Agenda BHAKSOS telah lama usai. Rasa penat, letih dan aroma kambing sudah hilang. Meskipun begitu, selayaknya ada hal positif yang dapat kita rasakan dan jadikan kenangan. Salah satu hal positif yang dapat kita ambil adalah betapa kuatnya makna sebuah persatuan. Terdiri dari berbagai macam latar belakang dan kultur, anggota IMM Komisariat FAI mampu membawanya dalam sebuah persatuan melalui kebersamaan. Jika tidak adanya persatuan dan kebersamaan, tentu kita tidak akan mungkin dapat melaksanaka agenda bhaksos dengan lancar. Hal ini pula yang sejatinya turut membenarkan adanya agium yang menyebutkan bahwa kebersamaan adalah pangkal kesuksesan. Apapun hasil dari agenda bhakti sosial merupakan hasil yang diperoleh bersama. Tidak ada satupun alasan untuk mengklaim bahwa kesuksesan bhaksos dikarenakan keberadaan satu orang tertentu, apakah itu dari pimpinan maupun dari kepanitiaan. Demikian pula kekurangan yang muncul dalam agenda tersebut, tidak dapat kiranya dibebankan kepada satu pihak tertentu, baik itu kepada pimpinan maupun kepada kepanitiaan. Apapun yang terjadi adalah atas nama kita, karena IMM adalah milik kita semua. Jayalah IMM!!
Organisasi suatu kata yang sangat familiar dan sering diartikan sebagai suatu perkumpulan antara dua orang atau lebih yang memiliki suatu tujuan yang sama, dan jangan sampai ada anggapan bahwa organisasi hanyalah urusan dunia yang akan menghabiskan waktu untuk suatu perbuatan yang sia-sia, tak menghasilkan apa-apa, dan hanya mengganggu waktu belajar saja, sehingga tumbuh rasa malas untuk ikut organisasi, misalnya saja bagi seseorang yang masih berada dalam lingkungan pendidikan sebut saja perguruan tinggi, biasanya banyak sekali oraganisasi baik yang intra ataupun extra yang berada dalanm lingkungan kampus, dimana mahasiswa bisa memilih organisasi mana yang sesuai dengan kecondongan hati. Ketika seseorang sudah berada pada lingkungan kampus maka dia sudah bukan lagi anak sekolah yang seharusnya kegiatannya bukan hanya sekedar belajar dan belajar, kalau istilah ngetrennya kupu-kupu yaitu kuliah pulang, tapi hendaknya mahasiswa mempunyai kegiatan diluar kegiatan belajar dan kuliah, karena pada dasarnya mahasiswa membutuhkan wadah untuk berexpresi dan pengakuan akan existensi diri yang bisa ditunjukan lewat pemikiran-pemikiran yang brilian, prestasi-prestasi, tanpa semua itu mahasiswa bak bunga yang berada didinding yang keberadaanya hanya sebagai pemanis ruangan, alias menambah jumlah penduduk Indonesia yang memperoleh gelar sarjana setiap tahunnya yang kemudian dijadikan sebagai bukti oleh pemerhati pendidikan dan dianggap sebagai peningkatan mutu pendidikan dan semakin meningkatnya SDM penduduk Indonesia. Cogito ergo Sum begitulah perkataan Rene Descartes yang seharusnya lebih bisa memberikan motivasi untuk senantiasa menghasilkan suatu produk pemikiran sehingga kita bisa dikatakan ada dan tidak Wujuduhu Ka Adamihi. Disamping itu usia mahasiswa bukanlah lagi usia untuk menjadi anak mama, karena usia seorang mahasiswa yang rata-rata berumur 18 – 22 tahun merupakan usia di,mana ia sudah seseorang mulai punya keinginan mandiri dan lepas dari keluarga selain itu membentuk orientasi kelompok sebaya, dan pemilihan kelompik ini juga perlu diperhatikan, yaitu suatu kelompok yang bisa membawa dampak baik bagi pengembangan kepribadian seseorang. Ikut berkecimpung dalam organisasi sebenarnya selain mendapat pengalaman untuk mengembangkan diri, memiliki link yang luas dan masih banyaklagi manfaat lainnya, tapi lebih dari pada itu bahwa dengan ikut aktif dalam organisasi pada dasarnya kita juga sudah menjalankan perintah Allah sebagai mana yang termaktub dalam kitabullah “Dan adakanlah diantaramu sekelompok umat yang menyeru kapada islam yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkarang dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS Al Imran: 104)”. Dan bukankah ciri-ciri dari orang yang bertaqwa adalah orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, Apakah itu anda??? Semoga anda termasuk dari golongan orang –orang yang bertaqwa karena bagi mereka surgalah jaminannya. Dari QS Al Imran itu bisa ditarik benang merah bahwa Allah memerintahkan hambanya untuk mendirikan sebuah perkumpulan yaitu sebuah perkumpulan yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran atau kejahatan, karena pada dasarnya setiap perkumpulan bisa melahirkan suatu kekuatan yang luar biasa, karena perkumpulan itu terdiri dari beberapa individu yang memiliki suatu kelebihan dan kekurangan yang berbeda dan jika kelebihan itu bisa disatukan maka dari situlah lahir kekuatan yang luar biasa yang Insya Allah bisa menutupi kelemahan yang ada, dan dalam kenyataan nya per kumpulan yang melahirkan suatu kekuatan yang luar biasa itu bukanlah suatu perkumpulan yang bertujuan untuk kebaikan saja, tapi juga untuk keburukan, bahkan dalam aksi mencopet itu juga merupakan aksi yang terorganisir dengan baik dan ada pula pembagian job discription dan mereka bekerja secara rapi berdasarkan job description masing-masing, apakah anda mau dikalahkan oleh pencopet, yang nota bene merupakan kegiatan yang tidak baik dan terlarang??? Ali ra pernah berkata bahwa kebaikan yang tidak terorganisir bisa dikalahkan oleh kejahatan yang tidak terorganisir, memang tidak mudah untuk menciptakan suatu oraganisasi yang solid karena dalam suatu organisasi terdapat individu yang tak jarang memiliki pendapat yang berbeda atupun motivasi beror ganisasi yang berbeda pula, dan dari perbedaan tersebut bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan bila tak segera diatasi, sehingga bisa berakibat pada rusaknya kesatuan aksi dari organisasi itu sendiri, dan hal seperti inilah yang sebisa mungkin harus diminimalisir, karena jika dalam suatu oragnisasi sudah tidak ada lagi kesatuan aksi dari para personilnya maka bagaimana tujuan bersama bisa tercapai karena bagaimanapun oragnisasi terbentuk karena ada tujuan bersama dari beberapa orang. Dan tentu saja untuk mencapai tujuan itu tidak semudah membalikan telapak tangan dan kesuksesan itu tak kan pernah bisa diraih dalam angan-angan, tujuan yang besar maka hambatannya akan besar pula, hambatan sendiri bisa bersifat intern ataupun extern, pada dasrnya cara pandang terhadap suatu permasalahan itu juga berpengaruh terhadap kesuksesan suatu organisasi tersebut dalam meraih tujuan yang selama ini dicita-citakan. Ketakutan dalam mengahadapi hambatan dalam oragnisasi sehingga menimbulkan rasa malas untuk ikut mnerupakan pemikiran yang kerdil, karena tantangan dan masalah yang timbul dalam suatu tubuh organisasi hanyalah miniatur dari permasalahan yang ada dalam masyarakat, dan sekarang saatnyalah untuk berlatih untuk itu, so…. Take action dan mulailah berorganisasi!!!
“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika baik maka baiklah semua tubuh, tapi jika rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, ketahuilah bahwa itu adalah hati” (HR Bukhory)
Urgensi masalah hati Begitu pentingnya hati, karena di sanalah tempat keimanan, keyakinan, harapan, takut, tawakkal, cinta, semangat, niyat dan seuruh amalan hati berada. Juga tempat kekufuran, keraguan, dan bisikan-bisikan jahat bersarang. Hanya hati yang selamatlah yang kelak pada hari kiyamat bisa mendatangkan manfaat kepada pemiliknya di saat harta dunia tiada berguna. Allah berfirman: “Sesunnguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggung jawaban” (QS Al-Isro’: 36) 1) Hati manusia itu ada yang hidup, ada yang mati, sehat dan ada juga yang sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh dan perkaranya. Hati yang sehat Indikasi hati yang sehat adalah adanya keinginan untuk berkhidmat kepada Allah, rindu untuk selalu taat kepada-Nya. Si empu hati hanya ingin satu harapan: selalu mentaati Allah. Yahya bin Muad berkata: barang siapa yang senang untuk berkhidmad kepada Allah, maka sesuatu akan senang taat kepadanya, barang siapa yang tentram dan sejuk berkhidmad kepada Allah, maka tentram dan sejuk pula hati semua yang memandangnya. 2) Ciri berikutnya; sangat bakhil terhadap waktu. Menyesal jika terbung sia-sia. Pelitnya terhadap waktu melebihi pelitnya kepada harta. Keinginannya untuk meraih manfaat sangat teramat tinggi. Orang yang memiliki hati yang sehat, tampak jika masuk waktu sholat. Hilanglah segala kesusahan terhadap dunia. Ia justru mendapatkan harapan baru, kelapangan, kesejukan, dan petunjuk hati dengan sholat tersebut. Dia tidak pernah letih berdzikir kepada Allah dan selalu ingin bersyukur kepada-Nya. Dia sangat takut untuk menyeleweng dan berpaling dari Allah. Ia mencurahkan hatinya dengan ikhlas, ridho, loyal, istiqomah, ittiba’, dan ihsan kepada-Nya. dia takut melalikan hak-hakNya. 3) Terapi agar hati sehat; 1. Membaca alquran Utsman berkata: andaikan hati itu bersih, niscaya kalian akan ringan untuk membaca al-Quran. 4) Dengan membaca Al-Quran seorang muslim mendapatkan cahaya petunjuk darinya, obat jiwa dan penawarnya yang penuh rahmat, sebagaimana Allah berfirman; “Wahai manusia, telah datang kepadamu nasihat dari tuhanmu (:Al-Quran) dan obat untuk di dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman” (QS. Yunus: 57) 5) 2. Dzikir Ibnu Taimiyah berkata: dzikir bagi hati ibarat air bagi ikan, bagaimana keadaan ikan apabila keluar dari airnya? Demikian pula keadaan hati yang hampa dari dzikir kepada Allah, si empunya tentu blingsatan tak tentu arah, terombang-ambing hawa nafsu. Pertanyaannya; mengapa dzikir itu demikian penting? Karena dzikir adalah makanan pokok bagi hati, sedangkan kelalaian adalah petakanya. Bayangkan jika tubuh tidak pernah mendapat makanan pokok, bagaimana keadaannya. Demikian pula hati, jika tidak mendapatkan makanannya. Selain itu, dzikir dapat mengusir syetan dan menundukkannya. Dzikir adalah penyebab datangnnya kebahagiaan hati, kegembiraan, kelapangan dan cahaya. Dzikir adalah obat dari banyak jenis penyakit hati. Diriwayatkan bahwa seseorang datang menemui Imam Hasan al-Bashri dan berkata: aku mengadukan kerasnya hatiku. Maka Imam berkata: lunakkanlah ia dengan dzikir” Bukankah Allah berfirman: “Ketahuilah bahwa dengan dzikir hati bisa menjadi tentram” (Ar-Ro’du: 28) 3. Qiyamul lail Sesungguhnya Robbmu mengetahui bahwa engkau bangun (untuk sholat) kurang dari 2/3 malam, dan (ada kalanya) ½ malam, dan (ada kalanya) 1/3 malam” (QS Al-Muzammil: 20) 7) Apabila semua mata telah terlelap, Abdullah bin Mas’ud bangun dan terdengarlah dengungan bacaan sholatnya bagai suara lebah karena sholat malam sampai subuh menjelang. 8) Hasan al-Bashri ditanya: mengapa orang yang tahajjud malam itu wajahnya berseri-seri? Beliau menjawab: karena Allah hadiahkan sebagian berkas cahaya-Nya untuknya” Al-Hasan berkata: aku melakukan hanya 1 dosa, maka akupun terhalang untuk melaksanakan sholat lail. Maka ada seseorang yang datang kepadanya dan berkata: aku tidak dapat bangun malam, maka tunjukkanlah apa obatnya!” ia berkata: janganlah engkau bermaksiyat di siang hari, niscaya Allah akan membangunkanmu di malam hari, insya Allah” Imam Sufyan Ats-Tsaury berkata: aku benar-benar terhalangi tidak bisa melaksanakan qiyamullail selama 5 bulan hanya gara-gara 1 dosa yang aku lakukan” Abu Sulaiman berkata: kelezatan malam hanya bisa dirasakan oleh mereka-mereka yang rajin sholat malam. Sungguh, andai saja tidak ada malam niscaya aku tidak ingin berlama-lama di dunia ini. Ibnul Munkadir juga berkata: kelezatan dunia ini tingggal 3 perkara: qiyamullail, berjumpa dengan kawan beriman, dan sholat berjama’ah di masjid kaum muslimin” 9) 4. Istighfar “Dan mintalah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang (QS Al-Baqoroh: 199)10) Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah dengan lisan dan biasaya diikuti dengan taubat, bahwa memohon ampunan Allah dengan anggota badan untuk tidak mengulangi kesalahan. Hasan al-Bashri berkata: perbanyaklah kalian akan istighfar di manapun dan kapanpun. Di rumah- rumah, di meja makan, di jalan-lajan, di pasar-pasar, di majlis-majelis kalian, karena sesungguhnya kalian tidak tahu kapan ampunan itu datang” Dari Abu Hurairoh, bahwa rosulullah bersabda; “Demi Allah, aku benar-benar beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70X dalam sehari” (HR.Bukhori) 11) 5. Do’a Do’a merupakan nikmat yang besar, yang dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dimana Allah memerintahkan kepada mereka untuk berdo’a dan Allah langsung berjanji akan mengabulkannya. Bukankah ini sebuah kenikmatan? “Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina”. (QS. Ghaafir: 60) Do’a memiliki kedudukan yang tinggi dalam agama. Karena dengan do’a seseorang akan dibukakan pintu-pintu kebaikan dari apa-apa yang ia minta. Dan ditutup dari celah-celah keburukan. Karena hampir tiada seorangpun yang berdo’a kecuali pasti meminta kebaikan dan supaya dihindarkan dari kejelekan. Sehingga datanglah keberuntungan satu persatu, rejeki menghampiri silih berganti selama do’a tadi hanya dimohonkan kepada Allah saja. Allah maha dekat, Dia mendengar setiap untaian do’a hamba-Nya, berjanji akan mengabulkannya, dengan firman-Nya; “Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat, akan aku perkenankan do’a orang yang berdo’a kepada-Ku” (Al-Baqoroh:186) 6. Amalan-amalan sunnah yag lain. “Dan tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan yang lebih Aku cintai dari yang Aku wajibkan padanya, dan tidak henti-hentinya pula hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan yang sunnah-sunnah sehingga Aku mencintainya, maka apabila Aku mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya, menjadi tangannya yang ia menggenggam dengannya, menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya, dan jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya, dan jika ia berlindung kepada-Ku maka Aku akan melindunginya” (HR. Bukhori) 15) Hati yang sakit Indicator hati yang sakit adalah suka bergelimang degan syahwat dan syubhat. Dan penyebabnya adalah suka mengkonsumsi racun; banyak memandang, banyak bicara, banyak makan, banyak bergaul. “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya...” (Al-Baqarah:10) 16) Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. Sebab “Luka, tak akan dapat membuat sakit jiwa yang mati.” Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hati, berpengaruh pada semakin sulitnya ia menelan obat. Gejala penyakit hati adalah, ketika ia enggan memakan makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur’an. Masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As- sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. 17) Sesungguhnya Allah berfirman: ”Katakanlah: “Al-qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbat, sedang Al-qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh.” (Fushshilat: 44) 18) Al-qur’an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur’an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, 19) Hati yang mati “Apakah orang yang mati, maka Aku hidupkan dan Aku jadikan baginya cahaya yang dengannya ia bisa berjalan de tengah manusia sama seperti orang dalam kegelapan yang dia tidak bisa keluar darinya? Demikianlah aku hiasi bagi orang-orang kafir itu dengan apa yang mereka lakukan” (Al- An’am: 122) 20) Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi’at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk. 21) Sebagaimana yang Allah firmankan: “Mereka tuli, bisu, buta maka mereka tidak bisa kembali” (QS Al-Baqoroh: 18) 22) AKHIR KATA, semoga Allah menjadikan hati-hati kita selalu hidup dan sehat, dihindarkan dari penyakit serta kematiannya. Amiin.