Peta Distribusi Organisasi
Dalam sebuah organisasi, khususnya organisasi kader, setidaknya terdapat dua hal yang bersifat mengalir dari suatu muara menuju sasaran yang tepat, yakni Ideologi dan Gagasan. Ideologi merupakan landasan pergerakan organisasi guna mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
Dalam IMM, hal ini diwujudkan dalam bentuk AD/ART, hasil tanwir, mekanisme kerja serta hal lain yang bersifat ideologis. Adapun gagasan merupakan ide atas tindakan sebagai wujud nyata sebuah pergerakan. Dalam bentuk nyata, gagasan dapat diartikan sebagai kegiatan, program kerja ataupun suatu agenda baik yang terjadwal maupun kondisional. Dikarenakan kedua hal tersebut memiliki substansi yang berbeda, dimana satu sisi sebagai landasan pergerakan (pondasi), sementara sisi lain sebagai tiang pergerakan (penyangga), maka terdapat dua jalur sebagai pola distribusi kedua hal tersebut. Kedua jalur tersebut yakni :
Pertama : Top Down. Jalur ini merupakan pola distribusi dimana perjalanan dimulai dari atas turun sampai ke dasarnya. Secara struktural, hal ini berarti pimpinan mendistribusukan kepada anggota. Secara hirarki bermakna pusat mendistribusikan ke daerah, kemudian oleh daerah didistribusikan ke cabang, lalu di distribusikan ke komisariat ataupun melalui koordinator komisariat (Koorkom). Pola seperti ini biasanya digunakan sebagai pola distribusi sebuah ideologi. Oleh karenanya tidak tepat apabila pihak yang ada di atas mendistribusikan gagasan, karena dalam hal gagasan memang pihak yang di atas bersifat netral serta pasif. Sebaliknya untuk hal ideologi, pihak yang di atas seharusnya bersikap ideologis dan aktif.
Kedua : Bottom Up. Jalur ini merupakan pola distribusi dimana perjalanan dimulai dari bawah naik sampai ke puncaknya. Jalur ini merupakan kebalikan dari jalur Top Down. Berarti jalur ini secara struktural bermakna distribusi dari anggota kepada pimpinan, dan secara hirarki bermakna distribusi dari komisariat, ke cabang ataupun melalui koorkom, kemudian didistribusikan ke daerah sampai ke pusat. Pola seperti ini biasanya digunakan sebagai pola distribusi sebuah gagasan. Dalam pola ini, pihak yang di bawah (sebagai forum) merupakan sumber adanya distribusi. Jika tidak ada aksi dari pihak yang di bawah maka pihak yang di atas selayaknya tidak melakukan reaksi.
Dengan adanya pemetaan distribusi tersebut maka secara struktural maupun hirarki pihak yang ada di atas harus bersifat aktif menyampaikan ideologi, menjaring gagasan dan aspirasi pihak bawah serta menjadikan pondasi yang kokoh bagi organisasinya daripada organisasi lain di sekelilingnya dalam hubungan antar organisasi. Demikian pula pihak yang ada di bawah, baik secara struktural maupun hirarki berkewajiban berperan aktif menyampaikan gagasan serta terus menggulirkan roda organisasinya dengan agenda maupun aktivitas ringan sebagai bukti eksistensi sekaligus tegaknya tiang penyangga organisasi tersebut.
