EKSPRESI KEBANGGAAN KAMI
Betapa bangganya kami ketika melihat dua buah trophy yang terletak diatas invini serta dua buah figura yang didalamnya tertulis piagam penghargaan sebagai juara satu dan tiga Cerdas cermat Immawati yang diadakan oleh PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya, dua benda yang tak pernah terbayangkan sebelumnya kini menghiasi secret tercinta, sekret yang selama ini di pandang sebelah mata karena penataannya yang kurang memenuhi standard kerapian.
Kemenangan yang membuat kami merasa seperti mimpi dan seperti tertimpa durian runtuh, sekaligus membuat kami tak henti mengucap syukur, bagaimana tidak dari Komisariat mengirim dua regu yang dua-duanya masuk final, apalagi dengan regu lawan yang “wow”. Kebanggan ini juga bukan hanya milik kami jajaran pipinan IMM kom FAI tapi juga jajaran dekanat yang ikut bangga dengan prestasi yang kami raih, hal ini bisa terlihat ketika Bapak Drs Syu’eb M. Ag ( Dekan FAI UM-Surabaya ) mengunjungi teman-teman yang sedang bertugas menjaga tempat pendaftaran PMB, dan beliau mendapat informasi tentang kemenangan kami, beliau kaget bercampur bangga ( ya setidaknya itulah arti yang bisa kami tangkap dari mimik wajah beliau yang sendu dan menyejukkan ).
Dua regu dari Komisariat kami merupakan regu yang dianggap membuat kisruh, karena beberapa personil yang selalu aktif bertanya dan mengkritisi juri jika ada suatu kebijakan yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia yang telah tercantum dalam proposal yang kami terima. Diantara juri yang ada adalah mantan Ketum IMM Kom. FAI 2006-2007, Kakanda Dikky Syadqomullah, S.Hi. Hal ini menjadikan ketua Umum PC IMM Kota Surabaya sekaligus mantan Ketum IMM Kom. FAI 2007-2008, Kakanda Thoat Setiawan, S.HI cemberut dan terlihat ill feel terhadap kami, apa lagi saat detik-detik terakhir babak final dan penghitungan nilai ketika juri bertanya apa ada sesuatau yang ingin di katakana sebelum juri menetapkan juara I, II, dan III. Dengan nada bercanda dan memasang wajah polosnya salah satu dari kami langsung mengatakan “ kami terima kemenangan kami” seluruh audiens nyengir mendengar kalimat singkat yang keluar dari bibir mungilnya.
We are the winner , semoga kalimat singkat ini tidak dianggap sebagai kalimat kesombongan, karena hanya kalimat inilah yang mampu menggambarkan kebanggaan kami atas kemenangan yang kami raih, dan kemenangan ini juga tidak hanya membawa pengaruh intern ( Kom FAI ), tapi juga membawa pengaruh secara extern dimana nama komisariat kami lebih harum dimata komisariat-komisariat lain di lingup Surabaya, serta kami juga lebih di wong- kan oleh mereka, setidakanya hal inilah yang dikatakan oleh ketua Umum IMM Kom FAI yaitu Immawan Gandhung Fajar Panjalu saat rapat persiapan Up-Grading dan Bazar, dia mengatakan bahwa karena kemenangan kita kemarin sekarang kita punya harga jual dimata komisariat-komisariat lain, dan ada juga peserta rapat yang langsung menyanggah bukan harga jual tapi harga tawar.
Ya, itulah expresi kebanggaan kami atas ni’mat yang telah Allah Anugrahkan kepada kami dan semoga hal ini tidak menjadikan kami menjadi orang yang sombong dan kufur atas ni’mat-Nya, dan janganlah kemenangan ini langsung menjadikan kita puas tapi kemenagan ini harus bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin mengjharumkan nama komisariat FAI dengan prestasi- prestasi yang lebih keren. Satu pesan untuk mengakhiri tulisan ini,” jangan pernah berhenti melakukan perubahan, SEMANGAT!!!”
Billahi fi sabilil Haq, Fastabiqul Khairat.
SALAM REVOLUSI.

