedangkan siapa yang menunjukkan adanya kadaluwarsa itu tidak perlu menunjukkan&lt;br /&gt;adanya als hak, lagi pula tidak dapat diajukan terhadapnya suatu tangkisan yang didasarkan&lt;br /&gt;pada iktikad buruk..&lt;br /&gt;H. Tugas Hakim&lt;br /&gt;Tugas pokok daripada hakim adalah menerima, memeriksa dan mengadili serta&lt;br /&gt;menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya (ps. 2 ayat 1 UU. 14/1970). Hakim&lt;br /&gt;menerima perkara, jadi dalam hal sikapnya adalah pasif atau menunggu adanya perkara&lt;br /&gt;diajukan kepadanya dan tidak aktif mencari atau mengejar perkara (two kein Klager ist, ist kein&lt;br /&gt;Richter;nemo judex sine actori). Sebelum menjatuhkan putusannya hakim harus&lt;br /&gt;memperhatikan serta mengusahakan seberapa dapat jangan sampai putusan yang akan&lt;br /&gt;dijatuhak nanti memungkinkan timbulnya perkara baru.&lt;br /&gt;Halaman : 6&lt;br /&gt;Tugas hakim tidak berhenti dengan menjatuhkan putusan saja, akan tetapi juga&lt;br /&gt;menyelesaikannya sampai pada pelaksanaannya. Tampaklah disini peranan hakim yang aktif&lt;br /&gt;terutama dalam mengatasi hambatan dan rintangan untuk dapat tercapainya peradilan yang&lt;br /&gt;cepat. Hakim tidak boleh menolak untuk memeriksa dan mengadili sesuatu perkara yang&lt;br /&gt;diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak atau kurang jelas, melainkan wajib untuk&lt;br /&gt;memeriksa dan mengadilinya (ps 14 ayat 1 UU. 14/1970). Andaikata peraturan hukumnya tidak&lt;br /&gt;atau kurang jelas sebagi penegak hukum dan keadilan ia wajib menggali, mengikuti dan&lt;br /&gt;memahami hilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat (ps. 27 ayat 1 UU/ 14/1970).&lt;br /&gt;Kalau diajukan kepadanya suatu perkara, hakim haruslah pertama-pertama mengkonstatir&lt;br /&gt;benar tidaknya peristiwa yang diajukan itu. Mengkonstatir berarti melihat, mengakui atau&lt;br /&gt;membenarkan telah terjadinya peristiwa yang telah diajukan tersebut. Setelah hakim berhasil&lt;br /&gt;mengkonstatir peristiwanya, tindakan yang harus dilakukannya kemudian ialah mengkwalifisir&lt;br /&gt;peristiwanya itu. Mengkwalifisir berarti menilai peristiwa yang telah dianggap benar-benar&lt;br /&gt;terjadi itu termasuk hubungan hukum apa atau yang mana, dengan perkataan lain : menemukan&lt;br /&gt;hukumnya bagi peristiwa yang telah dikonstatir.&lt;br /&gt;Jadi, mengkwalifisir pada umumnya berari menemukan hukumnya degan jalan menerapkan&lt;br /&gt;peraturan hukum terhadap peristiwa, suatu kegiatan yang pada umumnya bersifat logis. Tetapi&lt;br /&gt;dalam kenyataannya menemukan hukum tidak sekedar menerapkan peraturan hukum terahdap&lt;br /&gt;peristiwanya saja. Lebih-lebih kalau peraturan hukumnya tidak tegas dan tidak pula jelas.&lt;br /&gt;Maka dalam hal ini hakim bukan lagi harus menemukan hukumnya, melainkan&lt;br /&gt;menciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;Mengkwalifisir peristiwa mengandung unsur kreatif seperti yang telah&lt;br /&gt;dikemukakan di atas dan ini sekaligus berarti juga melengkapi undang-undang. Maka oleh&lt;br /&gt;karena itu daya cipta hakim besar sekali peranannya. Ia harus berani menciptakan hukum yang&lt;br /&gt;tidak bertentangan dengan keseluruhan sistim perundang-undangan dan yang memenuhi&lt;br /&gt;pandangan serta kebutuhan masyarakat atau zaman.&lt;br /&gt;Dalam tahap terakhir, sesudah mengkonstatir dan mengkwalifisir peristiwa, hakim harus&lt;br /&gt;mengkonstituir atau memberi konstitusinya. Kalau dibandingkan kedudukan atau posisi hakim&lt;br /&gt;dengan pengacara dan jaksa, maka hakim mempunyai kedudukan yang obyektif, karena ia&lt;br /&gt;fungsionaris yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili perkara, tetapi pernilaiannyapun&lt;br /&gt;adalah obyektif pula karena ia harus berdiri di atas kedua belah pihak dasn tidak bole memihak,&lt;br /&gt;Halaman : 7&lt;br /&gt;sedangkan pengacara kedudukannya adalah subyektif karena ia ditunjuk oleh salah satu pihak&lt;br /&gt;untuk mewakili di persidangan dsan pernilaiannyapun juga subyektif karena ia harus membela&lt;br /&gt;kepentingan klien yang diwakilinya. Seorang jaksa kedudukannya adalah obyektif karena ia&lt;br /&gt;ditunjuk sebagai fungsionaris untuk mangajukan tuduhan dan tuntutan, tetapi pernilaiannya&lt;br /&gt;adalah subyektif karena ia dalam hal ini mewakili negara dalam memelihara ketertiban umum.&lt;br /&gt;I. Jawaban&lt;br /&gt;Di dalam HIR tidak ada ketentuan yang mewajibkan tergugat untuk menjawab gugatan&lt;br /&gt;penggugat. Pasal 121 ayat 2 HIR (ps. 145 ayat 2 Rbg) hanya menentukan bahwa tergugat dapat&lt;br /&gt;menjawab baik secara tertulis maupun lisan. Jawaban tergugat dapat berupa bantahan&lt;br /&gt;(verweer), Pengakuan berarti membenarkan isi gugatan penggugat, baik untuk sebagian&lt;br /&gt;maupun untuk seluruhnya, sehingga kalau tergugat membantah, penggugat harus&lt;br /&gt;membuktikan.&lt;br /&gt;Pasal 113 Rv mensyaratkan agar bantahan tergugat itu disertai alasan-alasan. Bantahan&lt;br /&gt;(verweer) pada hakekatnya bertujuan agar gugatan penggugat ditolak, dan bantahan tergugat&lt;br /&gt;ini dapat berdiri dari tangkisan atau ekepsi dan sangkalan. Pada umumnya yang diartikan&lt;br /&gt;dengan eksepsi ialah suatu sanggahan atau bantahan dari pihak tergugat terhadap gugatan&lt;br /&gt;penggugat yang tiak langsung mengenai pokok perkara, yang berisi tuntutan batalnya gugatan.&lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan sangkalan (verweer ten principale) adalah sanggahan yang&lt;br /&gt;berhubungan dengan pokok perkara.&lt;br /&gt;J. Gugatan Balik (Gugatb Rekonvensi)&lt;br /&gt;Gugatan dari pihak tergugat ini disebut gugat balik atau gugat rekonvensi. Jadi, gugat&lt;br /&gt;rekonvensi adalah gugatan yang diajukan oleh tergugat terhadap penggugat dalam sengketa&lt;br /&gt;yang sedang berjalan antara mereka. Kesempatan mengajukan gugatan rekonvensi ini&lt;br /&gt;diberikan oleh pasal 132 a dan 132b HIR (ps.157.158 Rbg) yang dialihkan dari Rv dsan&lt;br /&gt;disisipkan pada tahun 1927 (S 1927 no. 300).&lt;br /&gt;Misalnya: penggugat menuntut dipenuhinya perjanjian, sedangkan tergugat menuntut&lt;br /&gt;diputuskannya perjanjian; dalam gugat konvensi dituntut pernyataan sah dan beharga dari suatu&lt;br /&gt;sita konservatoir, sedangkan dalam rekonvensi dituntut pengangkatan sita konservatoir tersebut&lt;br /&gt;dengan disertai ganti kerugian; karena terjadinya tabrakan mobil antara penggugat dengan&lt;br /&gt;Halaman : 8&lt;br /&gt;tergugat, maka penggugat menuntut ganti kerugian kepada tergugat karena kesalahan terletak&lt;br /&gt;pada tergugat, dalam rekonvensi tergugat menuntut kerugian kepada penggugat dengan alasan&lt;br /&gt;bahwa penggugatlah yang salah.&lt;br /&gt;Gugatan rekonvensi harus diajukan bersama-sama dengan jawaban tergugat, baik tertulis&lt;br /&gt;maupun lisan (ps. 132b (1) HIR. 158 (1) Rbg). Ini tidak berarti bahwa gugat rekonvensi itu&lt;br /&gt;harus diajukan pada hari sidang pertama. Dalam duplikan gugat rekonvensi itu masih dapat&lt;br /&gt;diajukan.&lt;br /&gt;K. Jalannya Persidangan&lt;br /&gt;Pada hari sidang yang telah ditetapkan, hakim ketua sidang yang didampingi oleh panitera,&lt;br /&gt;membuka sidang dan menyatakan sidsang terbuka untuk umum. Sifat terbuka untuk umum ini&lt;br /&gt;merupakan syarat mutlak (ps. Ayat 1 dan 2 UU. 141970). Tehadap terbukanya sidang untuk&lt;br /&gt;umum ada pembatasannya yaitu apabila undang-undang menentukan lain atau berdasarkan&lt;br /&gt;alasan-alasan penting menurut hakim yang dimuat dalam berita acara atas perintahnya (ps. 27&lt;br /&gt;ayat 1 UU. 14/1970.29 RO). Dalam hal ini maka pemeriksaan dilakukan dengan pintu tertutup.&lt;br /&gt;Pemeriksaan perkara harus berlangsung dengan hadirnya kedua belah pihak. Kalus salah&lt;br /&gt;satu pihak saja yang hadir, maka tidak boleh dimulai dengan pemeriksaan perkara, tetapi&lt;br /&gt;sidang harus ditunda. Kedua belah pihak harus didengar bersama, kedua belah pihak harus&lt;br /&gt;diperlakukan sama. Selanjutnya hakim harus mengusahakan mendamaikan kedua belah pihak&lt;br /&gt;(ps. 130 HIR, 154 Rbg). Apabila mereka berhasil didamaikan, maka jatuhkanlah putusan&lt;br /&gt;perdamaian (acte van vergelijk),yang menghukum kedua belah pihak untuk memenuhi isi&lt;br /&gt;perdamaian yang telah dicapai. Jiak kedua belah pihak tidak berhasil didamaikan, hal itu harus&lt;br /&gt;dimuat dalam berita acara. Kemudian dimulailah dengan pembacaan surat gugat (ps. 131 ayat&lt;br /&gt;1, 155ayat 1 Rbg). Atas gugatan penggugat tergugat diberi kesempatan unutk memberi&lt;br /&gt;jawabannya dimuka pengadilan, baik secara tertulis maupun lisan. Pada prinsipnya&lt;br /&gt;pengunduran sidang hanya dibolehkan apabila ada alasan yang sangat mendesak.&lt;br /&gt;Penundaan sidang atas permintaan para pihak sering merupakan salah satu taktik untuk&lt;br /&gt;mengulur-ulur waktu. Justru inilah yang hendak dicegah oleh pasal 159 ayat 4 HIR (ps. 186&lt;br /&gt;ayat 4 Rbg). Kalau dari jawab-menjawab antara penggugat dan tergugat telah diketahui apa&lt;br /&gt;yang menjadi pokok sengketa, maka jawab-menjawab dianggap cukup dan dinyatakan selesai&lt;br /&gt;oleh hakim dan dimulailah dengan pembuktian.&lt;br /&gt;Halaman : 9&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari pembahasan yang telah dijabarkan pad Bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan&lt;br /&gt;bahwa dalam pemeriksaan dalam persidangan dapat berjalan secara lisan maupun tertulis.&lt;br /&gt;Hakim harus bersifat aktif dalam menyelesaikan setiap perkara, hakim juga harus mengambil&lt;br /&gt;keputusan juga harus mendengar kedua belah pihak, termasuk juga saksi-saksi yang terlibat&lt;br /&gt;dalam perkara tersebut.&lt;br /&gt;Pada awal sidang, hakim harus berusaha mendamaikan kedua belah pihak. Apabila&lt;br /&gt;perdamaian itu tercapai, maka proses perkara berkhir kemudian kedua belah pihak diwajibkan&lt;br /&gt;memenuhi persetujuan yang telah mereka buat dalam akte perdamaian yang mempunyai&lt;br /&gt;kekuatan hukum.&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;Didalam pembuatan makalah ini, mungkin masih terdapat kesalahan baik hal materi maupun&lt;br /&gt;penjelasannya, maka dari itu penulis meminta kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk&lt;br /&gt;kelancaran mata kuliah Hukum Acara Perdata ini khususnya pada tema “Pemeriksaan di&lt;br /&gt;Persidangan “.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Mertokusumo, sudikno, 2002, Hukum Acara Perdata Indonesia, Leberty : Jogyakarta&lt;br /&gt;Halaman : 10&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-2117849524021455805?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/2117849524021455805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/01/hukum-acara-perdata.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2117849524021455805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2117849524021455805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/01/hukum-acara-perdata.html' title='HUKUM ACARA PERDATA'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-3821346376826471084</id><published>2010-01-19T01:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T22:11:38.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>Kader Itu... KITA!!!</title><content type='html'>8 Dzulhijjah 1430 yang lalu, atau tepatnya tanggal 25 Nopember 2009 menurut kalender masehi, Muhammadiyah menggenapi usianya yang ke 100. Selama seabad perjuangannya, Muhammadiyah bukan hanya mampu meletakkan posdasi perjuangan saja, lebih dari itu, Muhammadiyah telah membangun kokoh pergerakannya dimana saat ini Muhammadiyah mampu memposisikan diri menjadi ormas terbesar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka meneruskan usahanya, Muhammadiyah memerlukan tumbuhnya kader pelopor, pelangsung dan penyempurna cita-cita sekaligus sebagai stabilisator, dinamisator gerak dan perjuangannya. Untuk itulah, IMM memposisikan diri “wadah perjuangan untuk menghimpun, menggerakkan dan membina potensi mahasiswa Islam guna meningkatkan peran dan tanggung jawabnya sebagai kader persyarikatan, kader umat dan kader bangsa, sehingga tumbuh kader-kader yang memiliki kerangka berpikir ilmu amaliyah dan kader amal ilmiah sesuai dengan kepribadian Muhammadiyah. Kesemuanya itu dilaksanakan secara bersama dengan menjunjung tinggi musyawarah atas dasar iman dan taqwa serta hanya mengharap ridha Allah SWT.” (Muqaddimah AD IMM). &lt;br /&gt;Lantas, sudahkah kita mengambil peran tersebut?. Sejatinya, selama ini kita telah turut serta mengambil bagian dari hal tersebut. Dengan jumlah kader yang tidak banyak serta kesibukan masing-masing pribadi kita, kitapun mampu ambil peran dalam hal ini. Namun masalahnya adalah waktu tidak hanya berhenti sampai saat ini. Dengan perputaran waktu, berarti secara internal IMM sendiri memerlukan penerus untuk membentuk GOG (Good Organizing Goverment) serta melanjutkan perjuangan ke depan.  Lalu siapakah kader penerus tersebut?&lt;br /&gt;Jika kita mau berfikir secara lebih mendalam, maka kader penerus IMM Kom. FAI adalah kita semua, kita yang telah dialiri darah perjuangan Muhammadiyah, kita yang telah mendapat pendidikan dan jasa baik perjuangan Muhammadiyah, kita yang telah mendapat beastudi persyarikatan Utusan Daerah Muhammadiyah. Serta kita yang merasa telah mendapat sesuatu dari Muhammadiyah. Kita semua adalah kader penerus ikatan ini, maka kejayaan ikatan ini berada dalam genggaman kita semua, bukan dimonopoli oleh orang dan kelompok tertentu. Mari bersama kita perjuangkan nilai luhur ikatan ini dalam wujud nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOTIVASI :&lt;br /&gt;KHA Dahlan Pernah Berkata “Agama Islam tidak akan lenyap dari muka bumi, tapi tidak mustahil Islam akan lenyap dari muka bumi Insonesia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-3821346376826471084?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/3821346376826471084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/01/kader-itu-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/3821346376826471084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/3821346376826471084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2010/01/kader-itu-kita.html' title='Kader Itu... KITA!!!'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-8308135179800186911</id><published>2009-12-18T11:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T10:55:53.511-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>Peta Distribusi Organisasi</title><content type='html'>Dalam sebuah organisasi, khususnya organisasi kader, setidaknya terdapat dua hal yang bersifat mengalir dari suatu muara menuju sasaran yang tepat, yakni Ideologi dan Gagasan. Ideologi merupakan landasan pergerakan organisasi guna mencapai tujuan dari organisasi tersebut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam IMM, hal ini diwujudkan dalam bentuk AD/ART, hasil tanwir, mekanisme kerja serta hal lain yang bersifat ideologis. Adapun gagasan merupakan ide atas tindakan sebagai wujud nyata sebuah pergerakan. Dalam bentuk nyata, gagasan dapat diartikan sebagai kegiatan, program kerja ataupun suatu agenda baik yang terjadwal maupun kondisional. Dikarenakan kedua hal tersebut memiliki substansi yang berbeda, dimana satu sisi sebagai landasan pergerakan (pondasi), sementara sisi lain sebagai tiang pergerakan (penyangga), maka terdapat dua jalur sebagai pola distribusi kedua hal tersebut. Kedua jalur tersebut yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Top Down. Jalur ini merupakan pola distribusi dimana perjalanan dimulai dari atas turun sampai ke dasarnya. Secara struktural, hal ini berarti pimpinan mendistribusukan kepada anggota. Secara hirarki bermakna pusat mendistribusikan ke daerah, kemudian oleh daerah didistribusikan ke cabang, lalu di distribusikan ke komisariat ataupun melalui koordinator komisariat (Koorkom). Pola seperti ini biasanya digunakan sebagai pola distribusi sebuah ideologi. Oleh karenanya tidak tepat apabila pihak yang ada di atas mendistribusikan gagasan, karena dalam hal gagasan memang pihak yang di atas bersifat netral serta pasif. Sebaliknya untuk hal ideologi, pihak yang di atas seharusnya bersikap ideologis dan aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Bottom Up. Jalur ini merupakan pola distribusi dimana perjalanan dimulai dari bawah naik sampai ke puncaknya. Jalur ini merupakan kebalikan dari jalur Top Down. Berarti jalur ini secara struktural bermakna distribusi dari anggota kepada pimpinan, dan secara hirarki bermakna distribusi dari komisariat, ke cabang ataupun melalui koorkom, kemudian didistribusikan ke daerah sampai ke pusat. Pola seperti ini biasanya digunakan sebagai pola distribusi sebuah gagasan. Dalam pola ini, pihak yang di bawah (sebagai forum) merupakan sumber adanya distribusi. Jika tidak ada aksi dari pihak yang di bawah maka pihak yang di atas selayaknya tidak melakukan reaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya pemetaan distribusi tersebut maka secara struktural maupun hirarki pihak yang ada di atas harus bersifat aktif menyampaikan ideologi, menjaring gagasan dan aspirasi pihak bawah serta menjadikan pondasi yang kokoh bagi organisasinya daripada organisasi lain di sekelilingnya dalam hubungan antar organisasi. Demikian pula pihak yang ada di bawah, baik secara struktural maupun hirarki berkewajiban berperan aktif menyampaikan gagasan serta terus menggulirkan roda organisasinya dengan agenda maupun aktivitas ringan sebagai bukti eksistensi sekaligus tegaknya tiang penyangga organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-8308135179800186911?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/8308135179800186911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/12/peta-distribusi-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8308135179800186911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8308135179800186911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/12/peta-distribusi-organisasi.html' title='Peta Distribusi Organisasi'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-7884886960178630548</id><published>2009-11-11T11:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T11:19:47.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>ALPOPHOBIA (Kisah seorang pembanci alpukat)</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : masterfajar.tk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun dianggap aneh, yang pasti aq adalah orang yang anti dengan yang namanya alpukat. Bermula kejadian saat aku muda, dimana ketika aku diberi sekilo alpukat oleh seseorang,  ternyata isinya penuh ulat dan belatung semua. Semenjak saat itulah aku menjadi orang yang phobia dengan alpukat. Jangankan memakannya, melihatnyapun aku tak mau. Akupun tak pernah membelikan ataupun membawakan alpukat untuk keluargaku tercinta. Memang putriku yang kini telah tumbuh menjadi gadis jelita aku penuhi dengan berbagai macam gizi dari buah-buahan, tetapi ada pengecualian, yakni alpukat. Suatu hari, putriku bertanya “Papa, Kenapa sich aku ga pernah dibelikn buah itu?” aku jawab “Buah yang mana, sayang?”. Kata dia “Ya itu, buah hijau yang biasanya dijual di toko buah pojok itu lho pa,”. Spontan aku jawab “Aduh putriku sayang, itu buah rasanya tidak enak, Lebih pahit daripada obat, pokoknya tidak enak sekali putriku,” kataku. “Lantas mengapa banyak orang yang membelinya, pa?” tukasnya. “Oh, itu karena mereka bodoh, putriku, mereka tidak tahu bahwa gizi di buah alpukat itu sangat sedikit, namun racunnya banyak, makanya papa ga pernah beliin buat kamu, karna buah itu beracun.”. “Oh, begitu ya pa?”. “Iya putriku,”. &lt;br /&gt;Keesokan harinya, aku bertemu dengan putriku di pasar buah ketika ia sepulang sekolah berjalan-jalan bersama temannya, sementara aku sendiri baru pulang kerja dan berniat belanja buah-buahan untuk keluargaku. Saat itu, putriku berdiri mematung sambil memegang buah alpukat. Kontan darahku mengalir ke ubun-ubun dan dipenuhi rasa marah karena segitu beraninya putriku memegangi buah yang paling aku benci tersebut. Seketika aku menghampiri putriku dan langsung menyeretnya keluar dari pasar buah tersebut, memisahkannya dengan kawan-kawannya, serta membawanya ke mobil. Di dalam mobil aku menggeledah isi tasnya, ternyata di dalamnya tidak terdapat buah alpukat secuilpun. Akupun sedikit merasa tenang karenanya. Namun yang sedar tadi aku tidak sadar adalah ternyata tangan kiri anakku saat itu menggenggam sebuah plastik berisi minuman yang sepertinya berisi es. Akupun bertanya kepadanya “es apa itu?”. “Bukan apa-apa koq pa, cuma jus buah.”. “Jus buah apa??” tanyaku dengan nada yang lebih tinggi. Perlahan ia menjawab “Jus Alpukat.”. Oh tuhan,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-7884886960178630548?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/7884886960178630548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/11/alpophobia-kisah-seorang-pembanci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/7884886960178630548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/7884886960178630548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/11/alpophobia-kisah-seorang-pembanci.html' title='ALPOPHOBIA (Kisah seorang pembanci alpukat)'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-900088470023891736</id><published>2009-10-22T11:06:00.000-07:00</published><updated>2010-01-18T11:09:07.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Kami'/><title type='text'>MENGIKIS KEBERAGAMAN DALAM KEBERSAMAAN</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda BHAKSOS telah lama usai. Rasa penat, letih dan aroma kambing sudah hilang. Meskipun begitu, selayaknya ada hal positif yang dapat kita rasakan dan jadikan kenangan. Salah satu hal positif yang dapat kita ambil adalah betapa kuatnya makna sebuah persatuan. Terdiri dari berbagai macam latar belakang dan kultur, anggota IMM Komisariat FAI mampu membawanya dalam sebuah persatuan melalui kebersamaan. Jika tidak adanya persatuan dan kebersamaan, tentu kita tidak akan mungkin dapat melaksanaka agenda bhaksos dengan lancar.&lt;br /&gt;Hal ini pula yang sejatinya turut membenarkan adanya agium yang menyebutkan bahwa kebersamaan adalah pangkal kesuksesan. Apapun hasil dari agenda bhakti sosial merupakan hasil yang diperoleh bersama. Tidak ada satupun alasan untuk mengklaim bahwa kesuksesan bhaksos dikarenakan keberadaan satu orang tertentu, apakah itu dari pimpinan maupun dari kepanitiaan. Demikian pula kekurangan yang muncul dalam agenda tersebut, tidak dapat kiranya dibebankan kepada satu pihak tertentu, baik itu kepada pimpinan maupun kepada kepanitiaan. Apapun yang terjadi adalah atas nama kita, karena IMM adalah milik kita semua. Jayalah IMM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-900088470023891736?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/900088470023891736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/mengikis-keberagaman-dalam-kebersamaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/900088470023891736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/900088470023891736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/mengikis-keberagaman-dalam-kebersamaan.html' title='MENGIKIS KEBERAGAMAN DALAM KEBERSAMAAN'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-1938896442110345673</id><published>2009-10-18T10:57:00.000-07:00</published><updated>2010-01-18T11:02:52.395-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>SAATNYA UNTUK BERORGANISASI</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Khusnul Mawaddah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi suatu kata yang sangat familiar dan sering diartikan sebagai suatu perkumpulan antara dua orang atau lebih yang memiliki suatu tujuan yang sama, dan  jangan sampai ada anggapan bahwa organisasi hanyalah urusan dunia yang akan menghabiskan waktu untuk suatu perbuatan yang sia-sia, tak menghasilkan apa-apa, dan hanya mengganggu waktu belajar saja, sehingga tumbuh rasa malas untuk ikut organisasi, misalnya saja bagi seseorang yang masih berada dalam lingkungan pendidikan sebut saja perguruan tinggi, biasanya banyak sekali oraganisasi baik yang intra ataupun extra yang berada dalanm lingkungan kampus, dimana mahasiswa bisa memilih organisasi mana yang sesuai dengan kecondongan hati. &lt;br /&gt;Ketika seseorang sudah berada pada lingkungan kampus maka dia sudah bukan lagi anak sekolah yang seharusnya kegiatannya bukan hanya sekedar belajar dan belajar, kalau istilah ngetrennya kupu-kupu yaitu kuliah pulang, tapi hendaknya  mahasiswa mempunyai kegiatan diluar kegiatan belajar dan kuliah, karena pada dasarnya mahasiswa membutuhkan wadah untuk berexpresi dan pengakuan akan existensi diri yang bisa ditunjukan lewat pemikiran-pemikiran yang brilian, prestasi-prestasi, tanpa semua itu mahasiswa bak bunga yang berada didinding yang keberadaanya hanya sebagai pemanis ruangan, alias menambah jumlah penduduk Indonesia yang memperoleh  gelar sarjana  setiap tahunnya yang kemudian dijadikan sebagai bukti oleh pemerhati pendidikan dan  dianggap sebagai peningkatan mutu pendidikan dan semakin meningkatnya SDM penduduk Indonesia. Cogito ergo Sum begitulah  perkataan Rene Descartes yang seharusnya lebih bisa memberikan motivasi untuk senantiasa menghasilkan suatu produk pemikiran sehingga kita bisa dikatakan ada dan tidak Wujuduhu Ka Adamihi.&lt;br /&gt;Disamping itu  usia mahasiswa bukanlah lagi  usia untuk menjadi anak mama, karena usia seorang mahasiswa yang rata-rata berumur 18 – 22 tahun merupakan usia di,mana ia sudah seseorang  mulai punya keinginan mandiri dan lepas dari keluarga selain itu membentuk orientasi kelompok sebaya, dan pemilihan kelompik ini juga perlu diperhatikan, yaitu suatu kelompok yang bisa membawa dampak baik bagi pengembangan kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;Ikut berkecimpung dalam organisasi sebenarnya selain mendapat pengalaman untuk mengembangkan diri, memiliki link yang luas dan masih banyaklagi manfaat lainnya, tapi lebih dari pada itu bahwa dengan ikut aktif dalam organisasi pada dasarnya kita juga sudah menjalankan perintah Allah sebagai mana yang termaktub dalam kitabullah “Dan adakanlah diantaramu sekelompok umat yang menyeru kapada islam yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkarang dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS Al Imran: 104)”. Dan bukankah ciri-ciri dari orang yang bertaqwa adalah orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, Apakah itu anda??? Semoga anda termasuk dari golongan orang –orang yang bertaqwa karena bagi mereka surgalah jaminannya.&lt;br /&gt;Dari QS Al Imran itu bisa ditarik benang merah bahwa Allah memerintahkan hambanya untuk mendirikan sebuah perkumpulan yaitu sebuah perkumpulan yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran atau kejahatan, karena pada dasarnya setiap perkumpulan bisa melahirkan suatu kekuatan yang luar biasa,  karena perkumpulan itu terdiri dari beberapa individu yang memiliki suatu kelebihan dan kekurangan yang berbeda dan jika kelebihan itu bisa disatukan maka dari situlah lahir kekuatan yang luar biasa yang Insya Allah bisa menutupi kelemahan yang ada, dan dalam kenyataan nya per kumpulan yang melahirkan suatu kekuatan yang luar biasa itu bukanlah suatu perkumpulan yang bertujuan untuk kebaikan saja, tapi juga untuk keburukan, bahkan  dalam aksi mencopet itu juga merupakan aksi yang terorganisir dengan baik dan ada pula pembagian job discription dan mereka  bekerja secara rapi berdasarkan job description masing-masing, apakah anda  mau dikalahkan oleh pencopet, yang nota bene merupakan kegiatan yang tidak baik dan terlarang???&lt;br /&gt;Ali ra pernah berkata  bahwa kebaikan yang tidak terorganisir bisa  dikalahkan oleh kejahatan yang tidak terorganisir, memang tidak mudah untuk menciptakan suatu oraganisasi yang solid karena dalam suatu organisasi terdapat individu yang tak jarang memiliki pendapat yang berbeda atupun motivasi beror ganisasi yang berbeda pula, dan dari perbedaan tersebut bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan bila tak segera diatasi, sehingga bisa berakibat pada rusaknya kesatuan aksi dari organisasi itu sendiri, dan hal seperti inilah yang sebisa mungkin harus diminimalisir, karena jika dalam suatu oragnisasi sudah tidak ada lagi kesatuan aksi dari para personilnya maka  bagaimana tujuan bersama bisa tercapai karena bagaimanapun oragnisasi terbentuk karena ada tujuan bersama dari beberapa orang.&lt;br /&gt;Dan tentu saja untuk mencapai tujuan itu tidak semudah membalikan telapak tangan dan kesuksesan itu tak kan pernah bisa diraih dalam angan-angan, tujuan yang besar maka  hambatannya  akan besar pula, hambatan sendiri bisa bersifat intern ataupun extern, pada dasrnya cara pandang terhadap suatu permasalahan itu juga berpengaruh terhadap kesuksesan suatu organisasi tersebut dalam meraih tujuan yang selama ini dicita-citakan. Ketakutan dalam mengahadapi hambatan  dalam oragnisasi sehingga menimbulkan rasa malas untuk ikut mnerupakan pemikiran yang kerdil, karena tantangan dan masalah yang timbul dalam suatu tubuh  organisasi hanyalah miniatur dari permasalahan yang ada dalam masyarakat, dan sekarang saatnyalah untuk berlatih untuk itu, so…. Take action dan mulailah berorganisasi!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-1938896442110345673?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/1938896442110345673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/saatnya-untuk-berorganisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1938896442110345673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1938896442110345673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/saatnya-untuk-berorganisasi.html' title='SAATNYA UNTUK BERORGANISASI'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-2496456905302558113</id><published>2009-10-02T05:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T05:17:48.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Terapi Hati</title><content type='html'>“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik maka baiklah semua tubuh, &lt;br /&gt;tapi jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa itu adalah hati” (HR Bukhory)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi masalah hati&lt;br /&gt;Begitu pentingnya hati, karena di sanalah tempat keimanan, keyakinan, harapan, takut, tawakkal, &lt;br /&gt;cinta, semangat, niyat dan seuruh amalan hati berada. Juga tempat kekufuran, keraguan, dan &lt;br /&gt;bisikan-bisikan jahat bersarang. Hanya hati yang selamatlah yang kelak pada hari kiyamat bisa &lt;br /&gt;mendatangkan manfaat kepada pemiliknya di saat harta dunia tiada berguna.&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Sesunnguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai &lt;br /&gt;pertanggung jawaban” (QS Al-Isro’: 36) 1)&lt;br /&gt;Hati manusia itu ada yang hidup, ada yang mati, sehat dan ada juga yang sakit. Dalam hal ini, ia &lt;br /&gt;lebih penting dari pada tubuh dan perkaranya.&lt;br /&gt;Hati yang sehat&lt;br /&gt;Indikasi hati yang sehat adalah adanya keinginan untuk berkhidmat kepada Allah, rindu untuk &lt;br /&gt;selalu taat kepada-Nya. Si empu hati hanya ingin satu harapan: selalu mentaati Allah. Yahya bin &lt;br /&gt;Muad berkata: barang siapa yang senang untuk berkhidmad kepada Allah, maka sesuatu akan &lt;br /&gt;senang taat kepadanya, barang siapa yang tentram dan sejuk berkhidmad kepada Allah, maka &lt;br /&gt;tentram dan sejuk pula hati semua yang memandangnya. 2)&lt;br /&gt;Ciri berikutnya; sangat bakhil terhadap waktu. Menyesal jika terbung sia-sia. Pelitnya terhadap &lt;br /&gt;waktu melebihi pelitnya kepada harta. Keinginannya untuk meraih manfaat sangat teramat tinggi.&lt;br /&gt;Orang yang memiliki hati yang sehat, tampak jika masuk waktu sholat. Hilanglah segala kesusahan &lt;br /&gt;terhadap dunia. Ia justru mendapatkan harapan baru, kelapangan, kesejukan, dan petunjuk hati &lt;br /&gt;dengan sholat tersebut.&lt;br /&gt;Dia tidak pernah letih berdzikir kepada Allah dan selalu ingin bersyukur kepada-Nya. Dia sangat &lt;br /&gt;takut untuk menyeleweng dan berpaling dari Allah. Ia mencurahkan hatinya dengan ikhlas, ridho, &lt;br /&gt;loyal, istiqomah, ittiba’, dan ihsan kepada-Nya. dia takut melalikan hak-hakNya. 3)&lt;br /&gt;Terapi agar hati sehat;&lt;br /&gt;1. Membaca alquran&lt;br /&gt;Utsman berkata: andaikan hati itu bersih, niscaya kalian akan ringan untuk membaca al-Quran. 4)&lt;br /&gt;Dengan membaca Al-Quran seorang muslim mendapatkan cahaya petunjuk darinya, obat jiwa dan &lt;br /&gt;penawarnya yang penuh rahmat, sebagaimana Allah berfirman;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, telah datang kepadamu nasihat dari tuhanmu (:Al-Quran) dan obat untuk di dalam &lt;br /&gt;dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman” (QS. Yunus: 57) 5)&lt;br /&gt;2. Dzikir&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah berkata: dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan apabila keluar &lt;br /&gt;dari airnya? Demikian pula keadaan hati yang hampa dari dzikir kepada Allah, si empunya tentu &lt;br /&gt;blingsatan tak tentu arah, terombang-ambing hawa nafsu. &lt;br /&gt;Pertanyaannya; mengapa dzikir itu demikian penting? Karena dzikir adalah makanan pokok bagi &lt;br /&gt;hati, sedangkan kelalaian adalah petakanya. Bayangkan jika tubuh tidak pernah mendapat makanan &lt;br /&gt;pokok, bagaimana keadaannya. Demikian pula hati, jika tidak mendapatkan makanannya. &lt;br /&gt;Selain itu, dzikir dapat mengusir syetan dan menundukkannya. Dzikir adalah penyebab datangnnya &lt;br /&gt;kebahagiaan hati, kegembiraan, kelapangan dan cahaya. Dzikir adalah obat dari banyak jenis &lt;br /&gt;penyakit hati. Diriwayatkan bahwa seseorang datang menemui Imam Hasan al-Bashri dan berkata: &lt;br /&gt;aku mengadukan kerasnya hatiku. Maka Imam berkata: lunakkanlah ia dengan dzikir” Bukankah &lt;br /&gt;Allah berfirman: “Ketahuilah bahwa dengan dzikir hati bisa menjadi tentram” (Ar-Ro’du: 28)&lt;br /&gt;3. Qiyamul lail&lt;br /&gt;Sesungguhnya Robbmu mengetahui bahwa engkau bangun (untuk sholat) kurang dari 2/3 malam, &lt;br /&gt;dan (ada kalanya) ½ malam, dan (ada kalanya) 1/3 malam” (QS Al-Muzammil: 20) 7)&lt;br /&gt;Apabila semua mata telah terlelap, Abdullah bin Mas’ud bangun dan terdengarlah dengungan &lt;br /&gt;bacaan sholatnya bagai suara lebah karena sholat malam sampai subuh menjelang. 8)&lt;br /&gt;Hasan al-Bashri ditanya: mengapa orang yang tahajjud malam itu wajahnya berseri-seri? Beliau &lt;br /&gt;menjawab: karena Allah hadiahkan sebagian berkas cahaya-Nya untuknya”&lt;br /&gt;Al-Hasan berkata: aku melakukan hanya 1 dosa, maka akupun terhalang untuk melaksanakan sholat &lt;br /&gt;lail. Maka ada seseorang yang datang kepadanya dan berkata: aku tidak dapat bangun malam, maka &lt;br /&gt;tunjukkanlah apa obatnya!” ia berkata: janganlah engkau bermaksiyat di siang hari, niscaya Allah &lt;br /&gt;akan membangunkanmu di malam hari, insya Allah”&lt;br /&gt;Imam Sufyan Ats-Tsaury berkata: aku benar-benar terhalangi tidak bisa melaksanakan qiyamullail &lt;br /&gt;selama 5 bulan hanya gara-gara 1 dosa yang aku lakukan” &lt;br /&gt;Abu Sulaiman berkata: kelezatan malam hanya bisa dirasakan oleh mereka-mereka yang rajin sholat &lt;br /&gt;malam. Sungguh, andai saja tidak ada malam niscaya aku tidak ingin berlama-lama di dunia ini. &lt;br /&gt;Ibnul Munkadir juga berkata: kelezatan dunia ini tingggal 3 perkara: qiyamullail, berjumpa dengan &lt;br /&gt;kawan beriman, dan sholat berjama’ah di masjid kaum muslimin” 9)&lt;br /&gt;4. Istighfar&lt;br /&gt;“Dan mintalah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang &lt;br /&gt;(QS Al-Baqoroh: 199)10)&lt;br /&gt;Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah dengan lisan dan biasaya diikuti dengan taubat, &lt;br /&gt;bahwa memohon ampunan Allah dengan anggota badan untuk tidak mengulangi kesalahan. &lt;br /&gt;Hasan al-Bashri berkata: perbanyaklah kalian akan istighfar di manapun dan kapanpun. Di rumah-&lt;br /&gt;rumah, di meja makan, di jalan-lajan, di pasar-pasar, di majlis-majelis kalian, karena sesungguhnya &lt;br /&gt;kalian tidak tahu kapan ampunan itu datang”&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairoh, bahwa rosulullah bersabda; &lt;br /&gt;“Demi Allah, aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70X &lt;br /&gt;dalam sehari” (HR.Bukhori) 11)&lt;br /&gt;5. Do’a&lt;br /&gt;Do’a merupakan nikmat yang besar, yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. &lt;br /&gt;Dimana Allah memerintahkan kepada mereka untuk berdo’a dan Allah langsung berjanji akan &lt;br /&gt;mengabulkannya. Bukankah ini sebuah kenikmatan? &lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. &lt;br /&gt;Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka &lt;br /&gt;dalam keadaan hina-dina”. (QS. Ghaafir: 60)&lt;br /&gt;Do’a memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama. Karena dengan do’a seseorang akan dibukakan &lt;br /&gt;pintu-pintu kebaikan dari apa-apa yang ia minta. Dan ditutup dari celah-celah keburukan. Karena &lt;br /&gt;hampir tiada seorangpun yang berdo’a kecuali pasti meminta kebaikan dan supaya dihindarkan dari &lt;br /&gt;kejelekan. Sehingga datanglah keberuntungan satu persatu, rejeki menghampiri silih berganti &lt;br /&gt;selama do’a tadi hanya dimohonkan kepada Allah saja.&lt;br /&gt;Allah maha dekat, Dia mendengar setiap untaian do’a hamba-Nya, berjanji akan mengabulkannya, &lt;br /&gt;dengan firman-Nya;&lt;br /&gt;“Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat, akan aku perkenankan &lt;br /&gt;do’a orang yang berdo’a kepada-Ku” (Al-Baqoroh:186)&lt;br /&gt;6. Amalan-amalan sunnah yag lain.&lt;br /&gt;“Dan tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan yang lebih Aku cintai dari yang Aku &lt;br /&gt;wajibkan padanya, dan tidak henti-hentinya pula hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan &lt;br /&gt;yang sunnah-sunnah sehingga Aku mencintainya, maka apabila Aku mencintainya maka Aku &lt;br /&gt;menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat &lt;br /&gt;dengannya, menjadi tangannya yang ia menggenggam dengannya, menjadi kakinya yang ia berjalan &lt;br /&gt;dengannya, dan jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan jika ia berlindung &lt;br /&gt;kepada-Ku maka Aku akan melindunginya” (HR. Bukhori) 15)&lt;br /&gt;Hati yang sakit &lt;br /&gt;Indicator hati yang sakit adalah suka bergelimang degan syahwat dan syubhat. Dan penyebabnya &lt;br /&gt;adalah suka mengkonsumsi racun; banyak memandang, banyak bicara, banyak makan, banyak &lt;br /&gt;bergaul. &lt;br /&gt;“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya...” (Al-Baqarah:10) 16)&lt;br /&gt;Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak &lt;br /&gt;sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit &lt;br /&gt;tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. &lt;br /&gt;Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. &lt;br /&gt;Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan &lt;br /&gt;keyakinan-keyakinannya yang batil. Sebab “Luka, tak akan dapat membuat sakit jiwa yang mati.” &lt;br /&gt;Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya &lt;br /&gt;obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hati, berpengaruh pada semakin sulitnya ia menelan &lt;br /&gt;obat. &lt;br /&gt;Gejala penyakit hati adalah, ketika ia enggan memakan makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu &lt;br /&gt;menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang &lt;br /&gt;berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna &lt;br /&gt;bagi hatinya adalah iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur’an. Masing-masing memiliki gizi &lt;br /&gt;dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-&lt;br /&gt;sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. 17)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah berfirman:&lt;br /&gt;”Katakanlah: “Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan &lt;br /&gt;orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbat, sedang Al-qur’an itu suatu &lt;br /&gt;kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat &lt;br /&gt;jauh.” (Fushshilat: 44) 18)&lt;br /&gt;Al-qur’an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan &lt;br /&gt;akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur’an sebagai obat. Kalau si sakit &lt;br /&gt;mahir menggunakannya sebagai obat, 19) &lt;br /&gt;Hati yang mati &lt;br /&gt;“Apakah orang yang mati, maka Aku hidupkan dan Aku jadikan baginya cahaya yang dengannya ia &lt;br /&gt;bisa berjalan de tengah manusia sama seperti orang dalam kegelapan yang dia tidak bisa keluar &lt;br /&gt;darinya? Demikianlah aku hiasi bagi orang-orang kafir itu dengan apa yang mereka lakukan” (Al-&lt;br /&gt;An’am: 122) 20) &lt;br /&gt;Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup &lt;br /&gt;dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi’at dasarnya ia pasti &lt;br /&gt;menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak &lt;br /&gt;dapat membedakan yang baik dan yang buruk. 21)&lt;br /&gt;Sebagaimana yang Allah firmankan:&lt;br /&gt;“Mereka tuli, bisu, buta maka mereka tidak bisa kembali” (QS Al-Baqoroh: 18) 22)&lt;br /&gt;AKHIR KATA, semoga Allah menjadikan hati-hati kita selalu hidup dan sehat, dihindarkan dari &lt;br /&gt;penyakit serta kematiannya. Amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-2496456905302558113?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/2496456905302558113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/terapi-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2496456905302558113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2496456905302558113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/terapi-hati.html' title='Terapi Hati'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-744649745333254311</id><published>2009-10-02T04:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T05:06:37.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>SHOLAT BERKUALITAS, HIDUP BERKUALITAS.</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CJUSTTH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CJUSTTH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///D:%5CDOCUME%7E1%5CJUSTTH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-134238209 -371195905 63 0 4129279 0;} @font-face 	{font-family:"\@Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-134238209 -371195905 63 0 4129279 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:none; 	mso-hyphenate:none; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Arial Unicode MS"; 	mso-font-kerning:.5pt; 	mso-fareast-language:#00FF;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) yang khusyu’ dalam sholatnya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Al-Mukminun : 1-2) *)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Agungnya sholat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti inilah buah ibadah. Ia mampu melahirkan keberuntungan bagi pelakunya. Pelaku sholat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dijamin dengan keberuntungan, sebagaimana janji Allah di atas. Sehingga pelaksanaan sholat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sangatlah besar peranannya dalam Islam, maka perlu untuk selalu diperhatikan dan ditegakkan. Jika &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tidak, sholat hanyalah gerak badan tanpa makna. Kosong melompong dan berujung pada &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kepayahan. Pada akhirnya hasilnya hanyalah kebosanan belaka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rosulullah bersabda mengenai betapa pentingnya sholat; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Yang pertama-tama dipertanyakan (dihisab) terhadap seorang hamba pada hari kiyamat kelak &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tentang amalnya adalah sholat. Apabila sholatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sholatnya buruk maka dia kecewa dan merugi” (HR. An-Nasa’i)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rosulullah pernah berkata kepada Bilal; “wahai Bilal bahagiakan aku degan sholat”.Sholat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;adalah sumber ketenangan jiwa dan kegembiraannya. Maka tidak heran nabi dan sahabat-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sahabatnya suka berlama-lama dalam sholat malam hingga membuat kaki beliau bengkak.3) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah rahasia kebahagiaan sholat itu hanya mereka saja yang bisa rasakan sementara kita tidak?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pembicaraan tentang sholat perlu terus pengulangan. Tidak boleh ada kebosanan, kelalaian, dan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;acuh tentangnya. Karena sholat merupakan kewajiban yang sangat agung, kebaikan yang amat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;terpuji dan bahaya yang luar biasa manakala meninggalkannya. Sholat merupakan tiang agama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Barangsiapa yang meremehkan sholat berarti telah melalaikan pondasi agama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sholat merupakan obat hati yang bisa menyembuhkan ragam macam penyakit dan kejelekan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;akhlaq. Bagaikan pelita cahaya yang menghilangkan pekatnya dosa-dosa. Sebagaimana firman &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Allah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Dan dirikanlah sholat. Sesunggungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;mungkar” (QS AL-‘Ankabut : 45)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun sholat yang bagaimana yang bisa mencegah kekejian tersebut? Bukankah ada orang yang &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;rajin sholat tapi gemar pula maksiyat, alias STMJ (=Sholat Terus Maksiyat Jalan). Sholatnya hebat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tapi menjadi tukang ghibah, namimah, pengidap sakit hati, iri, dongkol, kemalasan dan seterusnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau seperti ini, tentu pasti ada yang error dalam sholatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagaimana sabda nabi ;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai yang bersih di depan pintu salah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;seorang kalian, dia mandi di sana lima kali sehari, apakah masih ada kotoran yang tersissa? Mereka &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menjawab; “tidak ada kotoran tersisa sedikitpun” nabi bersabda,”demikianlah permisalan sholat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;lima waktu, Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengan sebab sholat” (HR Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitulah agungnya sholat bisa membersihkan segala daki-daki kejelekan sampai rosulullah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menjadikannya sebagai batas antara kekafiran dan keimanan. Barang siapa yang menegakkan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sholat, dia muslim. Jika tidak, ya kafir. Sebagaimana rosulullah bersabda;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Perbedaan antara muslim dan kafir adalah sholat” (HR .Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedudukan khusyu’ dalam sholat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Khusyu’ merupakan ruh sholat. Sebagaimana ruh bagi badan. Ia sangat cepat hilangnya dan sulit &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;mendapatkannya. Bahkan tidak jarang puluhan orang sholat berjama’ah mereka tidak khusyu’ &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dalam sholatnya hatta imamnya sekalipun. Inilah musibah. Terlebih lagi zaman sekarang ini. Tidak &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dapat dan tidak berusaha menggapai khusyu’ merupakan musibah sangat besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehingga rosulullah berdo’a agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’. Rosulullah bersabda &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;bahwa yang pertama kali diangkat dari umat ini adalah khusyu’ sehingga hampir-hampir tidak &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;didapatkan seorangpun yang khusyu’ dalam sholatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sholat apabila dihiasi denag khusyu’ dalam ucapan, dan geraknya dihiasi dengan kerendahan, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;ketulusan, ketenangan, ketundukan, cinta dan pengagungan maka sungguh pelakunya akan dapat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;mencegah perbuatan keji dan mungkar. Hatinya kain berseri-seri, fikirannya jernih, keimanannya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;meningkat, kecintaannya dalam berbuat kebaikan semakin bertambah, keinginannya untuk berbuat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;jelek semakin sirna. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan Khusyu’ munajat seorang hamba semakin mudah dikabulkan dan kedekatan kepada Allah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;semakin terasa. Sehingga kenikmatan dan kesejukannya terasa usai sholat hingga sholat kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika ia memasuki sholat dengan penuh ketundukan, selama sholat ia munajat dengan penuh &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;ketakutan dan harap, maka setelah melaksanakan sholat seolah-olah ia melepaskan segala himpitan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;beban dunia. Yang tertinggal di hatinya berupa kegembiraan dan ketentraman yang senantiasa &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;bersama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari Hasan bin ‘Athiyah, bahwa rosulullah bersabda; “Sesungguhnya ada dua orang yang berada &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;dalam satu sholat perbedaan keutamaan diantara keduanya bagaikan langit dan bumi” (HR. Abu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dawud)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Agar khusyu’ dalam sholat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Khusyuk memang mudah diucap, namun masing-masing belum tentu bisa. Namun. sungguh barang &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;siapa yang menempuh metode nabi dalam melaksanakan sholat tentu akan mendapatkan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kekhusyukan. Untuk dapat khusyu’ ada beberapa hal yang bisa membantunya, diantaranya &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;hendaknya segera menuju masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, memakai pakaian yang &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;bersih, badannya suci, mengkosongkan hatinya dari kesibukan dunia, semerbak wangi badannya, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;meluruskan dan merapikan shof, tidak melihat ke atas atau ke samping, dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan menjauhi segala apa yang bisa mengganggu kekhusyu’an seperti; bernyanyi-nyanyi di masjid, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;membaca qur’an dengan keras disamping orang sholat, memakai baju bergambaratau tulisan-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tulisan grafity; Billabong, Dagadu, Repsol, UD.Makmur dan sejenisnya. Begitu juga suara-suara &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;gaduh musik, handphone, radio dan semacamnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hal yang paling pokok agar dapat khusyu’ adalah kesempurnaan sunnah-sunnah dalam sholat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;secara keseluruhan, seperti bacaan al-Qur’an yang fashih terutama imam dengan merenungi &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;maknanya.) Sebab realita yang terjadi ada sebagian bahkan kebanyakan masjid bacaan imam &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sholatnya rusak luar biasa. Sulit dibedakan antara suara kompor dan bacaan Quran, antara bacaan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;surat dan kidung jenaka. Wal’iyadzu billah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nabi telah memberi contoh bagaimana contoh sholat yang sempurna, sebagaimana yang disebutkan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;hadits ‘Aisyah: “...... beliau shalat empat raka’at, jangan engkau tanya bagus dan panjangnya.....”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(HR. Bukhari). 13)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Riwayat ini menunjukkan bahwa membaguskan shalatnya, maksudnya memperbanyak atau &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;memanjangkan bacaan-bacaan, tenang dalam gerakannya serta khusyu’. Shalat harus thuma’ninah, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yaitu tenteram dalam gerakan, baik ketika berdiri, ruku’, sujud, duduk antara dua sujud dan lain &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rosulullah bersabda; “Apabila engkau akan melaksanakan shalat maka sempurnakanlah wudhu’, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah, dan bacalah apa-apa yang mudah dari Al-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Qur’an kemudian ruku’lah sehingga benar-benar ruku’, kemudian angkatlah kepalamu sehingga &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;engkau benar-benar berdiri, kemudian sujudlah dengan benar-benar sujud, kemudian angkatlah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(tubuhnya) sehingga rata dan benar-benar duduk, kemudian sujudlah dengan benar-benar sujud, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kemudian angkatlah sehingga benar-benar berdiri, kemudian lakukan semua itu di shalatmu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;seluruhnya”. (HR Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari Abi Hurarirah, ia berkata, bahwa rosulullah bersabda; “Sesungguhnya sejelek-jelek manusia &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;adalah pencuri yang mencuri shalatnya”. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah ! Bagaimana mencuri &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;shalatnya ? Ia bersabda : (Yaitu) tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujudnya”. (HR Al Hakim) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;15) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Betapa jeleknya seseorang yang dicap sebagai maling. Pencuri yang mengambil hak manusia tanpa &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;hak sudah begitu jeleknya dalam pandangan masyarakat, apalagi dalam hal ini yang diambil adalah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;haq Allah. Maka tidak heran rosulullah mengatakan sebagai sejelek-jekek manusia. Apalagi yang &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tidak sholat. Maka sangat perlu untuk terus didakwahi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang yang tertimpa musibah berupa kemalingan atau hartanya dijambret orang saja, kadang-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kadang tidak bisa tidur berhari-hari, resah ingin hartanya kembali, dan menyesali akan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;keteledorannya. Namun aneh tapi nyata, giliran sholatnya dicuri syetan dengan mengingatkan hal-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;hal yang menghilangkan kekhusyukan, atau ia justru menjadi malingnya sendiri, malah tenang-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;tenang saja. **) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari ‘Amr bin Ash dan Khalid bin Walid dan Syarhabil bin Hasanah serta Yazid bin Abi Sufyan, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;mereka berkata : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Rasulullah melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya, dan mematuk dalam &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sujudnya. Maka sabdanya : Seandainya orang ini mati dalam keadaan seperti ini, maka ia mati &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;bukan dalam millah Muhammad”. (HR. Baihaqy) 16) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hadits ini menerangkan bahwa mereka yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud seperti burung &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yang mematuk, atau ayam jago yang makan, berarti telah mengerjakan suatu amalan yang tidak &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhir kata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidaklah ada penyimpangan moral dan tindak kejahatan yang terjadi di tengah kaum muslimin &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kecuali bersumber pada kelalaian mereka dalam menegakkan sholat. Sholat semaunya, secepatnya, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;seingatnya, kalau toh mau sholat mereka bagaikan bangkai tanpa ruh. Sebatas gerak badan belaka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum lagi dari segi pakaian yang sembarangan, shof yang kacau balau. Belum lagi penyempurnaan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;syarat-syaratnya, rukun dan sunnah-sunnahnya, serta konsekuensi sholat itu sendiri. Justru &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kadangkala lebih banyak bid’ahnya dari pada sunnahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga kita dijauhkan dari rusaknya sholat, semoga kita hidup bahagia dan berkualitas &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sebagaimana kesempurnaan sholat kita, amin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-744649745333254311?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/744649745333254311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/sholat-berkualitas-hidup-berkualitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/744649745333254311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/744649745333254311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/10/sholat-berkualitas-hidup-berkualitas.html' title='SHOLAT BERKUALITAS, HIDUP BERKUALITAS.'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-6526377199597653168</id><published>2009-09-23T05:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T05:10:14.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Fitnah Akhir Zaman</title><content type='html'>“Cepat-cepatlah kalian beramal sholih (sebelum datang) fitnah seperti malam gulita. Seseorang &lt;br /&gt;pada saat itu pagi-pagi dalam keadaan beriman dan sore hari menjadi kafir, atau sore hari dalam &lt;br /&gt;keadaan beriman namun bangun pagi menjadi kafir. Dan menjual agamanya dengan harga dunia &lt;br /&gt;yang murah” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah seperti malam gulita&lt;br /&gt;Syeikh al-Utsaimin memberi nasehat, bahwa agar kaum muslimin tetap memenuhi seruan taqwa &lt;br /&gt;kepada Allah di mana saja dan kapan saja. Sebab anjuran taqwa selalu disampaikan oleh rosulullah &lt;br /&gt;hampir dalam setiap kesempatan. Dan hendaknya waspada serta berhati-hati terhadap fitnah baik &lt;br /&gt;yang tampak maupun yang tersembunyi. Berhati-hatilah terhadap hal-hal yang bisa memalingkan &lt;br /&gt;dari agamamu yang lurus ini. Baik berupa harta, keluarga, maupun anak-anak. &lt;br /&gt;“Dan ketahuilah bahwasanya harta-harta kalian, anak-anak kalian adalah fitnah, dan sesungguhnya &lt;br /&gt;di sisi Allah terdapat pahala yang agung” (QS Al-Anfal: 28) 2)&lt;br /&gt;Sudah tahu fitnah sebagai ujian, namun banyak yang tidak berhati-hati dengannya, dan acuh tak &lt;br /&gt;acuh. Betapa banyak yang justru cuek dengan fitnah, bahkan menjerumuskan diri ke dalam fitnah &lt;br /&gt;harta, anak-anak dan keluarga. Saking cintanya kepada harta banyak orang berani spekulasi, &lt;br /&gt;akhirnya terjerat korupsi, gara-gara cintanya akan anak dan istri banyak manusia terjangkit bakhil, &lt;br /&gt;terlibat kriminaitas. Maka berhati-hatilah akan fitnah! &lt;br /&gt;Berhati-hatilah di zaman yang penuh fitnah ini, yakni terhadap fitnah perkataan. Telah banyak &lt;br /&gt;orang-orang menjelek-jelekkan ulama’ dengan ucapannya, berceloteh dengan mudahnya tentang &lt;br /&gt;menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, menghujat kebenaran al-Qur’an dan As-&lt;br /&gt;Sunnah dengan ilmunya yang dangkal, lisannya banyak mengucapkan kebatilan, ghibah, namimah, &lt;br /&gt;dusta, kutukan dan sungguh ajaib jika sebagai lisan muslim.&lt;br /&gt;Takutlah pula akan fitnah amalan. Telah menyebarnya perselisihan, berpecah-belah dan bercerai &lt;br /&gt;berai, menjadi saling berkelompok-kelompok dan masing-masing kelompok berbangga diri dengan &lt;br /&gt;yang ada pada kelompoknya. Telah akutnya wabah cinta dunia, gila ketenaran, hasad, kedzoliman, &lt;br /&gt;dan beraneka ria kejahatan. &lt;br /&gt;Seorang muslim hendaknya mewaspadai perkembangan aqidahnya, menjaga diri dari kontaminasi &lt;br /&gt;pemikiran-pemikiran sesat, dari aqidah yang melenceng, dari seruan orang-orang yang menjungkir &lt;br /&gt;balikkan Islam dari kemurniannya, dan kesemuanya agar seorang muslim tetap mengembalikan &lt;br /&gt;urusan kepada Allah dan rosul-Nya, agar supaya beribadah dengan ikhlas karena Allah, serta sesuai &lt;br /&gt;dengan sunnah-sunnah rosulullah. &lt;br /&gt;Masih ucapan syaikh, kemudian waspadailah di zamanmu kini akan kenyataan yang buruk, karena &lt;br /&gt;semua itu bisa memalingkanmu dari agama dan dapat mendatangkan kehancuran bagimu. &lt;br /&gt;Sesungguhnya nabi telah mengabarkan kepada umatnya tentang kenyataan-kenyataan yang bakal &lt;br /&gt;terjadi sampai hari kiyamat. &lt;br /&gt;Dengan kasih sayangnya, nabi mengabarkan tentang fitnah-fitnah itu semua, bahwa fitnah itu &lt;br /&gt;meliputi segala hal, bagai gelapnya malam kelam yang artinya seorang muslim sulit keluar darinya. &lt;br /&gt;Maka kita diperintahkan untuk lekas-lekas beramal sholih, yaitu amal perbuatan yang bersesuaian &lt;br /&gt;dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;Pagi hari dalam keadaan beriman, sore hari menjadi kafir&lt;br /&gt;Dahsyatnya fitnah yang terjadi seakan-akan menjerat siapapun tak terkecuali, dan nyaris tiada yang &lt;br /&gt;mampu menghindari jeratannya yang membinasakan. Termasuk memalingkan keimanan menjadi &lt;br /&gt;kekafiran. &lt;br /&gt;Di antara yaitu; diangkatnya amanah dari pundak-pundak manusia, sehingga hampir tiada kita &lt;br /&gt;dapatkan orang-orang yang betul-betul menunaikan amanahnya. Rosulullah bersabda; &lt;br /&gt;“Seseorang tidur sejenak sehingga diangkatlah amanah dari hatinya, dan manusia terus malakukan &lt;br /&gt;bisnis jual beli, dan hampir tidak ada di antara mereka yang menunaikan amanah”, maka dikatakan: &lt;br /&gt;“sesungguhnya di tempat Bani fulan terdapat orang yang amanah dan dikatakan padanya; alangkah &lt;br /&gt;berakalnya dia, alangkah beruntungnya dia, alangkah kuatnya dia, alangkah baiknya dia, padahal di &lt;br /&gt;dalam hatinya tidak ada keimanan walau sebesar biji dzarroh” (Muttafaqun alaih) 4)&lt;br /&gt;Benarlah apa yang dikabarkan rosulullah, bahwa telah diambil sifat amanah dari hati manusia, &lt;br /&gt;sehingga kita saksikan suasana zaman yang banyak orang sudah tidak dapat dipercaya, yang dapat &lt;br /&gt;benar-benar diandalkan kejujurannya. Demikian pula dalam hal kepemimpinan, ia merupakan &lt;br /&gt;amanah yang besar, rosulullah bersabda;&lt;br /&gt;“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa &lt;br /&gt;yang digembalakannya” (HR. Bukhory) 5)&lt;br /&gt;Pemimpin yang adil dan sholih merupakan dambaan semua rakyat, yang tentunya ia adalah figur &lt;br /&gt;yang benar-benar faham terhadap hak dan kewajibannya, serta faham terhadap apa yang harus &lt;br /&gt;dilakukannya dalam membimbing, melayani, dan melindungi masyarakat lemah, yakni &lt;br /&gt;mengantarkan masyarakat yang mengikuti petunjuk kebenaran Islam, hidup aman sentausa, &lt;br /&gt;sejahtera, mentauhidkan Allah dan menjauhi kemusyrikan. &lt;br /&gt;Namun apa faktanya? Masih ada yang menjadikan manusia bak sapi perah, sementara yang lain &lt;br /&gt;menjadi lintah darat, yang diberikan hanyalah tauladan cinta materi, kesyirikan diagungkan, dan &lt;br /&gt;semakin membuat keimanan masyarakat gonjang-ganjing.&lt;br /&gt;Nabi mengabarkan tentang fitnah merajalelanya kebodohan, banyak diwafatkannya para ulama’ &lt;br /&gt;robbany, berpalingnya manusia dari ilmu yang bermanfaat, malah menekuni ilmu-ilmu yang hanya &lt;br /&gt;untuk mengumpul harta, dan melemahnya loyalitas keimanan. &lt;br /&gt;Sungguh ilmu telah dicabut dan kian sedikit para ulama’ hakiki. Padahal ilmu syari’at adalah ilmu &lt;br /&gt;yang bermanfaat, yang akan menjadikan pemiliknya menjadi suri tauladan dalam perkara kebaikan, &lt;br /&gt;kezuhudan, kewaro’an, qona’ah, syukur, ridho, ikhlas, sabar, tawadhu’ dan dalam mengikuti &lt;br /&gt;keutamaan-keutamaan rosulullah, para sahabat dan khulafaur rosyidin. &lt;br /&gt;Dengan demikian, nyatalah kondisi yang banyak manusia tidak lagi mengingkari kemungkaran, &lt;br /&gt;tidak taslim kepada kema’rufan, dan hanya berkutat pada pelampiasan hawa nafsu. Kelalaian &lt;br /&gt;menjadi kendaraan dan syetan sebagai jurumudi. &lt;br /&gt;Nabi mengabarkan tentang fitnah kerakusan, dan kekacauan. Beliau bersabda: &lt;br /&gt;Zaman telah mendekat, ilmu dicabut, muncul banyak fitnah, tersebar kebakhilan, banyak terjadi Al-&lt;br /&gt;Haraj. Para sahabat bertanya: “apakah Al-Haraj itu ya rosulullah ?” Rosulullah menjawab: &lt;br /&gt;“Pembunuhan” (Muttafaqun alaihi)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiyamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, &lt;br /&gt;arak menjadi minuman biasa, zina semakin terang-terangan, jumlah kaum laki-laki menjadi sedikit, &lt;br /&gt;wanita menjadi banyak, hingga 50 waita berebut 1 pria” (HR. Bukhory) 7)&lt;br /&gt;Sungguh telah muncul beraneka fitnah dari berbagai sisi. Banyak munculnya pemimpin-pemimpin &lt;br /&gt;sufaha’ yang dipilih oleh orang-orang juhala’, banyaknya polisi (yang menandakan semakin &lt;br /&gt;banyaknya kejahatan), jual beli hukum, semakin banyaknya jumlah pasar-pasar hingga di trotoar-&lt;br /&gt;trotoar hingga penjual keliling, putusnya silaturahmi dan dijadikannya masjid untuk tempat &lt;br /&gt;nyanyian. &lt;br /&gt;Menjual agamanya dengan harga dunia yang murah &lt;br /&gt;Ketika zaman sudah mengutamakan sisi materi, budaya hedonisme dan determinisme menjadi sisi &lt;br /&gt;pandang hampir semua orang. Kemajuan dan kesuksesan hanya diukur dari sisi perolehan ekonomi. &lt;br /&gt;Bukan dari agama. Akhirnya agama tidaklah dinilai sebagai sesuatu yang urgen, kalau perlu &lt;br /&gt;dikorbankan saja demi ekonomi, agama dijadikan kedok-kedok saja, jika menghalangi progress &lt;br /&gt;pribadi dijual saja. &lt;br /&gt;Maka tidak heran muncul celaan-celaan terhadap agama, bahkan datang dari kelompok yang &lt;br /&gt;mengatas namakan Islam. Banyak orang-orang yang memunculkan keragu-raguan di dalam Islam, &lt;br /&gt;dan menjadikan manusia berpaling darinya. Sehingga tercabutlah kecintaan para pemeluknya. Ini &lt;br /&gt;merupakan musibah yang besar.&lt;br /&gt;Suatu ketika Hudzaifah bertanya kepada rosulullah: “Ya rosulullah apakah setelah kebaikan Islam &lt;br /&gt;ini akan muncul kejelekan?” Nabi: “ya” Khudzaifah bertanya lagi: “apakah setelah kebaikan itu &lt;br /&gt;akan muncul kejelekan lagi?” Nabi: “ya”, dan di dalamnya ada Dakhn” Khudzaifah bertanya lagi: &lt;br /&gt;“apakah Ad-Dakhn itu?” Nabi: “suatu kaum yang mengambil sunnah bukan dari sunnahku, &lt;br /&gt;mengambil petunjuk selain dari petunjukku, kalian mengetahui hal tersebut dari mereka dan kalian &lt;br /&gt;mengingkarinya”. Khudzaifah bertanya lagi: “lalu apakah setelah itu akan muncul kejelekan lagi?” &lt;br /&gt;Beliau menjawab: “Ya, (yaitu) ada da’i-da’i yang berdiri di pinggir-pinggir pintu Jahannam, &lt;br /&gt;barangsiapa yang menerima ajakan mereka, akan ikut dicampakkan ke dalamnya”, lantaran sebab &lt;br /&gt;takutnya Khudzaifah bertanya lagi: “Gambarkanlah ciri-ciri mereka ya rosulullah!” rosulullah &lt;br /&gt;menjawab: ”mereka adalah orang-orang seperti kita dan berbicara dengan bahasa kita” (HR. &lt;br /&gt;Bukhory) 8)&lt;br /&gt;Kemudaian di antara fitnah yang besar adalah fitnah harta. Sangat sedikit manusia yang selamat &lt;br /&gt;dari fitnah ini. Hanya sedikit saja yang bisa mensyukurinya, yang sabar, yang bisa ikhlas, yang &lt;br /&gt;ridho, qona’ah, zuhud, dan dengan sebab yang halal dalam mendapatkannya, dan dengan cara yang &lt;br /&gt;benar dalam membelanjakannya. &lt;br /&gt;Sungguh telah tertanam pada diri manusia di akhir zaman terjangkit sifat bakhil terhadap harta, dan &lt;br /&gt;teramat tamak terhadapnya. Sehingga banyak di antara mereka yang menolak untuk membayar &lt;br /&gt;zakat dan nafkah wajib. Banyak orang yang serakah, yang berusaha sekuat tenaga untuk mendapati &lt;br /&gt;sesuatu yang sebenarnya dia tidak berhak, membelanjakannya bukan pada jalan yang haq, maka &lt;br /&gt;muncullah kekacauan dan keributan di kalangan mereka. Banyak peperangan dan pembunuhan &lt;br /&gt;karenanya.&lt;br /&gt;Sungguh benar rosulullah, bahwa manusia tidak lagi memperdulikan tentang hartanya, dari mana &lt;br /&gt;mendapatkannya, sehingga seolah-olah mereka hidup hanyalah untuk mengumpulkan harta dan &lt;br /&gt;kesenangan-kesenangan belaka. Meski harus menghalalkan segala cara, entah syubhat entah riba’ &lt;br /&gt;entah apa, kalau perlu dengan cara berbuat curang, atau menipu, maling, pesugihan, korupsi, &lt;br /&gt;spekulasi, dan seterusnya. Sampai-sampai ada yang berprinsip; mencari yang haram saja susah, &lt;br /&gt;apalagi yang halal. Wal-‘iyadzu billah.&lt;br /&gt;Manusia tidak lagi ingat bahwa Allah akan menghisab dan memintai pertanggung jawaban dari &lt;br /&gt;semua harta-hartanya. Maka berhati-hatilah wahai kaum muslimin. Waspadalah dari fitnah-fitnah &lt;br /&gt;ini semua yang selalu mengintai. Allah berfirman:&lt;br /&gt;Maka kecelakaanlah bagi siapa saja yang mengalami fitnah Dajjal, sebab ini adalah fitnah terbesar. &lt;br /&gt;kecuali yang tinggal di bentangan Makkah dan Madinah, yang jika dia mengelilingi bumi selama 40 &lt;br /&gt;hari, menyuruh langit hujan maka hujanlah, memerintah panas maka panaslah, 1 hari pada hari itu &lt;br /&gt;seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan dan sisanya seperti hari-hari biasa. Dia &lt;br /&gt;menjanjikan surga padahal hakikatnya neraka, serta mengancam manusia dengan siksanya padahal &lt;br /&gt;hakikatnya surga. 9)&lt;br /&gt;Solusi agar terlindungi dari fitnah&lt;br /&gt;Inti dari fitnah (:ujian) adalah menguji dan menyeleksi. Siapakah di antara semua manusia hamba-&lt;br /&gt;hamba Allah yang lulus ujian, siapakah di antara mereka yang tetap istiqomah dalam ketaatan &lt;br /&gt;kepada Allah ta’ala. Sebagaimana frman Allah;&lt;br /&gt;“(Dialah, Allah) yang menciptakn kehidupan dan kematian agar menguji kalian, siapakah di antara &lt;br /&gt;kalian yang lebih baik amalannya” (Al-Mulk:10) &lt;br /&gt;‘Irbadz ibnu Sariyyah berkata: “jika zaman telah muncul dan menyebar api fitnah di sekelilingmu, &lt;br /&gt;maka cepat-cepat padamkan ia dengan taqwa”. Karena fitnah tersebut akan melibas semuanya.&lt;br /&gt;Dan sungguh mereka yang lulus ujian adalah yang tetap sanggup bertaqwa, dan yang terbaik di &lt;br /&gt;antara kalian adalah yang paling bertaqwa. Sebagaimana firman-Nya;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya &lt;br /&gt;Allah maha mengetahui lagi maha menyaksikan” (QS Al-Hujurot:11)&lt;br /&gt;Fitnah juga berarti adzab dan bencana, maka rosulullah takut apabila angin bertiup kencang, apabila &lt;br /&gt;menyaksikan awan hitam bergulung-gulung, gerhana dan petir menyambar. Ketakutannya tampak &lt;br /&gt;pada wajahnya yang kemerah-merahan. Sebagaimana fitnah ini telah menghancurkan umat-umat &lt;br /&gt;terdahulu. Kaum ‘Aad yang diterpa angin kencang selama 7 malam 8 hari, kaum Tsamud yang &lt;br /&gt;disambar petir dari angkasa, kaum Nuh yang dibinasakan dengan banjir bandang, kaum Sodom &lt;br /&gt;yang hancur diterpa hujan batu, Fir’aun dan kaum yang ditenggelamkan. Dan seeterusnya.(Ket. &lt;br /&gt;QS. Al-Qomar dan awal QS. Al-Haaqqoh)&lt;br /&gt;Sebab lebih banyak manusia yang menyembah kepada selain Allah, dan apabila telah muncul &lt;br /&gt;kekejian demi kekejian, bencana demi bencana (di darat, air dan udara), serta tenggelamnya &lt;br /&gt;kebaikan demi kebaikan, maka kecelakaanlah bagi orang Arab maupun ‘Ajam jika kelak dibuka &lt;br /&gt;benteng Ya’juj dan Ma’juj walaupun sebesar lobang jemari tangan.&lt;br /&gt;“Dan takutlah terhadap fitnah yang tidak menimpa orang yang dholim di antara kalian semata, dan &lt;br /&gt;ketahuilah bahwa Allah memiliki adzab yang sangat pedih” (QS Al-Anfal: 25) 14)&lt;br /&gt;Fitnah akan terus ada sampai hari kiyamat nanti. Dan dengan kasih sayangnya rosulullah &lt;br /&gt;memberikan jalan keluar kepada umatnya agar terhindar dari fitnah tersebut. Yaitu sebagaimana &lt;br /&gt;yang kita baca setiap saat tahiyat akhir dalam sholat, yakni dengan meminta perlindungan kepada &lt;br /&gt;Allah dari empat macam fitnah, yaitu; fitnah api neraka jahannam, fitnah siksaan kubur, fitnah &lt;br /&gt;kehidupan dunia, dan fitnah kematian. &lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita dan kaum muslimin semuanya dari segala &lt;br /&gt;macam fitnah, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan semoga Dia membukakan bagi &lt;br /&gt;kita pintu-pintu kebaikan sehingga kita mengikutinya. Dan menunjukkan kepada kita pintu-pintu &lt;br /&gt;kejelekan sehingga kita bisa menjauhinya. Amiin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-6526377199597653168?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/6526377199597653168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/09/fitnah-akhir-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/6526377199597653168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/6526377199597653168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/09/fitnah-akhir-zaman.html' title='Fitnah Akhir Zaman'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-6723114322350770217</id><published>2009-08-06T09:31:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T09:42:29.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pribadi'/><title type='text'>EKSPRESI KEBANGGAAN KAMI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/SnsHumhngvI/AAAAAAAAAAw/B8-jDAqnw8o/s1600-h/IMG0554A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/SnsHumhngvI/AAAAAAAAAAw/B8-jDAqnw8o/s400/IMG0554A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366891878139003634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Betapa bangganya kami ketika melihat dua buah trophy yang terletak diatas invini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta dua buah figura yang didalamnya tertulis piagam penghargaan sebagai juara satu dan tiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cerdas cermat Immawati yang diadakan oleh PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya, dua benda yang tak pernah terbayangkan sebelumnya kini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghiasi secret tercinta, sekret yang selama ini di pandang sebelah mata karena penataannya yang kurang memenuhi standard kerapian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kemenangan yang membuat kami merasa seperti mimpi dan seperti tertimpa durian runtuh, sekaligus membuat kami tak henti mengucap syukur, bagaimana tidak dari Komisariat mengirim dua regu yang dua-duanya masuk final, apalagi dengan regu lawan yang “wow”. Kebanggan ini juga bukan hanya milik kami jajaran pipinan IMM kom FAI tapi juga jajaran dekanat yang ikut bangga dengan prestasi yang kami raih, hal ini bisa terlihat ketika Bapak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs Syu’eb M. Ag&lt;/span&gt; ( Dekan FAI UM-Surabaya ) mengunjungi teman-teman yang sedang bertugas menjaga tempat pendaftaran PMB, dan beliau mendapat informasi tentang kemenangan kami, beliau kaget bercampur bangga ( ya setidaknya itulah arti yang bisa kami tangkap dari mimik wajah beliau yang sendu dan menyejukkan ).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dua regu dari Komisariat kami merupakan regu yang dianggap membuat kisruh, karena beberapa personil yang selalu aktif bertanya dan mengkritisi juri jika ada suatu kebijakan yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia yang telah tercantum dalam proposal yang kami terima. Diantara juri yang ada adalah mantan Ketum IMM Kom. FAI 2006-2007, Kakanda &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dikky Syadqomullah, S.Hi. &lt;/span&gt;Hal ini menjadikan ketua Umum PC IMM Kota Surabaya sekaligus mantan Ketum IMM Kom. FAI 2007-2008, Kakanda &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thoat Setiawan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S.HI &lt;/span&gt; cemberut dan terlihat ill feel terhadap kami, apa lagi saat detik-detik terakhir babak final dan penghitungan nilai ketika juri bertanya apa ada sesuatau yang ingin di katakana sebelum juri menetapkan juara I, II, dan III. Dengan nada bercanda dan memasang wajah polosnya salah satu dari kami langsung mengatakan “ kami terima kemenangan kami”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seluruh audiens nyengir mendengar kalimat singkat yang keluar dari bibir mungilnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;We are the winner , semoga kalimat singkat ini tidak dianggap sebagai kalimat kesombongan, karena hanya kalimat inilah yang mampu menggambarkan kebanggaan kami atas kemenangan yang kami raih, dan kemenangan ini juga tidak hanya membawa pengaruh intern ( Kom FAI ), tapi juga membawa pengaruh secara extern dimana nama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komisariat kami lebih harum dimata komisariat-komisariat lain di lingup Surabaya, serta kami juga lebih &lt;i style=""&gt;di wong- kan&lt;/i&gt; oleh mereka, setidakanya hal inilah yang dikatakan oleh ketua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Umum IMM Kom FAI yaitu Immawan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gandhung Fajar Panjalu &lt;/span&gt;saat rapat persiapan Up-Grading dan Bazar, dia mengatakan bahwa karena kemenangan kita kemarin sekarang kita punya harga jual dimata komisariat-komisariat lain, dan ada juga peserta rapat yang langsung menyanggah bukan harga jual tapi harga tawar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Ya, itulah expresi kebanggaan kami atas ni’mat yang telah Allah Anugrahkan kepada kami dan semoga hal ini tidak menjadikan kami menjadi orang yang sombong dan kufur atas ni’mat-Nya, dan janganlah kemenangan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung menjadikan kita puas tapi kemenagan ini harus bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin mengjharumkan nama komisariat FAI dengan prestasi- prestasi yang lebih keren. &lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Satu pesan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakhiri tulisan ini,” jangan pernah berhenti melakukan perubahan, SEMANGAT!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Billahi fi sabilil Haq, Fastabiqul Khairat.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;SALAM REVOLUSI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-6723114322350770217?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/6723114322350770217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/08/axpresi-kebanggaan-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/6723114322350770217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/6723114322350770217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/08/axpresi-kebanggaan-kami.html' title='EKSPRESI KEBANGGAAN KAMI'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/SnsHumhngvI/AAAAAAAAAAw/B8-jDAqnw8o/s72-c/IMG0554A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-5084789912804902422</id><published>2009-08-01T09:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T09:58:12.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Kami'/><title type='text'>Pelatihan Manajemen Organisasi dan Administrasi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jum’at sore, bertepatan dengan langit akhir bulan juni 2009, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat FAI mengadakan pelatihan administrasi dan Kepemimpinan. Hal ini dikarenakan perlunya suntikan bagi segenap jajaran Pimpinan Komisariat IMM FAI UMSurabaya untuk mengetahui tugas, wewenang dan kewajiban bagi setiap bidang. Selain itu juga untuk mensosialisasikan kepada seluruh jajaran IMM FAI tentang mekanisme kerja ikatan yang telah disahkan dan dijadikan landasan pergerakan IMM FAI. Sebagaimana tercantum, dalam proposal kegiatan, agenda ini dihadiri 42 orang, lebih banyak 2 orang daripada proposal yang ada. Peserta berasal dari segenap jajaran IMM FAI sendiri, ditambah IMMawan/wati dari komisariat lain se-Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hal ini membuktikan adanya hubungan baik dan cukup dekat antara IMM FAI dengan Komisariat lain dalam lingkup Univ. Muhammadiyah Surabaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam agenda tersebut, dua pemateri dihadirkan. Pemateri pertama adalah IMMawan Reza yang menjadi Sekbid Organisasi DPD IMM Jawa Timur. Sebagai alumni IMM Cabang Kota Surabaya, mayoritas IMMawan/IMMawati FAI sudah mengenal dan cukup tahu kapabilitas IMMawan Reza dalam menyampaikan suatu materi. Dengan dimoderatori oleh IMMawati Nur ‘Aini, materi manajemen Organisasi mulai disasmpaikan. Cukup banyak ilmu baru yang didapatkan dalam materi tersebut. Sayangnya, materi kali ini tidak dilengkapi dengan Hand Out yang membuat para peserta harus mencatat kembali apa yang disampaikan pemateri. Keluhan peserta dalam materi ini terletak pada kesiapan pemateri dalam menyampaikan materinya, terlihat dari cara penyampaian materi yang cenderung kurang sistematis, juga terlihat dari kurang tegasnya pematyeri dalam menyampaikan masalah yang terkait masalah kebijakan lokal komisariat yang berbeda dengan AD-ART. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Materi dan Pemateri kedua tak kalah nyentriknya. Dimoderatori oleh IMMawan Abdurrahman, pematyeri kedua yang merupakan Kabid Organisasi DPD IMM Jawa Timur menyampaikan materinya. Dalam materi kali ini, peserta sebenarnya ingin tahu tentang AD ART dan Pedoman Administrasi IMM yang baik dan Benar. Sayangnya, apa yang disampaikan pemateri cukup jauh dari apa yang dibayangkan peserta. Pemateri malah memaparkan tentang Tujuan organisasi dan Pentingnya berorganisasi. Dalam materi ini, pemateri memberikan hand out berupa AD-ART kepada peserta. Sayangnya, AD ART yang diberikan itu merupakan AD-ART IMM tahun 2003. Hal yang menjadikan kekecewaan peserta dalam materi ini adalah dikarenakan pemateri tidak menyinggung sedikitpun mengenai pedoman administrasi IMM. Selain itu pemateri yang seharusnya mencintohkan disiplin organisasi yang baik justru mengabaikan hal tersebut dengan banyaknya menggunakan dialek dan bahasa jawa dalam materinya. Padahal pemateri sudah berkali-kali diingatkan oleh salah satu peserta yang kebetulan berasal dari madura yang otomatis tidak memahami apa yang disampaikan pemateri dalam bahasa jawa tersebut. Bahkan ada seorang peserta yang lantas mengomentari apa yang disampaikan pemateri dalam bentuk pertanyaan yang ia sampaikan menggunakan bahasa jawa juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selesai materi kedua, Peserta dipersilahkan oleh panitia untuk menikmati hidangan malam. Meski bukan berupa “Candle Light Dinner” yang romantis, namun tampaknya peserta sangat menikmati hidangan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di akhir acara, panitia menggunakannya sebagai Forum Komunikasi antar Komisariat yang isinya justru merupakan luapan kekesalan dari sekuruh peserta terkait masalah materi yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Demikian sekilas kisah mengenai agenda Pelatihan Manajeman Administrasi IMM yang telah kami laksanakan. Harapan kami, agar agenda ke depan benar-benar selektif dalam mengundang pemateri. Jangan sampai terlena dengan jabatan yang melekat padnya. Meskipun ia berasal dari pimpinan pusat sekalipun, jika ternyata kemampuannya dibawah standar maka tak ada gunanya kita mengadakan agenda tersebut, kecuali hanya menghabiskan waktu, biaya dan tenaga tanpa sedikitpun manfaat yang dapat kita terima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khoirot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-5084789912804902422?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/5084789912804902422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2001/08/pelatihan-manajemen-organisasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/5084789912804902422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/5084789912804902422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2001/08/pelatihan-manajemen-organisasi-dan.html' title='Pelatihan Manajemen Organisasi dan Administrasi'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-3168336526008168441</id><published>2009-07-14T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T21:00:40.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahasiswa'/><title type='text'>Welcome to "Mahasiswa"</title><content type='html'>&lt;strong&gt;I. Prolog&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengutip kata pepatah lama, tahun demi tahun, bulan demi bulan, hari demi hari, warna hidup kitapun berganti. Pernah kita alami warna merah dan putih mendominasi pakaian kita, yang kemudian digantikan dengan biru putih lantas dengan abu-abu-putih. Pla pikir yang kita rasapun sedikit demi sedikit terjadi perubahan yang kian menanjak. Hingga akhirnya tibalah kita pada saat ini dimana telah kita tinggalkan kenangan itu dan kita tanggalkan seragam itu. Kini satu predikat lagi yang menempel dalam diri kita, yakni “Mahasiswa”. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun sudah siapkah kita guna menyandang predikat yang tidak gampang tersebut?. Hal itu terletak pada sejauh mana kita dapat mengetahui serta membedaan antara jenjang yang telah kita lalui dan jenjang yang akan serta sedang kita jalani, atau lebih tepatnya sejauh mana kita mengetahui perbedaan antara siswa dengan mahasiswa. Banyak diantara mahasiswa baru atau bahkan mahasiswa lama yang kurang memahami hal ini sehingga kurang dapat memposisikan dirinya pada tempat yang selayaknya. Ia terkadang tidak tampak sebagai mahasiswa bahkan cenderung seperti preman saat dia melakukan anarki dan kejadian yang menyulut kekerasan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Memang Beda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telusuri perbedaan yang terdapat diantara keduanya, maka kita akan mendapati setidaknya 4 perbedaan berdasarkan tinjauan yang kita gunakan yakni&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    1. Tinjauan Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara pustaka, keduanya jelas berbeda. Siswa dalam banyak perspektif dimaknai sebagai pelajar di tingkatan Sekolah Dasar hingga Menengah, terlepas dari pendidikan non formil yang bisa saja menyebut pelajarnya dengan sebutan apapun. Ketika telah melewati jenjang tersebut, maka predikat yang ia sandang bukan lagi siswa melainkan Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;    2. Tinjauan Historis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari segi sejarah, ada hal yang cukup unik tentang perbedaan diantara keduanya. Contohnya yakni pada era penjajahan belanda dimana pendidikan yang paling banyak dilakukan oleh penduduk adalah SR (Sekolah Rakyat). Sedikit sekali diantara mereka yang bisa sekolah di jenjang atasnya kecuali orang tersebut memiliki kelebihan ekonomi. Apalagi untuk mencapai sekolah kesarjanaan. Baru pada pasca sumpah pemuda, kita merasakan pendidikan yang lebih baik.&lt;br /&gt;   &lt;strong&gt; 3. Tinjauan Fisik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jelas, seiring berbedanya jenjang usia maka perbedaan fisik juga menjadi akibat dari hal tersebut. Siswa cenderung memiliki postur tubuh yang lebih kecil dikarenakan faktor usia. Namun tidak jarang kita menemui orang dengan kecacatan fisik dimana usia yang ia miiki relativ banyak namun memiliki postur yang tidak seberapa atau bahkan kurang dari rata-rata. Sebenarnya tinjauan ini tidak perlu saya sampaikan, namun agar tampak objektif maka saya coba untuk mengugkapkannya di sini.&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;   4. Tinjauan Psikologis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya, mahasiswa dapat berfikir secara lebih matang daripada siswa. Karena bertambahnya usia, pengetahuan dan pengalaman membuat pola pikirpun bertambah maju. Dalam kondisi tertentu dimana akal sehat sudah tidak lagi menjadi senjata utama, kita sering menemui sosok mahasiswa yang masih berfikiran kekanak-kanakan. Proses pendewasaan yang kurang tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor seperti lingkungan, keluarga, atau bahkan dikarenakan hal yang bersifat pribadi sehingga ia merasa nyaman dengan gaya kekanak-kaqnakannya. Sikap yang seperti ini memang kadang diperlukan, namun ketika menghadapi masalah yang kompleks hal tersebut sama sekali tidak diperlukan bahkan cenderung negatif apabila kita lakukan dalam kondisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan singkat tersebut diatas akan dapat kita tarik kesimpulan bahwa jelas terdapat perbedaan diantara keduanya. Tinggal bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut dan kita dapat mengerti pada posisi mana kita berada sehingga perilaku kita benar benar sesuai hal yang harus terjadi. Maka semoga kita dapat menumbuh kembangkan organisasi yang kita ikuti, dan semoga setiap gerak dan perjuangan kita diridlai Allah SWT, Amin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-3168336526008168441?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/3168336526008168441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/07/welcome-to-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/3168336526008168441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/3168336526008168441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/07/welcome-to-mahasiswa.html' title='Welcome to &quot;Mahasiswa&quot;'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-1062112315321639055</id><published>2009-07-14T20:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T20:48:31.190-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>Peranan IMM bagi Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;i&gt;Bagi banyak pemikir, kehidupan sesungguhnya adalah belajar. Dari pelajaran itulah kita akan menemukan sebuah perubahan yang berarti pada diri yang disebut revolusi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat pada acara Darul Arqam Dasar (DAD) yang diselenggarakan IMM Koorkom UMSurabaya tanggal 20 sampai 22 Maret 2008 beberapa waktu lalu ketika menulis esai ini. Pada saat sesi “Meneropong Masa Depan”, teman-teman kader baru IMM di kelompok saya (yang berjumlah 10 orang) memberikan segenap unek-uneknya tentang rencana masa depan mereka pasca DAD ini. Ada banyak hal yang mereka pikirkan dan mereka ungkapkan selepas acara DAD maupun jauh beberapa tahun ke depan.&lt;br /&gt;Terasa indah mendengar, membaca dan merenungi apa yang mereka rencanakan; mengenai cita-cita, harapan dan mungkin mimpi-mimpi yang mesti mereka wujudkan. Dalam ranah keagamaan, kebanyakan dari mereka menginginkan menjadi aktivis Muhammadiyah yang akan membela perjuangan Islam khususnya Muhammadiyah; menegakkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. IMM bagi mereka merupakan sebuah sarana seumpama jembatan yang akan mengantarkan mereka kepada cita-cita Muhammadiyah. Melalui IMM mereka tahu tujuan IMM yang selaras dengan tujuan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan pribadi, IMM dapat menjadi kawah candradimuka yang akan membekali mereka dalam kehidupan selanjutnya; menjadi pribadi yang mumpuni dalam keluarga dan menjadi makhluk sosial yang berkualitas. Selebihnya IMM adalah ladang pembelajaran untuk mematangkan bagaimana cara untuk berda’wah amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Dari segelintir mimpi-mimpi kader tersebut saya dapat memberikan gambaran seperti apa peranan dan manfaat IMM bagi mahasiswa khususnya mahasiswa yang tergabung dalam IMM sendiri. IMM merupakan wadah untuk belajar tentang organisasi, berfikir intelek dan berakhlak mulia, dan mendidik mahasiswa untuk siap terjun dalam masyarakat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Maslahat atau Mudharat?&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang banyak terjadi dari dulu hingga sekarang, mahasiswa yang terlalu aktif di organisasi tertentu sampai jarang kuliah, maka biasanya IP bisa diramal sebelum pengeluaran KHS – sama seperti murid SD yang tak pernah mau belajar meski ia bukan murid yang cerdas. Padahal, mungkin sekali IP dan ijazah tidak akan memberikan apa-apa tanpa kesadaran emosional (Emotional Quotient) dan kesadaran spiritual (Spiritual Quotient) yang tinggi. Kehadiran di bangku kampus terbukti tidak memberikan apa-apa tanpa rasa suka untuk kuliah, dan hal ini tidak pernah benar-benar dihargai oleh kebanyakan orang yang mengakui dirinya sebagai ahli pendidikan.&lt;br /&gt;Dengan mengikuti organisasi tertentu secara tidak langsung telah memberikan poin yang lebih bagi pembelajaran, sayangnya poin ini jarang sekali kita perhatikan. Kita seringkali menganggap keduanya berbeda. Di dalam buku-buku accelerated learning disebutkan bahwa seseorang akan mampu mengingat dengan lebih baik apabila ia merasakan langsung manfaat dari sebuah pelajaran, bagaimana kemudian sesuatu yang ia pelajari berlaku pada konteks dunia nyata. Seseorang juga akan belajar lebih banyak hal apabila dia berinteraksi dengan orang lain dan secara berkesinambungan mempertahankan hubungan tersebut. Dia akan mampu menghubung-hubungkan berbagai hal yang dipelajarinya dengan banyak bidang. Begitulah cara Einstein berpikir. Seorang mahasiswa akan lebih banyak belajar jika ia mampu berinteraksi dengan baik dengan dunia di luar kampus, apakah itu realitas sosial maupun alam semesta.&lt;br /&gt;Melalui organisasi kampus seperti juga IMM, mahasiswa dapat belajar bersosialisasi dengan dunia di luar kampus, dunia sesungguhnya. Mengesampingkan ego, idealitas, dan sikap intelek yang berlebihan. Interaksi sosial yang baik akan sangat menolong mahasiswa selepas ia menanggalkan almamater kampusnya ke tengah masyarakat. Inilah sesungguhnya belajar yang manusiawi, belajar dalam universitas kehidupan.&lt;br /&gt;Belajar yang manusiawi sesungguhnya merupakan hak asasi setiap manusia. Dengan belajar diharapkan seseorang akan mampu menjadi manusia yang memenuhi tiga kodratnya, sebagai makhluk individu, makhluk sosial, dan makhluk Tuhan. Ketiga dimensi ini yang kemudian tergambar di dalam tiga bentuk kecerdasan yaitu IQ, EQ, dan SQ. Dalam konteks individu, seseorang tidak akan pernah berbuat banyak terhadap hal-hal yang bermanfaat di dalam hidupnya jika ia tidak pernah mengimplementasikannya di dalam kehidupan sosial. Kehidupan organisasi yang telah dilalui ketika menjadi mahasiswa akan lebih berarti untuk mengembangkan potensi dirinya di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;IMM bagi Mahasiswa Umumnya&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada ranah yang lebih luas – dalam realitas gerakan mahasiswa saat ini – boleh dikatakan IMM kurang dikenal di kalangan masyarakat luas. Hal ini karena peranan IMM di masyarakat masih sangat kurang. Bahkan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah sendiri, tidak sedikit mahasiswa yang mempertanyakan apa peranan IMM untuk kampus. Artinya, peranan IMM baik di internal kampus maupun di luar kampus saat ini masih dipertanyakan. Gerakan IMM masih lebih terfokus pada lingkaran terkecil; internal organisasi.&lt;br /&gt;Sebenarnya, melalui tri kompetensi dasar-nya IMM harus dapat memberikan peranan yang signifikan bagi mahasiswa, persyarikatan (dalam hal ini Muhammadiyah), dan masyarakat. Sebagai organisasi underbo Muhammadiyah, maka gerakan kader ini harus mampu memberikan kontribusi bagi mahasiswa untuk dapat ber-amar ma’ruf nahi munkar berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sesuai dengan tujuan IMM yaitu mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diah K., Aktivis IMM Kom. FAI UMSurabaya  dengan beberapa tambahan dari Bayu Satria, immfaiuad, WordPres.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-1062112315321639055?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/1062112315321639055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/07/peranan-imm-bagi-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1062112315321639055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1062112315321639055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/07/peranan-imm-bagi-mahasiswa.html' title='Peranan IMM bagi Mahasiswa'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-2205181625160390862</id><published>2009-07-14T20:44:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T20:47:12.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMM'/><title type='text'>Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Leadership&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan (Leadership) merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi sosial. Sejak mula terbentuknya suatu kelompok sosial, seseorang atau beberapa orang di antara warga-warganya melakukan peranan yang lebih aktif daripada rekan-rekannya, sehingga orang tadi atau beberapa orang tampak lebih menonjol dari lain-lainnya. &lt;span class="fullpost"&gt;Itulah asal mula timbulnya Kepemimpinan (Leadership)1, yang kebanyakan timbul dan berkembang dalam struktur sosial yang kurang stabil. Munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan di mana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar. Dalam keadaan demikian agak sulit bagi warga kelompok menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Muncullah seseorang yang mempunyai kemampuan menonjol yang diharapkan akan menanggulangi segala kesulitan-kesulitan yang ada.&lt;br /&gt;Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Apabila saat tersebut muncul seorang pemimpin, maka kemungkinan besar kelompok-kelompok tersebut akan mengalami suatu disintegrasi. Tidak munculnya pemimpin tadi adalah mungkin karena seorang individu yang diharapkan akan menjadi pemimpin ternyata tidak berhasil membuka jalan bagi kelompok untuk mencapai tujuannya dan dengan begitu kebutuhan warga tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEFINISI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan (Leadership) (Leadership) adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin atau leader) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya) sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Ada 2 macam Kepemimpinan (Leadership) yaitu Kepemimpinan (Leadership) sebagai kedudukan dan Kepemimpinan (Leadership) sebagai suatu proses sosial. Sebagai kedudukan, Kepemimpinan (Leadership) merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang dapat dimiliki oleh seseorang atau suatu badan. Sebagai suatu proses sosial, Kepemimpinan (Leadership) meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau sesuatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.&lt;br /&gt;Kepemimpinan (Leadership) ada yang bersifat resmi (formal Leadership) yaitu Kepemimpinan (Leadership) yang tersimpul di dalam suatu jabatan. Ada pula Kepemimpinan (Leadership) karena pengakuan masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan Kepemimpinan (Leadership) (informal Leadership) bersifat tidak resmi. Terdapat suatu perbedaan antara Kepemimpinan (Leadership) resmi dan Kepemimpinan (Leadership) tidak resmi. Adalah Kepemimpinan (Leadership) resmi di dalam pelaksanaannya selalu berada di atas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi, sehingga dengan demikian cakupannya terbatas. Kepemimpinan (Leadership) tidak resmi, mempunyai ruang lingkup tanpa batas-batas resmi, karena Kepemimpinan (Leadership) demikian didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat. Ukuran benar tidaknya Kepemimpinan (Leadership) tidak resmi terletak pada tujuan dan hasil pelaksanaan Kepemimpinan (Leadership) tersebut, menguntungkan atau merugikan masyarakat.&lt;br /&gt;Walaupun seorang pemimpin (yakni yang melaksanakan Kepemimpinan (Leadership)) yang resmi tidak boleh menyimpang dari peraturan-peraturan resmi yang menjadi landasannya, akan tetapi dapat melakukan kebijaksanaan yang dapat memancarkan kemampuan mereka sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Kepemimpinan (Leadership) yang tidak resmi dapat digunakan pula di dalam suatu jabatan resmi dan tentu saja lebih leluasa di dalam masyarakat yang belum dianut peraturan-peraturan resmi.&lt;br /&gt;Ada delapan sifat dan kepribadian yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin atau disebut Asta Brata, agar Kepemimpinan (Leadership) nya berhasil. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:&lt;br /&gt;1. Indra-Brata, yang memberi kesenangan dalam jasmani.&lt;br /&gt;2. Yama-Brata, yang menunjuk pada keahlian dan kepastian hukum.&lt;br /&gt;3. Surya-Brata, yang menggerakkan bawahan dengan mengajak mereka untuk bekerja persuasion.&lt;br /&gt;4. Caci-Brata, yang memberi kesenangan rohani.&lt;br /&gt;5. Bayu-Brata, yang menunjukkan keteguhan pendidikan dan rasa tidak segan-segan untuk turut merasakan kesukaran-kesukaran pengikut-pengikutnya.&lt;br /&gt;6. Dhana-Brata, menunjukkan pada suatu sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;7. Pac- Brata, yang menunjukkan kelebihan di dalam ilmu pengetahuan, kepandaian dan keterampilan.&lt;br /&gt;8. Agni-Brata, yaitu sifat memberikan semangat kepada anak buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MODEL-MODEL KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah “Ing Ngarso sun Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani yang jika dijabarkan akan bermakna :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kepemimpinan (Leadership) di Muka&lt;br /&gt;Seorang pemimpin di muka, harus memiliki idealisme kuat, serta dia harus dapat menjelaskan cita-citanya kepada masyarakat dengan cara-cara sejelas mungkin. Karena dia harus mampu menentukan suatu tujuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, serta merintis ke arah tujuan tersebut dengan menghilangkan segala hambatan, antara lain dengan menghapuskan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah usang. Bahayanya bagi pemimpin di muka adalah, kemungkinan berjalannya terlalu cepat, sehingga masyarakat yang dipimpinnya tertinggal jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepemimpinan (Leadership) di Tengah&lt;br /&gt;Seorang pemimpin di tengah-tengah, mengikuti kehendak yang dibentuk masyarakat. Ia selalu dapat mengamati jalannya masyarakat, serta dapat merasakan suka dukanya. Dari dia diharapkan dapat merumuskan perasaan-perasaan serta keinginan-keinginan masyarakat dan juga menimbulkan keinginan masyarakat untuk memperbaiki keadaan yang kurang menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kepemimpinan (Leadership) di Belakang&lt;br /&gt;Pemimpin di belakang diharapkan mempunyai kemampuan untuk mengikuti perkembangan masyarakat. Dia berkewajiban untuk menjaga agar perkembangan masyarakat tidak menyimpang dari norma-norma dan nilai-nilai yang pada suatu masa dihargai oleh masyarakat. Sendi-sendi Kepemimpinan (Leadership)nya adalah keutuhan dan harmoni. Pemimpin yang demikian berkecenderungan untuk menjadi formalistis, bahkan tradisionalis. Kepemimpinan (Leadership) di belakang masih jelas tergambar dari istilah-istilah seperti ”Pamong Praja”, “Pamong Desa” dan seterusnya, yang menggambarkan bahwa fungsi pemimpin adalah untuk membimbing masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) KOLEGIAL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adalah Kepemimpinan (Leadership) yang dilakukan secara bersama-sama yaitu seorang pemimpin tidak akan bertindak sendiri sebelum bermusyawarah dalam suatu rapat. Dengan demikian, maka keputusan para pemimpin tersebut sekaligus merupakan pula rasa keadilan bagi para anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi disampaikan dalam berbagai kajian dan seminar tentang kepemimpinan dan keorganisasian dalam lingkup Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-2205181625160390862?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/2205181625160390862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/07/kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2205181625160390862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/2205181625160390862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/07/kepemimpinan.html' title='Kepemimpinan'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-1418692603876479395</id><published>2009-03-03T20:53:00.002-08:00</published><updated>2009-08-06T09:49:34.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pribadi'/><title type='text'>Album Foto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/SnsJZhsLULI/AAAAAAAAAA4/6jHJjtMIA1Q/s1600-h/IMG0459A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/SnsJZhsLULI/AAAAAAAAAA4/6jHJjtMIA1Q/s320/IMG0459A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366893715087118514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-1418692603876479395?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/1418692603876479395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/album-foto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1418692603876479395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/1418692603876479395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/album-foto.html' title='Album Foto'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/SnsJZhsLULI/AAAAAAAAAA4/6jHJjtMIA1Q/s72-c/IMG0459A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-6281142155195069530</id><published>2009-03-03T20:53:00.001-08:00</published><updated>2009-03-03T20:53:39.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pribadi'/><title type='text'>Download</title><content type='html'>Coba2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-6281142155195069530?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/6281142155195069530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/download.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/6281142155195069530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/6281142155195069530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/download.html' title='Download'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-8470781648208418932</id><published>2009-03-03T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T20:53:07.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pribadi'/><title type='text'>Profilku</title><content type='html'>Maaf baru percobaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-8470781648208418932?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/8470781648208418932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/profilku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8470781648208418932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/8470781648208418932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/profilku.html' title='Profilku'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-345741231020107145.post-4108191366653869612</id><published>2009-03-03T20:51:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T20:52:27.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pribadi'/><title type='text'>Buku Tamu</title><content type='html'>Assalam.. bagi pengunjung yang bermaksud menyambug silaturrahim lebih dekat silahkan mengisi buku tamu berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan jangan lupa mampir lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/345741231020107145-4108191366653869612?l=istabiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://istabiq.blogspot.com/feeds/4108191366653869612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/buku-tamu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/4108191366653869612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/345741231020107145/posts/default/4108191366653869612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istabiq.blogspot.com/2009/03/buku-tamu.html' title='Buku Tamu'/><author><name>IMM Kom. FAI UMSurabaya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02518033984603904935</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='17' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_VjlWw-G8OSk/Sa4QTM37M_I/AAAAAAAAAAM/vqsHx-lXSWU/S220/images.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
