-->

IKLAN SPESIAL

TELAH DIBUKA

KEDAI PENGETIKAN
"BUMI PENA"

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)
KOMISARIAT FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Menerima :

Pengetikan (Rp. 1.400,-/lbr)
Print BW (Rp. 350/lbr)
Print Colour (Rp. 1.500/lbr)
Desain Grafis (Harga Nego)

Office : Jl. Gembili II-1 Wonokromo, Surabaya
(Depan Komplek Muhammadiyah Gadung)
Cabang : Jl. Sutorejo Surabaya
(Depan Kampus UMSurabaya)

Contact Person : 0857 344 222 13
gravatar

Kepemimpinan


Leadership


PENDAHULUAN
Kepemimpinan (Leadership) merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi sosial. Sejak mula terbentuknya suatu kelompok sosial, seseorang atau beberapa orang di antara warga-warganya melakukan peranan yang lebih aktif daripada rekan-rekannya, sehingga orang tadi atau beberapa orang tampak lebih menonjol dari lain-lainnya. Itulah asal mula timbulnya Kepemimpinan (Leadership)1, yang kebanyakan timbul dan berkembang dalam struktur sosial yang kurang stabil. Munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan di mana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar. Dalam keadaan demikian agak sulit bagi warga kelompok menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Muncullah seseorang yang mempunyai kemampuan menonjol yang diharapkan akan menanggulangi segala kesulitan-kesulitan yang ada.
Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Apabila saat tersebut muncul seorang pemimpin, maka kemungkinan besar kelompok-kelompok tersebut akan mengalami suatu disintegrasi. Tidak munculnya pemimpin tadi adalah mungkin karena seorang individu yang diharapkan akan menjadi pemimpin ternyata tidak berhasil membuka jalan bagi kelompok untuk mencapai tujuannya dan dengan begitu kebutuhan warga tidak terpenuhi.

DEFINISI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
Kepemimpinan (Leadership) (Leadership) adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin atau leader) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya) sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Ada 2 macam Kepemimpinan (Leadership) yaitu Kepemimpinan (Leadership) sebagai kedudukan dan Kepemimpinan (Leadership) sebagai suatu proses sosial. Sebagai kedudukan, Kepemimpinan (Leadership) merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang dapat dimiliki oleh seseorang atau suatu badan. Sebagai suatu proses sosial, Kepemimpinan (Leadership) meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau sesuatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.
Kepemimpinan (Leadership) ada yang bersifat resmi (formal Leadership) yaitu Kepemimpinan (Leadership) yang tersimpul di dalam suatu jabatan. Ada pula Kepemimpinan (Leadership) karena pengakuan masyarakat akan kemampuan seseorang untuk menjalankan Kepemimpinan (Leadership) (informal Leadership) bersifat tidak resmi. Terdapat suatu perbedaan antara Kepemimpinan (Leadership) resmi dan Kepemimpinan (Leadership) tidak resmi. Adalah Kepemimpinan (Leadership) resmi di dalam pelaksanaannya selalu berada di atas landasan-landasan atau peraturan-peraturan resmi, sehingga dengan demikian cakupannya terbatas. Kepemimpinan (Leadership) tidak resmi, mempunyai ruang lingkup tanpa batas-batas resmi, karena Kepemimpinan (Leadership) demikian didasarkan atas pengakuan dan kepercayaan masyarakat. Ukuran benar tidaknya Kepemimpinan (Leadership) tidak resmi terletak pada tujuan dan hasil pelaksanaan Kepemimpinan (Leadership) tersebut, menguntungkan atau merugikan masyarakat.
Walaupun seorang pemimpin (yakni yang melaksanakan Kepemimpinan (Leadership)) yang resmi tidak boleh menyimpang dari peraturan-peraturan resmi yang menjadi landasannya, akan tetapi dapat melakukan kebijaksanaan yang dapat memancarkan kemampuan mereka sebagai pemimpin.
Kepemimpinan (Leadership) yang tidak resmi dapat digunakan pula di dalam suatu jabatan resmi dan tentu saja lebih leluasa di dalam masyarakat yang belum dianut peraturan-peraturan resmi.
Ada delapan sifat dan kepribadian yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin atau disebut Asta Brata, agar Kepemimpinan (Leadership) nya berhasil. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:
1. Indra-Brata, yang memberi kesenangan dalam jasmani.
2. Yama-Brata, yang menunjuk pada keahlian dan kepastian hukum.
3. Surya-Brata, yang menggerakkan bawahan dengan mengajak mereka untuk bekerja persuasion.
4. Caci-Brata, yang memberi kesenangan rohani.
5. Bayu-Brata, yang menunjukkan keteguhan pendidikan dan rasa tidak segan-segan untuk turut merasakan kesukaran-kesukaran pengikut-pengikutnya.
6. Dhana-Brata, menunjukkan pada suatu sikap yang patut dihormati.
7. Pac- Brata, yang menunjukkan kelebihan di dalam ilmu pengetahuan, kepandaian dan keterampilan.
8. Agni-Brata, yaitu sifat memberikan semangat kepada anak buah.

MODEL-MODEL KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP)
Ada pepatah “Ing Ngarso sun Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani yang jika dijabarkan akan bermakna :

1. Kepemimpinan (Leadership) di Muka
Seorang pemimpin di muka, harus memiliki idealisme kuat, serta dia harus dapat menjelaskan cita-citanya kepada masyarakat dengan cara-cara sejelas mungkin. Karena dia harus mampu menentukan suatu tujuan bagi masyarakat yang dipimpinnya, serta merintis ke arah tujuan tersebut dengan menghilangkan segala hambatan, antara lain dengan menghapuskan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah usang. Bahayanya bagi pemimpin di muka adalah, kemungkinan berjalannya terlalu cepat, sehingga masyarakat yang dipimpinnya tertinggal jauh.

2. Kepemimpinan (Leadership) di Tengah
Seorang pemimpin di tengah-tengah, mengikuti kehendak yang dibentuk masyarakat. Ia selalu dapat mengamati jalannya masyarakat, serta dapat merasakan suka dukanya. Dari dia diharapkan dapat merumuskan perasaan-perasaan serta keinginan-keinginan masyarakat dan juga menimbulkan keinginan masyarakat untuk memperbaiki keadaan yang kurang menguntungkan.

3. Kepemimpinan (Leadership) di Belakang
Pemimpin di belakang diharapkan mempunyai kemampuan untuk mengikuti perkembangan masyarakat. Dia berkewajiban untuk menjaga agar perkembangan masyarakat tidak menyimpang dari norma-norma dan nilai-nilai yang pada suatu masa dihargai oleh masyarakat. Sendi-sendi Kepemimpinan (Leadership)nya adalah keutuhan dan harmoni. Pemimpin yang demikian berkecenderungan untuk menjadi formalistis, bahkan tradisionalis. Kepemimpinan (Leadership) di belakang masih jelas tergambar dari istilah-istilah seperti ”Pamong Praja”, “Pamong Desa” dan seterusnya, yang menggambarkan bahwa fungsi pemimpin adalah untuk membimbing masyarakat.



KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) KOLEGIAL
Adalah Kepemimpinan (Leadership) yang dilakukan secara bersama-sama yaitu seorang pemimpin tidak akan bertindak sendiri sebelum bermusyawarah dalam suatu rapat. Dengan demikian, maka keputusan para pemimpin tersebut sekaligus merupakan pula rasa keadilan bagi para anggota.

Materi disampaikan dalam berbagai kajian dan seminar tentang kepemimpinan dan keorganisasian dalam lingkup Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya.




About Me

Foto saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khoirot

Papan Ngobrol


ShoutMix chat widget