-->

IKLAN SPESIAL

TELAH DIBUKA

KEDAI PENGETIKAN
"BUMI PENA"

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)
KOMISARIAT FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Menerima :

Pengetikan (Rp. 1.400,-/lbr)
Print BW (Rp. 350/lbr)
Print Colour (Rp. 1.500/lbr)
Desain Grafis (Harga Nego)

Office : Jl. Gembili II-1 Wonokromo, Surabaya
(Depan Komplek Muhammadiyah Gadung)
Cabang : Jl. Sutorejo Surabaya
(Depan Kampus UMSurabaya)

Contact Person : 0857 344 222 13

Archives

gravatar

MENGIKIS KEBERAGAMAN DALAM KEBERSAMAAN




Agenda BHAKSOS telah lama usai. Rasa penat, letih dan aroma kambing sudah hilang. Meskipun begitu, selayaknya ada hal positif yang dapat kita rasakan dan jadikan kenangan. Salah satu hal positif yang dapat kita ambil adalah betapa kuatnya makna sebuah persatuan. Terdiri dari berbagai macam latar belakang dan kultur, anggota IMM Komisariat FAI mampu membawanya dalam sebuah persatuan melalui kebersamaan. Jika tidak adanya persatuan dan kebersamaan, tentu kita tidak akan mungkin dapat melaksanaka agenda bhaksos dengan lancar.
Hal ini pula yang sejatinya turut membenarkan adanya agium yang menyebutkan bahwa kebersamaan adalah pangkal kesuksesan. Apapun hasil dari agenda bhakti sosial merupakan hasil yang diperoleh bersama. Tidak ada satupun alasan untuk mengklaim bahwa kesuksesan bhaksos dikarenakan keberadaan satu orang tertentu, apakah itu dari pimpinan maupun dari kepanitiaan. Demikian pula kekurangan yang muncul dalam agenda tersebut, tidak dapat kiranya dibebankan kepada satu pihak tertentu, baik itu kepada pimpinan maupun kepada kepanitiaan. Apapun yang terjadi adalah atas nama kita, karena IMM adalah milik kita semua. Jayalah IMM!!




Baca selengkapnya!
gravatar

SAATNYA UNTUK BERORGANISASI



Oleh: Khusnul Mawaddah

Organisasi suatu kata yang sangat familiar dan sering diartikan sebagai suatu perkumpulan antara dua orang atau lebih yang memiliki suatu tujuan yang sama, dan jangan sampai ada anggapan bahwa organisasi hanyalah urusan dunia yang akan menghabiskan waktu untuk suatu perbuatan yang sia-sia, tak menghasilkan apa-apa, dan hanya mengganggu waktu belajar saja, sehingga tumbuh rasa malas untuk ikut organisasi, misalnya saja bagi seseorang yang masih berada dalam lingkungan pendidikan sebut saja perguruan tinggi, biasanya banyak sekali oraganisasi baik yang intra ataupun extra yang berada dalanm lingkungan kampus, dimana mahasiswa bisa memilih organisasi mana yang sesuai dengan kecondongan hati.
Ketika seseorang sudah berada pada lingkungan kampus maka dia sudah bukan lagi anak sekolah yang seharusnya kegiatannya bukan hanya sekedar belajar dan belajar, kalau istilah ngetrennya kupu-kupu yaitu kuliah pulang, tapi hendaknya mahasiswa mempunyai kegiatan diluar kegiatan belajar dan kuliah, karena pada dasarnya mahasiswa membutuhkan wadah untuk berexpresi dan pengakuan akan existensi diri yang bisa ditunjukan lewat pemikiran-pemikiran yang brilian, prestasi-prestasi, tanpa semua itu mahasiswa bak bunga yang berada didinding yang keberadaanya hanya sebagai pemanis ruangan, alias menambah jumlah penduduk Indonesia yang memperoleh gelar sarjana setiap tahunnya yang kemudian dijadikan sebagai bukti oleh pemerhati pendidikan dan dianggap sebagai peningkatan mutu pendidikan dan semakin meningkatnya SDM penduduk Indonesia. Cogito ergo Sum begitulah perkataan Rene Descartes yang seharusnya lebih bisa memberikan motivasi untuk senantiasa menghasilkan suatu produk pemikiran sehingga kita bisa dikatakan ada dan tidak Wujuduhu Ka Adamihi.
Disamping itu usia mahasiswa bukanlah lagi usia untuk menjadi anak mama, karena usia seorang mahasiswa yang rata-rata berumur 18 – 22 tahun merupakan usia di,mana ia sudah seseorang mulai punya keinginan mandiri dan lepas dari keluarga selain itu membentuk orientasi kelompok sebaya, dan pemilihan kelompik ini juga perlu diperhatikan, yaitu suatu kelompok yang bisa membawa dampak baik bagi pengembangan kepribadian seseorang.
Ikut berkecimpung dalam organisasi sebenarnya selain mendapat pengalaman untuk mengembangkan diri, memiliki link yang luas dan masih banyaklagi manfaat lainnya, tapi lebih dari pada itu bahwa dengan ikut aktif dalam organisasi pada dasarnya kita juga sudah menjalankan perintah Allah sebagai mana yang termaktub dalam kitabullah “Dan adakanlah diantaramu sekelompok umat yang menyeru kapada islam yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkarang dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS Al Imran: 104)”. Dan bukankah ciri-ciri dari orang yang bertaqwa adalah orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, Apakah itu anda??? Semoga anda termasuk dari golongan orang –orang yang bertaqwa karena bagi mereka surgalah jaminannya.
Dari QS Al Imran itu bisa ditarik benang merah bahwa Allah memerintahkan hambanya untuk mendirikan sebuah perkumpulan yaitu sebuah perkumpulan yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran atau kejahatan, karena pada dasarnya setiap perkumpulan bisa melahirkan suatu kekuatan yang luar biasa, karena perkumpulan itu terdiri dari beberapa individu yang memiliki suatu kelebihan dan kekurangan yang berbeda dan jika kelebihan itu bisa disatukan maka dari situlah lahir kekuatan yang luar biasa yang Insya Allah bisa menutupi kelemahan yang ada, dan dalam kenyataan nya per kumpulan yang melahirkan suatu kekuatan yang luar biasa itu bukanlah suatu perkumpulan yang bertujuan untuk kebaikan saja, tapi juga untuk keburukan, bahkan dalam aksi mencopet itu juga merupakan aksi yang terorganisir dengan baik dan ada pula pembagian job discription dan mereka bekerja secara rapi berdasarkan job description masing-masing, apakah anda mau dikalahkan oleh pencopet, yang nota bene merupakan kegiatan yang tidak baik dan terlarang???
Ali ra pernah berkata bahwa kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kejahatan yang tidak terorganisir, memang tidak mudah untuk menciptakan suatu oraganisasi yang solid karena dalam suatu organisasi terdapat individu yang tak jarang memiliki pendapat yang berbeda atupun motivasi beror ganisasi yang berbeda pula, dan dari perbedaan tersebut bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan bila tak segera diatasi, sehingga bisa berakibat pada rusaknya kesatuan aksi dari organisasi itu sendiri, dan hal seperti inilah yang sebisa mungkin harus diminimalisir, karena jika dalam suatu oragnisasi sudah tidak ada lagi kesatuan aksi dari para personilnya maka bagaimana tujuan bersama bisa tercapai karena bagaimanapun oragnisasi terbentuk karena ada tujuan bersama dari beberapa orang.
Dan tentu saja untuk mencapai tujuan itu tidak semudah membalikan telapak tangan dan kesuksesan itu tak kan pernah bisa diraih dalam angan-angan, tujuan yang besar maka hambatannya akan besar pula, hambatan sendiri bisa bersifat intern ataupun extern, pada dasrnya cara pandang terhadap suatu permasalahan itu juga berpengaruh terhadap kesuksesan suatu organisasi tersebut dalam meraih tujuan yang selama ini dicita-citakan. Ketakutan dalam mengahadapi hambatan dalam oragnisasi sehingga menimbulkan rasa malas untuk ikut mnerupakan pemikiran yang kerdil, karena tantangan dan masalah yang timbul dalam suatu tubuh organisasi hanyalah miniatur dari permasalahan yang ada dalam masyarakat, dan sekarang saatnyalah untuk berlatih untuk itu, so…. Take action dan mulailah berorganisasi!!!




Baca selengkapnya!
gravatar

Terapi Hati

“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik maka baiklah semua tubuh,
tapi jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa itu adalah hati” (HR Bukhory)



Urgensi masalah hati
Begitu pentingnya hati, karena di sanalah tempat keimanan, keyakinan, harapan, takut, tawakkal,
cinta, semangat, niyat dan seuruh amalan hati berada. Juga tempat kekufuran, keraguan, dan
bisikan-bisikan jahat bersarang. Hanya hati yang selamatlah yang kelak pada hari kiyamat bisa
mendatangkan manfaat kepada pemiliknya di saat harta dunia tiada berguna.
Allah berfirman: “Sesunnguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai
pertanggung jawaban” (QS Al-Isro’: 36) 1)
Hati manusia itu ada yang hidup, ada yang mati, sehat dan ada juga yang sakit. Dalam hal ini, ia
lebih penting dari pada tubuh dan perkaranya.
Hati yang sehat
Indikasi hati yang sehat adalah adanya keinginan untuk berkhidmat kepada Allah, rindu untuk
selalu taat kepada-Nya. Si empu hati hanya ingin satu harapan: selalu mentaati Allah. Yahya bin
Muad berkata: barang siapa yang senang untuk berkhidmad kepada Allah, maka sesuatu akan
senang taat kepadanya, barang siapa yang tentram dan sejuk berkhidmad kepada Allah, maka
tentram dan sejuk pula hati semua yang memandangnya. 2)
Ciri berikutnya; sangat bakhil terhadap waktu. Menyesal jika terbung sia-sia. Pelitnya terhadap
waktu melebihi pelitnya kepada harta. Keinginannya untuk meraih manfaat sangat teramat tinggi.
Orang yang memiliki hati yang sehat, tampak jika masuk waktu sholat. Hilanglah segala kesusahan
terhadap dunia. Ia justru mendapatkan harapan baru, kelapangan, kesejukan, dan petunjuk hati
dengan sholat tersebut.
Dia tidak pernah letih berdzikir kepada Allah dan selalu ingin bersyukur kepada-Nya. Dia sangat
takut untuk menyeleweng dan berpaling dari Allah. Ia mencurahkan hatinya dengan ikhlas, ridho,
loyal, istiqomah, ittiba’, dan ihsan kepada-Nya. dia takut melalikan hak-hakNya. 3)
Terapi agar hati sehat;
1. Membaca alquran
Utsman berkata: andaikan hati itu bersih, niscaya kalian akan ringan untuk membaca al-Quran. 4)
Dengan membaca Al-Quran seorang muslim mendapatkan cahaya petunjuk darinya, obat jiwa dan
penawarnya yang penuh rahmat, sebagaimana Allah berfirman;
“Wahai manusia, telah datang kepadamu nasihat dari tuhanmu (:Al-Quran) dan obat untuk di dalam
dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman” (QS. Yunus: 57) 5)
2. Dzikir
Ibnu Taimiyah berkata: dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan apabila keluar
dari airnya? Demikian pula keadaan hati yang hampa dari dzikir kepada Allah, si empunya tentu
blingsatan tak tentu arah, terombang-ambing hawa nafsu.
Pertanyaannya; mengapa dzikir itu demikian penting? Karena dzikir adalah makanan pokok bagi
hati, sedangkan kelalaian adalah petakanya. Bayangkan jika tubuh tidak pernah mendapat makanan
pokok, bagaimana keadaannya. Demikian pula hati, jika tidak mendapatkan makanannya.
Selain itu, dzikir dapat mengusir syetan dan menundukkannya. Dzikir adalah penyebab datangnnya
kebahagiaan hati, kegembiraan, kelapangan dan cahaya. Dzikir adalah obat dari banyak jenis
penyakit hati. Diriwayatkan bahwa seseorang datang menemui Imam Hasan al-Bashri dan berkata:
aku mengadukan kerasnya hatiku. Maka Imam berkata: lunakkanlah ia dengan dzikir” Bukankah
Allah berfirman: “Ketahuilah bahwa dengan dzikir hati bisa menjadi tentram” (Ar-Ro’du: 28)
3. Qiyamul lail
Sesungguhnya Robbmu mengetahui bahwa engkau bangun (untuk sholat) kurang dari 2/3 malam,
dan (ada kalanya) ½ malam, dan (ada kalanya) 1/3 malam” (QS Al-Muzammil: 20) 7)
Apabila semua mata telah terlelap, Abdullah bin Mas’ud bangun dan terdengarlah dengungan
bacaan sholatnya bagai suara lebah karena sholat malam sampai subuh menjelang. 8)
Hasan al-Bashri ditanya: mengapa orang yang tahajjud malam itu wajahnya berseri-seri? Beliau
menjawab: karena Allah hadiahkan sebagian berkas cahaya-Nya untuknya”
Al-Hasan berkata: aku melakukan hanya 1 dosa, maka akupun terhalang untuk melaksanakan sholat
lail. Maka ada seseorang yang datang kepadanya dan berkata: aku tidak dapat bangun malam, maka
tunjukkanlah apa obatnya!” ia berkata: janganlah engkau bermaksiyat di siang hari, niscaya Allah
akan membangunkanmu di malam hari, insya Allah”
Imam Sufyan Ats-Tsaury berkata: aku benar-benar terhalangi tidak bisa melaksanakan qiyamullail
selama 5 bulan hanya gara-gara 1 dosa yang aku lakukan”
Abu Sulaiman berkata: kelezatan malam hanya bisa dirasakan oleh mereka-mereka yang rajin sholat
malam. Sungguh, andai saja tidak ada malam niscaya aku tidak ingin berlama-lama di dunia ini.
Ibnul Munkadir juga berkata: kelezatan dunia ini tingggal 3 perkara: qiyamullail, berjumpa dengan
kawan beriman, dan sholat berjama’ah di masjid kaum muslimin” 9)
4. Istighfar
“Dan mintalah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang
(QS Al-Baqoroh: 199)10)
Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah dengan lisan dan biasaya diikuti dengan taubat,
bahwa memohon ampunan Allah dengan anggota badan untuk tidak mengulangi kesalahan.
Hasan al-Bashri berkata: perbanyaklah kalian akan istighfar di manapun dan kapanpun. Di rumah-
rumah, di meja makan, di jalan-lajan, di pasar-pasar, di majlis-majelis kalian, karena sesungguhnya
kalian tidak tahu kapan ampunan itu datang”
Dari Abu Hurairoh, bahwa rosulullah bersabda;
“Demi Allah, aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70X
dalam sehari” (HR.Bukhori) 11)
5. Do’a
Do’a merupakan nikmat yang besar, yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Dimana Allah memerintahkan kepada mereka untuk berdo’a dan Allah langsung berjanji akan
mengabulkannya. Bukankah ini sebuah kenikmatan?
“Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.
Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka
dalam keadaan hina-dina”. (QS. Ghaafir: 60)
Do’a memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama. Karena dengan do’a seseorang akan dibukakan
pintu-pintu kebaikan dari apa-apa yang ia minta. Dan ditutup dari celah-celah keburukan. Karena
hampir tiada seorangpun yang berdo’a kecuali pasti meminta kebaikan dan supaya dihindarkan dari
kejelekan. Sehingga datanglah keberuntungan satu persatu, rejeki menghampiri silih berganti
selama do’a tadi hanya dimohonkan kepada Allah saja.
Allah maha dekat, Dia mendengar setiap untaian do’a hamba-Nya, berjanji akan mengabulkannya,
dengan firman-Nya;
“Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat, akan aku perkenankan
do’a orang yang berdo’a kepada-Ku” (Al-Baqoroh:186)
6. Amalan-amalan sunnah yag lain.
“Dan tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan yang lebih Aku cintai dari yang Aku
wajibkan padanya, dan tidak henti-hentinya pula hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan
yang sunnah-sunnah sehingga Aku mencintainya, maka apabila Aku mencintainya maka Aku
menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat
dengannya, menjadi tangannya yang ia menggenggam dengannya, menjadi kakinya yang ia berjalan
dengannya, dan jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan jika ia berlindung
kepada-Ku maka Aku akan melindunginya” (HR. Bukhori) 15)
Hati yang sakit
Indicator hati yang sakit adalah suka bergelimang degan syahwat dan syubhat. Dan penyebabnya
adalah suka mengkonsumsi racun; banyak memandang, banyak bicara, banyak makan, banyak
bergaul.
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya...” (Al-Baqarah:10) 16)
Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak
sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit
tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati.
Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk.
Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan
keyakinan-keyakinannya yang batil. Sebab “Luka, tak akan dapat membuat sakit jiwa yang mati.”
Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya
obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hati, berpengaruh pada semakin sulitnya ia menelan
obat.
Gejala penyakit hati adalah, ketika ia enggan memakan makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu
menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang
berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna
bagi hatinya adalah iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur’an. Masing-masing memiliki gizi
dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-
sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. 17)
Sesungguhnya Allah berfirman:
”Katakanlah: “Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan
orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbat, sedang Al-qur’an itu suatu
kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat
jauh.” (Fushshilat: 44) 18)
Al-qur’an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan
akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur’an sebagai obat. Kalau si sakit
mahir menggunakannya sebagai obat, 19)
Hati yang mati
“Apakah orang yang mati, maka Aku hidupkan dan Aku jadikan baginya cahaya yang dengannya ia
bisa berjalan de tengah manusia sama seperti orang dalam kegelapan yang dia tidak bisa keluar
darinya? Demikianlah aku hiasi bagi orang-orang kafir itu dengan apa yang mereka lakukan” (Al-
An’am: 122) 20)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup
dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi’at dasarnya ia pasti
menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak
dapat membedakan yang baik dan yang buruk. 21)
Sebagaimana yang Allah firmankan:
“Mereka tuli, bisu, buta maka mereka tidak bisa kembali” (QS Al-Baqoroh: 18) 22)
AKHIR KATA, semoga Allah menjadikan hati-hati kita selalu hidup dan sehat, dihindarkan dari
penyakit serta kematiannya. Amiin.



Baca selengkapnya!
gravatar

SHOLAT BERKUALITAS, HIDUP BERKUALITAS.


“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) yang khusyu’ dalam sholatnya.”

(Al-Mukminun : 1-2) *)

Agungnya sholat

Seperti inilah buah ibadah. Ia mampu melahirkan keberuntungan bagi pelakunya. Pelaku sholat

dijamin dengan keberuntungan, sebagaimana janji Allah di atas. Sehingga pelaksanaan sholat

sangatlah besar peranannya dalam Islam, maka perlu untuk selalu diperhatikan dan ditegakkan. Jika

tidak, sholat hanyalah gerak badan tanpa makna. Kosong melompong dan berujung pada

kepayahan. Pada akhirnya hasilnya hanyalah kebosanan belaka.

Rosulullah bersabda mengenai betapa pentingnya sholat;

“Yang pertama-tama dipertanyakan (dihisab) terhadap seorang hamba pada hari kiyamat kelak

tentang amalnya adalah sholat. Apabila sholatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabila

sholatnya buruk maka dia kecewa dan merugi” (HR. An-Nasa’i)

Rosulullah pernah berkata kepada Bilal; “wahai Bilal bahagiakan aku degan sholat”.Sholat

adalah sumber ketenangan jiwa dan kegembiraannya. Maka tidak heran nabi dan sahabat-

sahabatnya suka berlama-lama dalam sholat malam hingga membuat kaki beliau bengkak.3)

Apakah rahasia kebahagiaan sholat itu hanya mereka saja yang bisa rasakan sementara kita tidak?

Pembicaraan tentang sholat perlu terus pengulangan. Tidak boleh ada kebosanan, kelalaian, dan

acuh tentangnya. Karena sholat merupakan kewajiban yang sangat agung, kebaikan yang amat

terpuji dan bahaya yang luar biasa manakala meninggalkannya. Sholat merupakan tiang agama.

Barangsiapa yang meremehkan sholat berarti telah melalaikan pondasi agama.

Sholat merupakan obat hati yang bisa menyembuhkan ragam macam penyakit dan kejelekan

akhlaq. Bagaikan pelita cahaya yang menghilangkan pekatnya dosa-dosa. Sebagaimana firman

Allah:

“Dan dirikanlah sholat. Sesunggungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan

mungkar” (QS AL-‘Ankabut : 45)

Namun sholat yang bagaimana yang bisa mencegah kekejian tersebut? Bukankah ada orang yang

rajin sholat tapi gemar pula maksiyat, alias STMJ (=Sholat Terus Maksiyat Jalan). Sholatnya hebat

tapi menjadi tukang ghibah, namimah, pengidap sakit hati, iri, dongkol, kemalasan dan seterusnya.

Kalau seperti ini, tentu pasti ada yang error dalam sholatnya.

Sebagaimana sabda nabi ;

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai yang bersih di depan pintu salah

seorang kalian, dia mandi di sana lima kali sehari, apakah masih ada kotoran yang tersissa? Mereka

menjawab; “tidak ada kotoran tersisa sedikitpun” nabi bersabda,”demikianlah permisalan sholat

lima waktu, Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengan sebab sholat” (HR Muslim)

Begitulah agungnya sholat bisa membersihkan segala daki-daki kejelekan sampai rosulullah

menjadikannya sebagai batas antara kekafiran dan keimanan. Barang siapa yang menegakkan

sholat, dia muslim. Jika tidak, ya kafir. Sebagaimana rosulullah bersabda;

“Perbedaan antara muslim dan kafir adalah sholat” (HR .Muslim)

Kedudukan khusyu’ dalam sholat

Khusyu’ merupakan ruh sholat. Sebagaimana ruh bagi badan. Ia sangat cepat hilangnya dan sulit

mendapatkannya. Bahkan tidak jarang puluhan orang sholat berjama’ah mereka tidak khusyu’

dalam sholatnya hatta imamnya sekalipun. Inilah musibah. Terlebih lagi zaman sekarang ini. Tidak

dapat dan tidak berusaha menggapai khusyu’ merupakan musibah sangat besar.

Sehingga rosulullah berdo’a agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’. Rosulullah bersabda

bahwa yang pertama kali diangkat dari umat ini adalah khusyu’ sehingga hampir-hampir tidak

didapatkan seorangpun yang khusyu’ dalam sholatnya.

Sholat apabila dihiasi denag khusyu’ dalam ucapan, dan geraknya dihiasi dengan kerendahan,

ketulusan, ketenangan, ketundukan, cinta dan pengagungan maka sungguh pelakunya akan dapat

mencegah perbuatan keji dan mungkar. Hatinya kain berseri-seri, fikirannya jernih, keimanannya

meningkat, kecintaannya dalam berbuat kebaikan semakin bertambah, keinginannya untuk berbuat

jelek semakin sirna.

Dengan Khusyu’ munajat seorang hamba semakin mudah dikabulkan dan kedekatan kepada Allah

semakin terasa. Sehingga kenikmatan dan kesejukannya terasa usai sholat hingga sholat kembali.

Ketika ia memasuki sholat dengan penuh ketundukan, selama sholat ia munajat dengan penuh

ketakutan dan harap, maka setelah melaksanakan sholat seolah-olah ia melepaskan segala himpitan

beban dunia. Yang tertinggal di hatinya berupa kegembiraan dan ketentraman yang senantiasa

bersama.

Dari Hasan bin ‘Athiyah, bahwa rosulullah bersabda; “Sesungguhnya ada dua orang yang berada

dalam satu sholat perbedaan keutamaan diantara keduanya bagaikan langit dan bumi” (HR. Abu

Dawud)

Agar khusyu’ dalam sholat

Khusyuk memang mudah diucap, namun masing-masing belum tentu bisa. Namun. sungguh barang

siapa yang menempuh metode nabi dalam melaksanakan sholat tentu akan mendapatkan

kekhusyukan. Untuk dapat khusyu’ ada beberapa hal yang bisa membantunya, diantaranya

hendaknya segera menuju masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, memakai pakaian yang

bersih, badannya suci, mengkosongkan hatinya dari kesibukan dunia, semerbak wangi badannya,

meluruskan dan merapikan shof, tidak melihat ke atas atau ke samping, dan sebagainya.

Dan menjauhi segala apa yang bisa mengganggu kekhusyu’an seperti; bernyanyi-nyanyi di masjid,

membaca qur’an dengan keras disamping orang sholat, memakai baju bergambaratau tulisan-

tulisan grafity; Billabong, Dagadu, Repsol, UD.Makmur dan sejenisnya. Begitu juga suara-suara

gaduh musik, handphone, radio dan semacamnya.

Hal yang paling pokok agar dapat khusyu’ adalah kesempurnaan sunnah-sunnah dalam sholat

secara keseluruhan, seperti bacaan al-Qur’an yang fashih terutama imam dengan merenungi

maknanya.) Sebab realita yang terjadi ada sebagian bahkan kebanyakan masjid bacaan imam

sholatnya rusak luar biasa. Sulit dibedakan antara suara kompor dan bacaan Quran, antara bacaan

surat dan kidung jenaka. Wal’iyadzu billah.

Nabi telah memberi contoh bagaimana contoh sholat yang sempurna, sebagaimana yang disebutkan

hadits ‘Aisyah: “...... beliau shalat empat raka’at, jangan engkau tanya bagus dan panjangnya.....”.

(HR. Bukhari). 13)

Riwayat ini menunjukkan bahwa membaguskan shalatnya, maksudnya memperbanyak atau

memanjangkan bacaan-bacaan, tenang dalam gerakannya serta khusyu’. Shalat harus thuma’ninah,

yaitu tenteram dalam gerakan, baik ketika berdiri, ruku’, sujud, duduk antara dua sujud dan lain

seterusnya.

Rosulullah bersabda; “Apabila engkau akan melaksanakan shalat maka sempurnakanlah wudhu’,

kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah, dan bacalah apa-apa yang mudah dari Al-

Qur’an kemudian ruku’lah sehingga benar-benar ruku’, kemudian angkatlah kepalamu sehingga

engkau benar-benar berdiri, kemudian sujudlah dengan benar-benar sujud, kemudian angkatlah

(tubuhnya) sehingga rata dan benar-benar duduk, kemudian sujudlah dengan benar-benar sujud,

kemudian angkatlah sehingga benar-benar berdiri, kemudian lakukan semua itu di shalatmu

seluruhnya”. (HR Bukhari)

Dari Abi Hurarirah, ia berkata, bahwa rosulullah bersabda; “Sesungguhnya sejelek-jelek manusia

adalah pencuri yang mencuri shalatnya”. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah ! Bagaimana mencuri

shalatnya ? Ia bersabda : (Yaitu) tidak menyempurnakan ruku’nya dan sujudnya”. (HR Al Hakim)

15)

Betapa jeleknya seseorang yang dicap sebagai maling. Pencuri yang mengambil hak manusia tanpa

hak sudah begitu jeleknya dalam pandangan masyarakat, apalagi dalam hal ini yang diambil adalah

haq Allah. Maka tidak heran rosulullah mengatakan sebagai sejelek-jekek manusia. Apalagi yang

tidak sholat. Maka sangat perlu untuk terus didakwahi.

Orang yang tertimpa musibah berupa kemalingan atau hartanya dijambret orang saja, kadang-

kadang tidak bisa tidur berhari-hari, resah ingin hartanya kembali, dan menyesali akan

keteledorannya. Namun aneh tapi nyata, giliran sholatnya dicuri syetan dengan mengingatkan hal-

hal yang menghilangkan kekhusyukan, atau ia justru menjadi malingnya sendiri, malah tenang-

tenang saja. **)

Dari ‘Amr bin Ash dan Khalid bin Walid dan Syarhabil bin Hasanah serta Yazid bin Abi Sufyan,

mereka berkata :

“Rasulullah melihat seorang laki-laki tidak menyempurnakan ruku’nya, dan mematuk dalam

sujudnya. Maka sabdanya : Seandainya orang ini mati dalam keadaan seperti ini, maka ia mati

bukan dalam millah Muhammad”. (HR. Baihaqy) 16)

Hadits ini menerangkan bahwa mereka yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujud seperti burung

yang mematuk, atau ayam jago yang makan, berarti telah mengerjakan suatu amalan yang tidak

disukai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akhir kata

Tidaklah ada penyimpangan moral dan tindak kejahatan yang terjadi di tengah kaum muslimin

kecuali bersumber pada kelalaian mereka dalam menegakkan sholat. Sholat semaunya, secepatnya,

seingatnya, kalau toh mau sholat mereka bagaikan bangkai tanpa ruh. Sebatas gerak badan belaka.

Belum lagi dari segi pakaian yang sembarangan, shof yang kacau balau. Belum lagi penyempurnaan

syarat-syaratnya, rukun dan sunnah-sunnahnya, serta konsekuensi sholat itu sendiri. Justru

kadangkala lebih banyak bid’ahnya dari pada sunnahnya.

Semoga kita dijauhkan dari rusaknya sholat, semoga kita hidup bahagia dan berkualitas

sebagaimana kesempurnaan sholat kita, amin.






Baca selengkapnya!

About Me

Foto saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khoirot

Papan Ngobrol


ShoutMix chat widget